78 Ribun Ton Potensi Uranium Indonesia



Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyatakan bahwa potensi uranium di Indonesia tahun 2016 diperkirakan mencapai 78 ribu ton tersebar di beberapa daerah di Tanah Air. Data tersebut dinyatakan oleh Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, ditemui usai membuka Konferensi Internasional South Pacific Environmrntal Radioactivity Assosiation (SPERA) terkait sumber radioaktif di Denpasar, Senin (5/9/2016).

Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, dan sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir (Bapeten), Dr Khoirul Huda M Eng, menyatakan kandungan Uranium di Kabupaten Mamuju tertinggi di Indonesia.

"Hasil penelitian yang telah kami lakukan selama ini cukup mengejutkan. Ini karena semenjak Bapeten melakukan penelitian di Indonesia, ternyata potensi Uranium di Mamuju adalah daerah tertinggi radioaktivitasnya dari kandungan uraium di beberapa provinsi di Indonesia," kata Khoirul di Mamuju, Sabtu (17/3) seperti yang diberitakan Republika.co.id (17/03/2012).


Khoirul mengungkapkan, laju dosis radioaktivitas di Mamuju sama dengan wilayah Pocos de Caldas Brazil yakni 250 nsv per tahun. Secara umum, kondisi radioaktivitas lingkungan di Mamuju berada pada tingkat di atas normal.


Uranium, Bahan Nuklir



Little Boy, bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang berhulu ledak uranium (Sumber: wikipedia)

Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran, yaitu semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Pada masa itu daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo(ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT.


Awan cendawan pengeboman Nagasaki, Jepang, 1945, menjulang sampai 18 km di atas hiposentrum (Sumber: wikipedia)


Saat ini ada delapan negara yang telah berhasil melakukan uji coba senjata nuklir. Lima diantaranya dianggap sebagai "negara dengan senjata nuklir", sebuah status yang diberikan oleh Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty atau NPT). Kelima negara tersebut dalam urutan kepemilikan senjata nuklir adalah: Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, dan Republik Rakyat Cina. 

Di luar kelima negara NPT tersebut, ada tiga negara yang pernah melakukan uji coba nuklir yaitu: India, Pakistan, dan Korea Utara. Israel walaupun tidak mengakui ataupun menyangkal memiliki senjata nuklir, tetapi diyakini memiliki sejumlah senjata nuklir. Sebanyak 200 senjata nuklir pernah dilaporkan berada dalam persenjataannya. Iran juga telah melakukan pengembangan teknologi pengayaan uranium dan dituduh melakukannya untuk keperluan senjata nuklir oleh PBB. Iran bersikeras bahwa pengembangan nuklir mereka adalah untuk keperluan pembangkit tenaga nuklir.

Umumnya bahan bakar nuklir adalah unsur-unsur berat bernomor atom tinggi dan mempunyai kemampuan menyerap neutron yang tinggi. Reaksi nuklir memerlukan inti atom (nucleus) yang mengandung lebih banyak neutron daripada proton. Pada keadaan tidak stabil ini dia akan mengeluarkan partikel-partikel dalam upaya menstabilkan diri. Proses emisi partikel dan gelombang elektromagnetik disebut sebagai radioaktifitas. Zat radioaktif dari atom yang tidak stabil itu adalah radiasi pengion.


Atom-atom yang besar dan berat di alam adalah jenis atom yang tidak stabil, karena itu sangat radiatif. Salah satu contoh atom yang tidak stabil ini adalah uranium. Kalau suatu nucleus dari atom yang tidak stabil menangkap suatu neutron, atom ini akan membelah. Proses ini disebut fisi. 
Proses fisi ini menghasilkan suatu reaksi berantai di mana neutron-neutron yang dilepaskan dari proses fisi akan menambah fisi di dalam, setidaknya terhadap satu nucleus yang lain. Pembelahan ini menghasilkan radiasi sinar gamma, suatu bentuk radiasi nuklir yang mematikan dan mengandung tingkat energi yang sangat tinggi.

1 Kg Uranium = Listrik 1.000 Megawatt 

Sebagaimana diketahui nuklir juga menjadi bahan pembangkit listrik yang kita kenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). 
Thermal Power Plant  Operation pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: energysectornetwork.com)
Energi yang dihasilkan dari proses fisi digunakan untuk memanaskan air agar menjadi uap air. Pada tahap ini, fungsi pembangkit listrik tenaga nuklir sesungguhnya sama saja dengan pembangkit listrik tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak, atau batu bara. Tenaga yang dihasilkan oleh uap air untuk menggerakkan turbin, yang kemudian memberikan tenaga ke suatu generator guna menghasilkan listrik. Semua reaktor nuklir yang menggunakan uap air sebagai penggerak turbin bekerja dengan prinsip serupa. Inilah salah satu manfaat nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik.
Reaktor nuklir bisa dibilang tidak boros bahan bakar karena setiap kilogram (kg) uranium mampu menghasilkan energi listrik setara dengan energi yang dihasilkan oleh 9.000 drum bahan bakar minyak (BBM) atau 3.000 ton batu bara. Sebanyak 1 kg uranium mampu menghasilkan daya 1.000 megawatt (MW) selama satu tahun operasional.[]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »