Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face

Sabtu, 24 Juni 2017

7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai 7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen

Sebagaimana telah diketahui bersama, seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) dipastikan tutup pada akhir bulan Juni 2017 dan banyak penggemar 7-Eleven (Sevel) yang bersedih, bahkan sebagian menuangkan kesedihannya di dunia maya

PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) selaku pemegang master franchise 7-Eleven (Sevel) di Indonesia akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia dan hal tersebut diumumkan oleh PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) pada hari Jumat tanggal 23 Juni 2017


7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen


Direktur PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) Chandra Wijaya mengumumkan bahwa terhitung sejak tanggal 30 Juni 2017 seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di bawah manajemen PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) berhenti beroperasi

"Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh perseroan untuk menunjang kegiatan operasional 7-Eleven," tutur Chandra Wijaya

Lebih lanjut, Chandra Wijaya menjelaskan bahwa penutupan seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) sebagai imbas dari batalnya rencana akuisisi seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) beserta aset-asetnya oleh PT. Charoen Pokphand Restu Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Hal tersebut sontak menuai berbagai reaksi yang diutarakan netizen, sebagaimana dapat dilihat di bawah ini




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017

Sebagaimana telah diketahui bersama, seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) akan ditutup terhitung sejak tanggal 30 Juni 2017, karena gagal mendapat tambahan modal menyusul batalnya rencana akuisisi perusahaan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia, padahal modal tersebut direncanakan sebagai modal perusahaan untuk bangkit lagi setelah mengalami kerugian sejak tahun 2015

Salah satu penyebabnya meruginya 7-Eleven (Sevel) ialah tidak seimbangnya antara beban operasional dan pemasukan yang diterima, dimana banyaknya pengunjung yang nongkrong tidak berarti banyak barang yang laku dibeli

7-Eleven (Sevel) memang didesain untuk market anak muda yang suka nongkrong, namun banyak anak muda yang nongkrong tapi hanya jajan sedikit dan menghabiskan waktu yang lumayan lama. Rendahnya belanja anak muda yang nongkrong di 7-Eleven (Sevel) tersebut membuat perolehan penjualan 7-Eleven (Sevel) ikut tergerus, dimana berdasarkan laporan keuangan perusahaan, 7-Eleven (Sevel) hanya mampu mencatat penjualan sebesar Rp 675,3 milliar sepanjang tahun 2016 (turun 23,8% dibanding tahun 2015)

Di sisi lain, beban operasional perusahaan terus membengkak yang terutama dipicu oleh beban biaya listrik dari penggunaan AC, wifi dan biaya sewa tempat yang harus ditanggung pemilik toko ketika pengunjung memakai fasilitas tersebut, belum lagi ada tambahan beban biaya pesangon karyawan sebagai konsekuensi penutupan gerai-gerai 7-Eleven (Sevel) yang performanya buruk

Sepanjang tahun 2016 ada 25 gerai 7-Eleven (Sevel) yang tutup, sehingga di akhir tahun 2016 jumlah gerai 7-Eleven (Sevel) yang tersisa hanya sebanyak 161 unit dan ditambah penutupan 30 gerai 7-Eleven (Sevel) di awal tahun 2017. Akibat perolehan pendapatan yang tidak mampu menutup tingginya beban operasional, 7-Eleven (Sevel) merugi, bahkan kerugian PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) sebagai pemegang merek retail 7-Eleven (Sevel) di Indonesia turut mempengaruhi kinerja keuangan induk perusahaannya, yakni PT. Modern International Tbk (MDRN), dimana PT. Modern International Tbk (MDRN) mencatat kerugian mencapai Rp 638,720 miliar sepanjang tahun 2016 (naik lebih dari 10 kali lipat ketimbang kerugian yang dicatatkan pada tahun 2015 sebesar Rp 54,768 miliar)

Rugi yang terus membengkak hingga tidak diperolehnya suntikan modal tambahan akibat batalnya rencana akuisisi oleh Pt. Charoen Pokphand Indonesia membuat 7-Eleven (Sevel) tidak memiliki banyak pilihan selain menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel)


Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur

Sebagaimana telah diketahui bersama, PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) mengibarkan bendera putih dalam mengembangkan 7-Eleven (Sevel) di Indonesia, dimana PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) selaku induk usaha 7-Eleven (Sevel) mengumumkan akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia per tanggal 30 Juni 2017

Penutupan gerai 7-Eleven (Sevel) berpengaruh pada kelangsungan nasib para karyawan yang bekerja di 7-Eleven (Sevel) dan berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2016 yang telah diaudit, total karyawan yang dipekerjakan perusahaan mencapai 1.605 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, diantaranya 1.384 orang lulusan SMA, 62 orang lulusan diploma, 145 orang lulusan S1, 2 orang lulusan S2, 7 orang yang berpendidikan SMP dan 5 orang berpendidikan SD. Selain itu, dari 1.605 orang karyawan 7-Eleven (Sevel), 1.194 berstatus karyawan kontrak dan 411 orang berstatus karyawan tetap

1.605 karyawan 7-Eleven (Sevel) tersebut tersebar di seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) yang tersisa yang dimiliki perusahaan dan hingga Desember 2016 jumlah gerasi 7-Eleven (Sevel) di Indonesia sebanyak 161 gerai. Meski demikian saat itu 7-Eleven (Sevel) juga terhantam dengan kebijakan pemerintah yang melarang penjualan minuman beralkohol di tempat-tempat tertentu dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, padahal saat itu bir dan camilan menjadi salah satu produk yang cukup diminati pengunjung 7-Eleven (Sevel), sehingga PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) memutuskan untuk menutup 20 gerai

Pada awal 2017 PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) juga kembali menutup 30 gerai 7-Eleven (Sevel), karena gerai yang ditutup tersebut tidak dapat mencapai target yang dicanangkan perusahaan. Awal bulan Maret 2017, Corporate Secretary PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) Tina Novita sempat bercerita bahwa jumlah karyawan 7-Eleven (Sevel) tergantung dari besar kecilnya gerai

"Kalau toko yang kecil jumlah karyawan sekitar 5-7 orang, kalau yang besar sekitar 9-12 orang," cerita Tina Novita kala itu

Penutupan gerai 7-Eleven (Sevel) tersebut juga dilakukan guna mengurangi kerugian akibat beban biaya operasional seperti pajak, listrik dan sewa tempat, sehingga Modern Sevel Indonesia (MSI) melakukan evaluasi ulang atas gerai-gerai yang tidak produktif dan akhirnya PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) mengumumkan akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) dan terhitung per tanggal 30 Juni 2017 seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di bawah manajemen PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) akan berhenti beroperasi.

Penutupan seluruh gerai PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) tersebut sebagai imbas dari batalnya rencana akuisisi seluruh gerai PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) beserta aset-asetnya oleh PT. Charoen Pokphand Restu Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akibat tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan


Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 23 Juni 2017

Benarkah Presiden Jokowi Segera Rombak Kabinet ?

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Benarkah Presiden Jokowi Segera Rombak Kabinet ?

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2017 siang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendadak menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di Istana Merdeka, Jakarta ‎

Dukutip dari BeritaSatu, per‎temuan kedua pemimpin RI tersebut disebut-sebut erat kaitannya dengan rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk merombak komposisi Kabinet Kerja, dimana residen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan mengganti sejumlah menteri, di antaranya Menko Bidang Perekonomian Dar‎min Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga,Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki

‎"Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kemungkinan besar akan mengundurkan diri untuk maju pada pilkada Jawa Timur. Presiden telah mengizinkan Ibu Khofifah," ungkap salah seorang sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya

Sumber tersebut menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan maju dalam Pilpres 2019, sehingga diperlukan strategi yang jitu untuk mengamankan perolehan suara di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera

Selain itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga bertekad untuk menyukseskan program Nawacita, sehingga diperlukan menteri yang mampu bekerja ekstra-keras dan cepat

"Kalau Pak Darmin diganti, itu wajar karena kurang gesit dalam menjalankan tugasnya. Kebijakan ekonomi kurang optimal," papar sember tersebut

Sementara itu, rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk me-reshuffle Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara disebut-sebut terkait dengan kegagalan dirinya dalam mengatasi persoalan di dunia maya, seperti penyebaran ujaran kebencian dan anti-Pancasila

"Kalau Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga itu erat kaitannya dengan kinerjanya yang mengecewakan," lanjut sumber tersebut

Sumber itu juga menilai bahwa langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil serta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki tersebut tepat.‎ Kecuali dianggap minim koordinasi, Eko Putro Sandjojo disebut-sebut akan diganti akibat ketidakmampuan dirinya dalam mengawasi anak buah yang berujung pada pengungkapan suap terkait hasil audit laporan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

"Presiden Jokowi tetap akan mengakomodasi figur dari partai‎ politik pendukung pemerintah. Khusus Golkar, kemungkinan tidak akan menambah menterinya di kabinet," ungkap sumber tersebut

Di pihak lain, Sofyan Djalil dinilai gagal dalam memenuhi target sertifikasi ‎5 juta bidang tanah tahun 2017, padahal sertifikasi tanah menjadi target Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah

Saat ini hanya ada 46 juta dari 126 juta bidang tanah yang bersertifikat dan pada tahun 2018 pemerintah menargetkan penyelesaian 7 juta sertifikat dan pada tahun 2019 menargetkan 9 juta sertifikat. Selain itu, Sofyan Djalil juga dinilai gagal dalam menyamaratakan besaran biaya pembuatan sertifikat di tiap daerah

Saat ini biaya pembuatan sertifikat di Pulau Jawa sangat jauh berbeda dengan di daerah lainnya di Pulau Kalimantan dan Papua, dimana di Pulau Jawa biayanya sebesar Rp 250.000,- per meter persegi, sedangkan di Papua, Kalimantan serta wilayah lainnya di kawasan timur Indonesia mencapai Rp 70‎0.000,- per meter persegi


Benarkah Presiden Jokowi Segera Rombak Kabinet ?


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Agama Gajah Mada dan Majapahit yang Sebenarnya Akhirnya Diungkap

1 komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Agama Gajah Mada dan Majapahit yang Sebenarnya Akhirnya Diungkap

Sebagaimana telah diketahui bersama, Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan berkat tulisan Arif Barata yang berjudul "MELURUSKAN SEJARAH!!! Kesultanan Islam Majapahit dan Patih Muslim Gaj Ahmada (Gajah Mada)"di situs Portal Islam, dimana tulisan tersebut mengutip buku "Kasultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi" karya Herman Janutama yang menyatakan bahwa Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan

Reaksi atas tulisan tersebut beragam, namun sebagian besar bernada mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir dan menertawakan tersebut sebenarnya juga tidak dapat menunjukkan dasar argumennya. Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada pada hari Kamis tanggal 22 Juni 2017 Arkeolog Universitas Indonesia Hasan Djafar menuturkan bahwa jika tidak memahami sejarah dan arkeologi, akan sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah mengenai Majapahit

Lebih lanjut, Hasan Djafar menjelaskan bahwa artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan, seperti di Makam Troloyo ada 100-an nisan dengan hiasan tulisan Arab yang berasal dari masa 1203 - 1533 Masehi dan hal tersebut berarti ada sejumlah nisan yang berasal dari masa sebelum berdirinya Majapahit pada tahun 1292. Hal tersebut berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa Islam baru muncul pada akhir kerajaan Majapahit, dimana eksistensi Islam sebelum Majapahit didukung oleh sejumlah catatan

"Ada yang menyebutkan, tahun 1082, sudah ada masyarakat Islam di Gresik," jelas Hasan Djafar

Meski ada artefak berbau Islam, para arkeolog tetap berkeyakinan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara ialah Samudera Pasai dan bukan Majapahit. Meski ditemukan koin dengan tulisan Arab dan nisan dengan kalimat syahadat, hal tersebut tidak cukup untuk menjadi bukti keislaman kerajaan yang berpusat di Trowulan tersebut

"Majapahit tetap bercorak Hindu-Buddha, tecermin dalam peraturan perundang-undangan dan sistem teologinya. Saya tidak melihat benih-benih Islam sedikit pun," tegas Hasan Djafar

Arkeolog dan penulis buku "Catuspatha: Arkeologi Majapahit", yaitu Agus Aris Munandar mengungkapkan bahwa keyakinan bahwa Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha dan hal tersebut didasarkan pada sumber-sumber arkeologi yang sebenarnya memiliki peringkat tersendiri

"Sumber peringkat pertama atau yang paling bisa dipercaya adalah prasasti yang sezaman. Lalu prasasti yang terkait dengan prasasti sezaman itu," ungkap Agus Aris Munandar

Sumber pada peringkat berikutnya ialah data arkeologis berupa monumen, fitur dan artefak bergerak, dimana karya sastra yang sezaman dan yang lebih muda berada pada peringkat yang lebih rendah. Hal lainnya yang dapat menjadi sumber arkeologi ialah berita asing, legenda, mitos, dongeng dan pendapat para ahli

"Kalau ada artefak koin dengan tulisan Arab, itu tidak bisa langsung menghapus kekuatan sumber prasasti lalu dijadikan dasar mengatakan Majapahit kerajaan Islam," lanjut Agus Aris Munandar

Lebih lanjut, Agus Aris Munandar menerangkan bahwa identitas agama Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit dapat dilihat mulai dari prasasti hingga sistem pemerintahan, dimana gelar raja, misalnya, sudah dapat menjadi bukti bahwa Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha

"Raden Wijaya bergelar Krtarajasa Djayawarddhana Anantawikramotunggadewa. Djayawardhana itu sudah jelas Hindu karena artinya keturunan Dewa Wisnu yang bertahta," jelas Agus Aris Munandar

Identitas agama Majapahit juga dapat dilihat dari konsep dewaraja, dimana setiap raja di Majapahit memiliki dewa pujaan pribadi dan saat raja tersebut meninggal, dia diyakini akan bersatu dengan dewanya dan candi yang dibuat pasca meninggalnya raja tersebut akan dihiasi oleh figur sang raja yang digambarkan sebagai dewa pujaannya

"Contoh, Tribhuanottunggadewi itu memuja Dewi Parwati, maka setelah meninggal diwujudkan sebagai dewa itu. Nama pejabat tinggi dalam Majapahit juga menunjukkan corak Hindu dan Buddha. Misalnya, ada Dharmmadyaksa ring Kasaiwan dan Dharmmadyaksa ring Kasogatan. Kasogataan artinya Kebuddhaan. Tidak ada Dharmmadyaksa ring Muslimah atau lainnya," terang Agus Aris Munandar

Bukti lainnya ialah penataan kota Majapahit yang memperhatikan letak gunung yang dipercaya sebagai tempat suci dan corak prasasti. Mengenai surya Majapahit yang diklaim menjadi bukti keislaman kerajaan tersebut, Agus Aris Munandar menuturkan bahwa delapan sinar yang ada pada lambang tersebut sebenarnya ialah tanda arah mata angin, dimana dalam kepercayaan Majapahit, tiap arah angin memiliki dewanya tersendiri

Sinar Majapahit menjadi ciri khas candi-candi peninggalan Majapahit, dimana corak tersebut dijumpai pada batu sungkupnya. Agama Mahapatih Gajah Mada sendiri dipercaya ialah Buddha, dimana bukti penguatnya ialah catatan kitab Negarakertagama yang menyebutkan bahwa setelah pensiun, beliau dianugerahi tanah Kebuddhaan yang bernama Madakarupira dan lokasi tanah tersebut berada di selatan Pasuruan

Menurut Agus Aris Munandar, untuk menafsirkan identitas agama suatu kerajaan, peringkat sumber-sumber arkeologis perlu diperhatikan

"Penulis (Kasultanan Majapahit) kemungkinan tidak mengerti pemeringkatan itu," tutup Agus Aris Munandar


Agama Gajah Mada dan Majapahit yang Sebenarnya Akhirnya Diungkap


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 21 Juni 2017

Kapolri Sebut Penyanderaan Anggaran Polri Berdampak Luas

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kapolri Sebut Penyanderaan Anggaran Polri Berdampak Luas

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara terkait usulan anggota Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mukhamad Misbakhun untuk menahan anggaran Polri jika tidak mau membantu dalam menghadirkan mantan anggota DPR RI Miryam S Haryani ke rapat Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Menurut Jenderal Tito Karnavian, jika penyanderaan anggaran tersebut direalisasikan, akan banyak tugas kepolisian yang terbengkalai, termasuk fungsi utama Polri, yakni melayani masyarakat dan memberikan rasa aman

"Mungkin akan mengorbankan operasi kepolisian kemudian keamanan masyarakat," ungkap Jenderal Tito Karnavian di kompleks PTIK, Jakarta pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2017 malam

Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa menghambat anggaran Polri bukan berdampak pada Kapolri secara personal, melainkan institusi kepolisian secara keseluruhan dan masyarakat juga terkena imbas, karena tidak mendapat perlindungan

"Ini kan bukan Tito pribadi, tapi untuk personel mengamankan rakyat," jelas Jenderal Tito Karnavian

Sebagai info tambahan, Mukhamad Misbakhun sebelumnya mengusulkan agar pembahasan anggaran RAPBN 2018 Kepolisian dan KPK tidak perlu dilakukan, jika Miryam S Haryani tidak dihadirkan ke Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan implikasi dari tidak dibahasnya anggaran RAPBN 2018 Kepolisian dan KPK tersebut ialah anggaran terhadap dua institusi tersebut di tahun 2018 tertahan

"Apabila mereka tidak menjalankan apa yang menjadi amanat UU MD3 maka DPR mempertimbangkan, saya meminta komisi III mempertimbangkan pembahasan anggaran untuk Kepolisian dan KPK (tak dilakukan)," ungkap Mukhamad Misbakhun

Meski demikian, Mukhamad Misbakhun membantah jika usulan tersebut merupakan ancaman kepada Kepolisian dan KPK

"Kami enggak mengancam apa-apa. Kami menggunakan kewenangan kami," tutup Mukhamad Misbakhun


Kapolri Sebut Penyanderaan Anggaran Polri Berdampak Luas


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Polisi Tak Akan Istimewakan Sandiaga Uno dalam Kasus Penggelapan

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polisi Tak Akan Istimewakan Sandiaga Uno dalam Kasus Penggelapan

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan baha pihaknya tetap melanjutkan pengusutan dugaan penggelapan aset berupa tanah di Kabupaten Tangerang tahun 2012 yang melibatkan Sandiaga Uno dan tak akan mengistimewakan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih tersebut meski berstatus sebagai pejabat

"Semua sama di mata hukum," ungkap Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta

Sandiaga Uno dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada tanggal 20 Juni 2017 sebagai saksi, namun beliau tidak dapat hadir dan meminta penundaan pemeriksaan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri, karena Sandiaga Uno telah memiliki jadwal untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan juga karena kuasa hukum Sandiaga Uno sedang berada di luar kota

Kombes Pol Argo Yuwono mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi dari penyidik kapan Sandiaga Uno akan diperiksa

"Belum ada info dari penyidik agenda berikutnya," jelas Kombes Pol Argo Yuwono

Sebagai info tambahan, Sandiaga Uno sebelumnya mengungkapkan bahwa kasus penggelapan tanah yang terjadi pada tahun 2012 tersebut sangat mengada-ada

"Ini kasus yang lama banget dan dicari lagi. Begitu sudah kalah Pilkada enggak bisa terima, akhirnya didorong lagi," ungkap Sandiaga Uno

Politikus Partai Gerindra tersebut berharap agar polisi tidak menutup-nutupi kasus tersebut dan objektif dalam menyelidiki kasus tersebut


Polisi Tak Akan Istimewakan Sandiaga Uno dalam Kasus Penggelapan


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...