Inilah Alasan Mengapa Industri Pengolahan Ikan Harus Meningkat Bukan Saja Penenggelaman Kapal Ilegal



Saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/01), Jokowi menyatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan.

"Saya sampaikan kepada Bu Susi dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor ikan karena ekspor kita turun," tuturnya.



Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Badan Pertanahan Nasional 2018


Seperti diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Susi Pudjiastuti sangat melekat dengan kebijakan penenggelaman kapal hasil operasi ilegal fishing. Dikutip dari laman Kompas.com (1/04/2017), dari Oktober 2014 sampai dengan 1 April 2017 sebanyak 317 kapal yang sudah ditenggelamkan.


Dengan keterangan Jokowi ini terlihat bahwa ia meminta KKP juga lebih berkonsentrasi dalam peningkatan ekspor hasil kelautan dan perikanan.

Permintaan Jokowi ini bisa dimaklumi mengingat besarnya potensi perikanan Indonesia.

Menurut Rokhimin Dahuri, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB,  potensi total produksi akuakultur lebih dari 105 juta ton per tahun dan potensi total ekonomi on-farm usaha akuakultur di perairan laut, payau (tambak), dan tawar (darat) lebih dari 202,5 miliar dolar AS per tahun. Angka ini hampir sama dengan APBN 2016.

Dari segi tenaga kerja, menurutnya bisa menyerap tenaga kerja hingga 45 juta orang atau sepertiga dari total angkatan kerja nasional (Republika, 15/11/2016).

Ini hanya dari satu sektor, yaitu akuakultur. Menurut data total potensi maritim Indonesia, meliputi juga energi, minyak, dan transportasi, totalnya bisa mencapai Rp. 15.000 triliun pertahun. [] pujo nugroho

1. http://news.kkp.go.id
2. Biro Pers Setpres

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »