Inilah Alasan Mengapa Industri Pengolahan Ikan Harus Meningkat Bukan Saja Penenggelaman Kapal Ilegal



Saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/01), Jokowi menyatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan.

"Saya sampaikan kepada Bu Susi dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor ikan karena ekspor kita turun," tuturnya.



Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Badan Pertanahan Nasional 2018


Seperti diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Susi Pudjiastuti sangat melekat dengan kebijakan penenggelaman kapal hasil operasi ilegal fishing. Dikutip dari laman Kompas.com (1/04/2017), dari Oktober 2014 sampai dengan 1 April 2017 sebanyak 317 kapal yang sudah ditenggelamkan.


Dengan keterangan Jokowi ini terlihat bahwa ia meminta KKP juga lebih berkonsentrasi dalam peningkatan ekspor hasil kelautan dan perikanan.

Permintaan Jokowi ini bisa dimaklumi mengingat besarnya potensi perikanan Indonesia.

Menurut Rokhimin Dahuri, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB,  potensi total produksi akuakultur lebih dari 105 juta ton per tahun dan potensi total ekonomi on-farm usaha akuakultur di perairan laut, payau (tambak), dan tawar (darat) lebih dari 202,5 miliar dolar AS per tahun. Angka ini hampir sama dengan APBN 2016.

Dari segi tenaga kerja, menurutnya bisa menyerap tenaga kerja hingga 45 juta orang atau sepertiga dari total angkatan kerja nasional (Republika, 15/11/2016).

Ini hanya dari satu sektor, yaitu akuakultur. Menurut data total potensi maritim Indonesia, meliputi juga energi, minyak, dan transportasi, totalnya bisa mencapai Rp. 15.000 triliun pertahun. [] pujo nugroho

1. http://news.kkp.go.id
2. Biro Pers Setpres

Geliat Pelestarian Kerajaan dan Kesultanan Nusantara



Selama berabad-abad para raja dan sultan berkuasa di bumi Nusantara. Begitu besar peran mereka dalam kemerdekaan dan sejarah peradaban Indonesia. Namun setelah Indonesia merdeka banyak di antaranya yang kehilangan pengaruh dan wibawa politis. Kini hanya segelintir saja yang duduk sebagai pemangku kekuasaan. Sebagian besar di antaranya, walaupun masih diakui sebagai raja atau sultan, hidup pas-pasan dan kerap tak mampu memelihara kekayaan budaya yang diwariskan kepadanya karena persoalan biaya.

Pemerintah nyaris tak punya anggaran untuk sekadar menyantuni mereka. Padahal, peran mereka di tengah masyarakat tetap penting secara kultural, untuk memastikan kelestarian budaya lelulur tetap terjaga di tengah kemajuan zaman.

Namun dalam beberapa tahun belakangan situasinya membaik.  Sejak 2015, baik presiden dan beberapa menteri terkait mulai memerhatikan, berinteraksi, dan  melibatkan para raja dan sultan di berbagai kesempatan. Bahkan intensitasnya terus meningkat sepanjang 2016 hingga 2018. Belakangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali secara khusus mengundang para raja dan sultan, termasuk mendatangkan mereka ke istana negara.

Pada Kamis, 4 Januari 2018, baru-baru ini misalnya, Presiden Jokowi mengundang sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden Jokowi saat Audiensi dengan Raja dan Sultan se-Nusantara di Istana Bogor (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)


Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, utamanya yang ada di keraton-keraton. Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan itu.

"Saya ingin mendengar masalah-masalah yang ada dari yang saya hormati, yang mulia para raja dan sultan dan dari pangeran serta permaisuri yang pagi hari ini hadir," ujarnya saat mengawali audiensi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini dihadiri oleh 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia dengan rincian 20 dari Sumatra, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 4 dari NTB, 5 dari NTT, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku dan 2 dari Papua.

Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menyediakan alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi keraton-keraton yang mengalami kerusakan.

"Saya juga minta mengenai keraton-keraton yang perlu diperbaiki secara total. Mungkin dikerjakan setiap tahun entah 3 sampai 5, nanti saya hitung dulu anggarannya," tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Sebelumnya pada Juli 2017, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menggelar Silahturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara ke-V di Jakarta. Seperti dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, dalam kesempatan itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyebut pertemuan ini merupakan ajang bertukar pikiran untuk melestarikan tradisi yang menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara Mendikbud, Muhadjir Effendy, dalam acara jamuan makan malam di acara serupa  menyinggung peran  raja dan sultan sangat penting sebelum kemerdekaan karena menjadi salah satu unsur tak terpisahkan dalam pembentukan negara Republik Indonesia. 

Majelis Agung Raja dan Sultan (MARS)

Perhatian pemerintah membuat sebagian besar raja dan sultan di Nusantara semakin percaya diri untuk memberikan sumbangsih pembangunan dan mengadakan berbagai komunikasi. Mereka mulai berani untuk saling berinteraksi dan membentuk organisasi. Sebelumnya memang telah terdapat beberapa perkumpulan sejenis, namun hanya bersifat simbolik saja karena tak pernah ada tujuan dan kegiatan yang jelas.

Oleh karena itu, pada 24 Agustus 2017, sebuah organisasi baru bertajuk Majelis Raja dan Sultan  (MARS) dibentuk dan dikukuhkan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui surat keputusan No. 001/SK-MARSVIII-2017. Seperti dikutip laman www.kemendagri.go.id, berdasarkan UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi kemasyarakatan, MARS merupakan wadah tunggal bagi ketua lembaga adat.

Segera setelah dibentuk, organisasi ini mulai bergerak. Para anggotanya tidak hanya aktif mengadakan pagelaran budaya, seminar dan acara-acara adat, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan itu sepanjang 2017. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas di antara para raja dan sultan semakin solid paska terbentuknya MARS dan berdampak pula pada mengeliatnya  beberapa organisasi sejenis yang sebelumnya mati suri.

Kontribusi Pembangunan

Tak hanya mengurusi berbagai persoalan internal, perkumpulan-perkumpulan semacam ini mulai aktif untuk berkontribusi pada negara. Para anggotanya  dalam beberapa kesempatan  juga terlibat dalam berbagai urusan dengan berbagai lembaga pemerintah. Sebaliknya, mereka juga mulai memberikan masukan  dalam bentuk rekomendasi untuk menanggapi situasi terkini yang terjadi di Indonesia.

Salah satu organisasi yang merumuskan berbagai masukan kepada pemerintah adalah Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN). Dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) XI yang dihelat di Cirebon pada 15-20 September 2017 dan melibatkan para raja se-Nusantara, FSKN menelurkan 7 rekomendasi kepada pemerintah. Masukan itu dibacakan langsung di depan presiden Jokowi yang hadir di FKN XI pada 18 September 2017.

Adapun beberapa poin penting yang dihasilkan oleh FSKN menyangkut masalah berbagai persoalan budaya, seperti revitalisasi dan pelestarian budaya, penganggaran dana, budaya bahari, agraris, dan pelibatan raja dan sultan dalam forum komuniasi antar-pimpinan.

Ketujuh rekomendasi yang dihasilkan oleh FSKN ini merupakan langkah penting bagi masa depan para raja dan sultan di Nusantara. Walaupun belum dibahas secara resmi oleh pemerintah, namun langkah ini memberikan kebaruan terhadap potensi dari para raja dan sultan yang belum tergali selama ini. Tentu saja ini merupakan langkah penting yang dapat terus dikembangkan agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah di masa depan juga dapat mempertimbangkan aspek kebudayaan. []pujo nugroho

Mengenal Bendungan Raknamo, Bendungan yang Diresmikan Jokowi di Awal 2018


Jokowi ketika meresmikan bendungan Raknamo (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)

Pada Selasa (9/01/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Peresmian ditandai dengan pengisian air ke dalam bendungan. Jokowi berharap Bendungan Raknamo dapat menjadi jawaban dari permasalahan yang dialami masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Kupang, yakni kelangkaan air.

“Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Presiden.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT untuk mengatasi kelangkaan air. 

Satu dari Tujuh Bendungan yang Dibangun di NTT

Masterplan pembangunan Bendungan Raknamo (Sumber: Google)

Dalam rentang waktu 2015-2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tujuh bendungan di Provinsi (NTT). Bendungan Raknamo adalah salah satu tujuh bendungan yang dibangun di NTT. Enam bendungan lainnya adalah:
1. Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, 
2. Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, 
3. Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, 
4. Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Flores, 
5. Bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan 
6. Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Empat bendungan berada di Pulau Timor yakni Bendungan Raknamo, Rotiklot, Manikin, dan Kolhua. Sedangkan tiga lainnya berada di Pulau Flores yakni Bendungan Napun Gete, Temef dan Mbay.

“Biaya pembangunan tujuh bendungan tersebut Rp 5,9 triliun. Sangat penting bagi masyarakat NTT yang kerap mengalami kekurangan air,” kata Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso (Tribunnews, 9/01/2018).



Selesai 13 Bulan Lebih Cepat



Groundbreaking Bendungan Raknamo oleh Jokowi pada Desember 2014 (Sumber foto: Sinarharapan.co)

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam proses pembangunan Bendungan Raknamo. Mengingat hanya dalam waktu tiga tahun sejak dicanangkan pada bulan Desember 2014, Bendungan Raknamo sudah selesai dibangun dan siap untuk digunakan.


"Alhamdulillah pembangunan Bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sekali lagi ini tentu hasil kerja keras siang dan malam dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, kerja keras dari Pak Gubernur dan seluruh bupati dan wali kota yang ada di sekitar bendungan ini," ungkapnya seperti dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (9/01/2018).


Bendungan Raknamo dimulai pembangunannya (groundbreaking) oleh Jokowi pada tanggal 20 Desember 2014 dan diresmikan pengisiannya oleh Kepala Negara pada 9 Januari 2018.
Penyelesaian pembangunan bendungan ini lebih cepat 13 bulan dari target semula yakni Januari 2019.

Berdaya Tampung 14 Juta Meter Kubik

Bendungan Raknamo mempunyai daya tampung 14 juta m3. Secara keseluruhan pembangunan ketujuh bendungan akan menampung 188 juta m3 volume air. 
Presiden menyatakan bahwa Bendungan Raknamo memiliki sejumlah fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Di antaranya menghasilkan air baku sebanyak 0,1 meter kubik per detik, menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW, hingga irigasi 1.250 hektar sawah.

Air Masalah Utama NTT

Presiden Jokowi bersama warga Kupang (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan bahwa masalah utama NTT adalah pasokan air. 
“Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Presiden.
Dengan dibangunnya bendungan-bendungan yang tersebar di NTT Jokowi berharap mampu meningkatkan kemakmuran ekonomi salah satunya melalui pertanian.
"Sehingga masyarakat merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang ada. Dan air itu mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitasnya di sawah-sawah mereka," kata Presiden.

Mewujudkan Nawacita

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika mendampingi Presiden Jokowi


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan bendungan di NTT adalah bentuk nyata perwujudan Nawacita.

"Ini kerja nyata mewujudkan Nawa Cita dalam konteks membangun dari pinggiran dan mendukung ketahanan air dan pangan," ujarnya.[] Pujo Nugroho



Rp 15.600 Triliun Senilai 7 Kali Lipat APBN 2017 Wajar Jokowi Minta Susi Konsentrasi Peningkatan Hasil Perikanan

Sumber foto: kkp.go.id


Saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/01), Jokowi menyatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan.

"Saya sampaikan kepada Bu Susi dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor ikan karena ekspor kita turun," tuturnya.


Permintaan Jokowi ini bisa dimaklumi mengingat besarnya potensi perikanan Indonesia.

Lalu seberapa besar potensi maritim Indonesia?

Sudirman Said dalam satu kesempatan menyatakan bahwa potensi maritim Indonesia senilai Rp. 15.600 triliun per tahun. Pernyataan Sudirman ini disampaikan ketika masih menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 


"Optimalisasi wilayah maritim bisa memberikan nilai ekonomi sampai dengan 1,2 triliun dollar AS (sekitar Rp 15.600 triliun dengan kurs Rp 13.000 per dollar AS-red) per tahun," kata Sudirman  ketika mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/6/2015) seperti yang dilansir Kompas.com (1/6/2015).


Potensi ini setara dengan 1,5 PDB Indonesia tahun 2017 atau 7 kali APBN 2017.

Menurut Rokhmin, laut Indonesia yang memiliki potensi pembangunan yang sangat luar biasa dan sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimal, adalah wilayah perairan laut teritorialn dan laut lepas Samudera Hindia.

Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia ini menjelaskan ada 11 sektor ekonomi kelautan, yaitu:


  1. Perikanan tangkap, 
  2. Perikanan budidaya, 
  3. Industri pengelolaan hasil perikanan, 
  4. Industri geoteknologi, 
  5. Pertambangan dan energi, 
  6. Pariwisata bahari, 
  7. Perhubungan laut, 
  8. Industri dan jasa maritim, 
  9. Sumberdaya wilayah pulau kecil, 
  10. Coastal forestry (hutan mangrove), serta 
  11. non-conventional resources.
Dari sektor potensi total produksi akuakultur saja lebih dari 105 juta ton per tahun dan potensi total ekonomi on-farm usaha akuakultur di perairan laut, payau (tambak), dan tawar (darat) lebih dari 202,5 miliar dolar AS per tahun. 

Menurut Rokhimin angkatan kerja dari 11 sektor ekonomi kelautan ini bisa menarik 45 juta orang atau sekitar 40 persen total angkatan kerja Indonesia (Republika, 5/12/2016).[]

IHSG 2017 Ditutup Tembus Level 6.000, Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia

Sepanjang 2017, pasar saham di Indonesia memperlihatkan pencapaian yang patut dibanggakan. Pasalnya, selain terjadi penguatan tren  yang konsisten sepanjang waktu juga terjadi pemecahan rekor tertinggi (all-time high) sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus angka  baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, di atas level 6.000.

Tentu saja pencapaian itu tidak didapatkan dengan mudah. Pada perdagangan pembuka di awal 2017, ketika beberapa bursa regional di negara-negara Asia menguat, perdagangan IHSG di BEI justru menurun. 


Bila dibandingkan dengan penutupan pada Desember 2016 yang berada di level 5.296, pada 3 Januari 2017 IHSG justru melemah 6.3 poin di level 5.290,39. Namun secara keseluruhan, pada pekan perdana, IHSG mengalami tren penguatan 0,95 % ke level 5.347,02 dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 5.808,51 triliun.


Tren positif ini terus sepanjang Kuartal I. Kecenderungan ini dirasakan sepanjang Februari dan Maret. Seperti dicatat laman Kompas.com, walaupun IHSG sempat mengalami koreksi hingga 0,33 % (17.805 poin) ke level 5.368,887 paska diterbitkannya data inflasi pada 1 Maret 2017.


Namun setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve menaikkan suku bunga dalam kisaran 0,75-1 %, pada pertengahan Maret, IHSG kembali meningkat, bahkan menembus level 5.500. Kecenderungan itu terus meningkat sepanjang April 2017, ketika IHSG lagi-lagi memecahkan berbagai rekor dan menempatkannya di kisaran level 5.600.


Secara keseluruhan, laman Bisnis.com mencatat  pada kuartal I  IHSG mengalami penguatan 5,12 % di level 5.568,1 dengan kapitalisasi pasar yang terus meningkat, bahkan mencapai tingkat tertinggi sebesar Rp 6.078 triliun pada 30 Maret 2017.



Predikat “Investment Grade”

Konsistensi IHSG terus bertahan sepanjang Mei 2017. Berbagai sentimen positif, termasuk pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia  pada kuartal I menyebabkan IHSG meningkat ke level 5.683 pada awal Mei. 

Pencapaian ini membuat Indonesia mendapatkan predikat layak investasi (investment grade)  dari  lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s pada 19 Mei 2017. Walhasil pada hari yang sama  IHSG mencacat rekor baru karena perdagangan saham melonjak hingga 174,79 poin (3,09 %) ke level 5.820.


Namun tren positif yang dicapai IHSG ini bukan tanpa risiko karena  kenaikan indeks menyebabkan pula peningkatan harga saham.  Hal ini  disampaikan ahli-ahli strategis ekuitas dari  Morgan Stanley, Aarti Shah dan Sean Gardiner. Dalam riset yang dipublikasikan pada 4 April 2017 di Bloomberg, seperti dilansir Tirto.id,  diproyeksikan akan terjadi pertumbuhan laba di bawah konsensus,  sekitar 7 % pada 2017 karena berlimpahnya dana dari investor asing. 


Sampai akhir Maret, mereka lebih banyak membeli daripada menjual dengan nilai hingga Rp 8,34 triliun.  Selain karena hasil rapat Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga rendah dan kecenderungan Fed yang tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga, arus dana masuk itu ditenggarai karena berakhirnya Pilkada Jakarta dan masih tertinggalnya harga saham di Pasar Indonesia dibanding di tempat lain. 


Sebagian prediksi hasil riset ini terbukti mewujud, walaupun sepanjang Juni dan Juli 2017 secara konsisten terjadi tren penguatan. Bahkan IHSG kembali mencetak rekor tertinggi, menembus level 5.900 pada 3 Juli 2017. Kebijakan Bank Indonesia (BI), seperti ditampilkan di laman Kompas.com, untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate hingga 25 basis poin menjadi 4,5 % pada Agustus 2017 direspon IHSG dengan penguatan hingga 23,55 poin ke level 5.903, 847. 


Namun seperti yang diperkirakan sebelumnya, pada akhir bulan yang sama, penurunan perdagangan enam sektor strategis membuat  IHSG tergerus selama empat hari berturut-turut. Pada perdagangan 31 Agustus 2017, bahkan nilainya melorot hingga 8,45 poin ke level 5.864,05, sekaligus menutup perdagangan di kuartal II. 



Menembus Digit  Enam

Memasuki kuartal III, IHSG berangsur-angsur mulai bangkit. Sepanjang September dan Oktober 2017, nilainya telah kembali menyentuh level 5.900. Bahkan, menurut laman Kompas.com pada 2 Oktober, IHSG telah mencapai  nilai  tertinggi di level 5.936 atau terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Artinya, orang yang masih membeli saham satu dasawarsa yang lalu memiliki pontensi untuk meraup keuntungan hingga lima kali lipat, jika dijual pada saat ini.

Kejutan demi kejutan tak berhenti di situ. Pada perdagangan 25 Oktober 2017, IHSH lagi-lagi memecahkan rekor, bahkan menembus level 6.000. Itulah sebabnya di akhir bulan yang sama kapitalisasi pasar BEI telah bernilai Rp 6.602,76 triliun.


Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, seperti termuat dalam laman Kompas.com pencapaian ini  menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen pada kinerja pemerintah. Selain itu, kinerja cemerlang para emiten berkontribusi besar  pada penguatan IHSG hingga menembus level 6.000. 



IHSG sempat kembali melemah pada bulan November. Pada perdagangan terakhir di bulan ini, misalnya IHSG mengalami penurunan hingga 109,23 poin  (1,80 %) dan kembali berada di level 5.952,14.  Namun memasuki bulan Desember, terjadi peningkatan signifikan yang membuat nilai IHSG melonjak drastis.  Bila pada 15 Desember, IHSH telah mencetak rekor tertinggi di level 6.119.41, maka tak sampai seminggu kemudian nilai itu telah berada di level 6.183,39. 

Kiprah lembaga peringkat internasional Fitch Ratings yang menaikkan peringkat hutang Indonesia menjadi BBB dengan keluaran yang stabil, berdampak positif pada IHSG. Pasalnya, pada penghujung 2017, terjadi pemecahan rekor perdagangan IHSG secara beruntun. Pada hari terakhir perdagangan (29/12), IHSG ditutup menguat di level 6.355, 65.


Kinerja baik ini membuat presiden Jokowi yang didampingi beberapa pejabat teras di negeri ini, menutup langsung perdagangan IHSG.  Apresiasi ini tentu saja tidak berlebihan. Pasalnya, menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, seperti dilansir Liputan6.com, IHSG mmengalami kenaikan hampir 20 % di akhir tahun  atau tertinggi keempat di kawasan Asia Afrika,  dan menjadi  pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia. 


Presiden: Harus Optimis

"Ini angka yang diluar perkiraan kita semuanya. Dulu banyak yang menyampaikan bisa 6.000 saja, kita sudah untung, sudah senang. Nah kalau sekarang 6.355 bagaimana? Saya lihat kerja keras dari Bursa Efek Indonesia patut kita apresiasi dan juga patut kita syukuri bersama," ucap Presiden Joko Widodo.


Presiden mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan setelah menutup secara resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta.

Presiden Jokowi pada penutupa IHSG 2017 (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)


Presiden berharap agar semua pihak tidak perlu lagi menanggapi kabar-kabar yang mengkhawatirkan dan menjadikan bangsa ini pesimis. Justru harus memanfaatkan momentum yang sangat bagus ini untuk digunakan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. 


"Kesimpulannya apa? Yang penting adalah jangan takut. Risiko selalu ada, tapi justru itu peluangnya," ujar Presiden.

Demikian seperti yang dilansir Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden. 

[]

78 Ribun Ton Potensi Uranium Indonesia



Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyatakan bahwa potensi uranium di Indonesia tahun 2016 diperkirakan mencapai 78 ribu ton tersebar di beberapa daerah di Tanah Air. Data tersebut dinyatakan oleh Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, ditemui usai membuka Konferensi Internasional South Pacific Environmrntal Radioactivity Assosiation (SPERA) terkait sumber radioaktif di Denpasar, Senin (5/9/2016).

Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, dan sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir (Bapeten), Dr Khoirul Huda M Eng, menyatakan kandungan Uranium di Kabupaten Mamuju tertinggi di Indonesia.

"Hasil penelitian yang telah kami lakukan selama ini cukup mengejutkan. Ini karena semenjak Bapeten melakukan penelitian di Indonesia, ternyata potensi Uranium di Mamuju adalah daerah tertinggi radioaktivitasnya dari kandungan uraium di beberapa provinsi di Indonesia," kata Khoirul di Mamuju, Sabtu (17/3) seperti yang diberitakan Republika.co.id (17/03/2012).


Khoirul mengungkapkan, laju dosis radioaktivitas di Mamuju sama dengan wilayah Pocos de Caldas Brazil yakni 250 nsv per tahun. Secara umum, kondisi radioaktivitas lingkungan di Mamuju berada pada tingkat di atas normal.


Uranium, Bahan Nuklir



Little Boy, bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang berhulu ledak uranium (Sumber: wikipedia)

Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran, yaitu semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Pada masa itu daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo(ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT.


Awan cendawan pengeboman Nagasaki, Jepang, 1945, menjulang sampai 18 km di atas hiposentrum (Sumber: wikipedia)


Saat ini ada delapan negara yang telah berhasil melakukan uji coba senjata nuklir. Lima diantaranya dianggap sebagai "negara dengan senjata nuklir", sebuah status yang diberikan oleh Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty atau NPT). Kelima negara tersebut dalam urutan kepemilikan senjata nuklir adalah: Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, dan Republik Rakyat Cina. 

Di luar kelima negara NPT tersebut, ada tiga negara yang pernah melakukan uji coba nuklir yaitu: India, Pakistan, dan Korea Utara. Israel walaupun tidak mengakui ataupun menyangkal memiliki senjata nuklir, tetapi diyakini memiliki sejumlah senjata nuklir. Sebanyak 200 senjata nuklir pernah dilaporkan berada dalam persenjataannya. Iran juga telah melakukan pengembangan teknologi pengayaan uranium dan dituduh melakukannya untuk keperluan senjata nuklir oleh PBB. Iran bersikeras bahwa pengembangan nuklir mereka adalah untuk keperluan pembangkit tenaga nuklir.

Umumnya bahan bakar nuklir adalah unsur-unsur berat bernomor atom tinggi dan mempunyai kemampuan menyerap neutron yang tinggi. Reaksi nuklir memerlukan inti atom (nucleus) yang mengandung lebih banyak neutron daripada proton. Pada keadaan tidak stabil ini dia akan mengeluarkan partikel-partikel dalam upaya menstabilkan diri. Proses emisi partikel dan gelombang elektromagnetik disebut sebagai radioaktifitas. Zat radioaktif dari atom yang tidak stabil itu adalah radiasi pengion.


Atom-atom yang besar dan berat di alam adalah jenis atom yang tidak stabil, karena itu sangat radiatif. Salah satu contoh atom yang tidak stabil ini adalah uranium. Kalau suatu nucleus dari atom yang tidak stabil menangkap suatu neutron, atom ini akan membelah. Proses ini disebut fisi. 
Proses fisi ini menghasilkan suatu reaksi berantai di mana neutron-neutron yang dilepaskan dari proses fisi akan menambah fisi di dalam, setidaknya terhadap satu nucleus yang lain. Pembelahan ini menghasilkan radiasi sinar gamma, suatu bentuk radiasi nuklir yang mematikan dan mengandung tingkat energi yang sangat tinggi.

1 Kg Uranium = Listrik 1.000 Megawatt 

Sebagaimana diketahui nuklir juga menjadi bahan pembangkit listrik yang kita kenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). 
Thermal Power Plant  Operation pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: energysectornetwork.com)
Energi yang dihasilkan dari proses fisi digunakan untuk memanaskan air agar menjadi uap air. Pada tahap ini, fungsi pembangkit listrik tenaga nuklir sesungguhnya sama saja dengan pembangkit listrik tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak, atau batu bara. Tenaga yang dihasilkan oleh uap air untuk menggerakkan turbin, yang kemudian memberikan tenaga ke suatu generator guna menghasilkan listrik. Semua reaktor nuklir yang menggunakan uap air sebagai penggerak turbin bekerja dengan prinsip serupa. Inilah salah satu manfaat nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik.
Reaktor nuklir bisa dibilang tidak boros bahan bakar karena setiap kilogram (kg) uranium mampu menghasilkan energi listrik setara dengan energi yang dihasilkan oleh 9.000 drum bahan bakar minyak (BBM) atau 3.000 ton batu bara. Sebanyak 1 kg uranium mampu menghasilkan daya 1.000 megawatt (MW) selama satu tahun operasional.[]

Indonesia, Negeri dengan Kekayaan Biodiversitas yang Amat Berlimpah

Dipterokarpa hutan kanopi Kalimantan


Biodiversitas adalah keseluruhan gen, spesies, dan ekosisten di suatu kawasan. Biodiversitas merupakan bidang kajian yang sangat menarik karena memiliki banyak aspek pembahasan (Gambar 1). 


Gambar 1. Peta konsep (mind-map) keanekaragaman hayati


Dalam diskusi biodiversitas dunia, Indonesia adalah negara yang tidak dapat ditinggalkan. Indonesia sangat kaya biodiversitas, baik di daratan maupun di lautan. 

Selama ini, diskusi mengenai kekayaan biodiversitas umumnya hanya didasarkan pada spesies daratan, namun dengan semakin banyaknya penelitian maritim, maka biodiversitas di lautan juga mulai terungkap. Hal ini berdampak pada rangking Indonesia sebagai negara utama biodiversitas, karena negeri ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia. 


Mega Biodiversitas


Indonesia adalah salah satu dari 17 negara yang disebut sebagai negara-negara mega biodiversitas. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Brasil, Cina, Ekuador, Filipina, India, Indonesia, Kolombia, Kongo, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, dan Venezuela. 


Gambar 2. Negara-negara mega biodiversitas


Hutan tropis Indonesia, Brasil, dan Kongo adalah adalah wilayah dengan keanekaragaman spesies darat tertinggi dunia. 


Kawasan Alami dengan Biodiversitas Tertinggi Dunia


Indonesia memiliki dua daerah hotspot biodiversitas dunia, yaitu sundaland dan wallecea, Indonesia juga memiliki daerah dengan ekosistem yang masih utuh, yaitu Tanah Papua (Papua New Guinea) atau yang dikenal pula dengan sebutan High-biodiversity wilderness areas yang berarti daerah liar yang masih alami dan ekosistemnya masih utuh dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.



Biodiversitas Maritim 


Selama ini, pembahasan mengenai keanekaragaman hayati umumnya didasarkan pada spesies dataran. Namun dengan semakin banyaknya penelitian maritim, maka terbukti bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan biodiversitas laut tertinggi di dunia. 

Segitiga koral (coral triangle) berisi keanekaragaman karang tertinggi di dunia, dengan jumlah 76% (605) spesies dari seluruh spesies karang dunia (798).


Segitiga koral (coral triangle) berisi keanekaragaman karang tertinggi di dunia


Sebagai perbandingan, di Karibia yang dikenal sebagai surganya ekowisata maritim, hanya memiliki sekitar 8% (61) dari spesies karang dunia. Keragaman karang tertinggi berada di Semenanjung Kepala Burung Papua Indonesia; yang menjadi rumah dari 574 (72%) spesies karang dunia, dengan terumbu individu yang mendukung hingga 280 spesies per hektar. Di kawasan ini, Kepulauan Raja Ampat adalah pusat keanekaragaman karang dunia, dengan jumlah 553 spesies (Veron 2000; Roberts et al. 2002; TNC 2008; UNEP-WCMC 2010). 


Manfaat Biodiversitas


Biodiversitas memiliki banyak banyak manfaat baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yaitu: 
(i) Jasa ekosistem, seperti: air minum yang bersih, pembentukan dan perlindungan tanah, penyimpanan dan daur hara, mengurangi dan menerap polusi, berkontribusi terhadap stabilitas iklim, pemeliharaan ekosistem, dan penyerbukan tanaman. 

(ii) Sumber daya hayati, seperti: makanan, obatobatan, bahan baku industri, tanaman hias, stok untuk pemuliaan dan penyimpanan populasi. 

(iii) Manfaat sosial, seperti: pendidikan, rekreasi dan penelitian, serta budaya Biodiversitas telah memberi berbagai bahan pangan untuk kehidupan umat manusia, namun keberlanjutannya terancam (FAO 2013).

Sumber: Biodiversitas Indonesia: Penurunan dan upaya pengelolaan untuk menjamin kemandirian bangsa, Ahmad Dwi Setyawan Sutarno, Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon Volume 1, Nomor 1, Maret 2015.