Mengenal Bendungan Raknamo, Bendungan yang Diresmikan Jokowi di Awal 2018


Jokowi ketika meresmikan bendungan Raknamo (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)

Pada Selasa (9/01/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Peresmian ditandai dengan pengisian air ke dalam bendungan. Jokowi berharap Bendungan Raknamo dapat menjadi jawaban dari permasalahan yang dialami masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Kupang, yakni kelangkaan air.

“Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Presiden.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT untuk mengatasi kelangkaan air. 

Satu dari Tujuh Bendungan yang Dibangun di NTT

Masterplan pembangunan Bendungan Raknamo (Sumber: Google)

Dalam rentang waktu 2015-2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tujuh bendungan di Provinsi (NTT). Bendungan Raknamo adalah salah satu tujuh bendungan yang dibangun di NTT. Enam bendungan lainnya adalah:
1. Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, 
2. Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, 
3. Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, 
4. Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Flores, 
5. Bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan 
6. Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Empat bendungan berada di Pulau Timor yakni Bendungan Raknamo, Rotiklot, Manikin, dan Kolhua. Sedangkan tiga lainnya berada di Pulau Flores yakni Bendungan Napun Gete, Temef dan Mbay.

“Biaya pembangunan tujuh bendungan tersebut Rp 5,9 triliun. Sangat penting bagi masyarakat NTT yang kerap mengalami kekurangan air,” kata Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso (Tribunnews, 9/01/2018).



Selesai 13 Bulan Lebih Cepat



Groundbreaking Bendungan Raknamo oleh Jokowi pada Desember 2014 (Sumber foto: Sinarharapan.co)

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam proses pembangunan Bendungan Raknamo. Mengingat hanya dalam waktu tiga tahun sejak dicanangkan pada bulan Desember 2014, Bendungan Raknamo sudah selesai dibangun dan siap untuk digunakan.


"Alhamdulillah pembangunan Bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sekali lagi ini tentu hasil kerja keras siang dan malam dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, kerja keras dari Pak Gubernur dan seluruh bupati dan wali kota yang ada di sekitar bendungan ini," ungkapnya seperti dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (9/01/2018).


Bendungan Raknamo dimulai pembangunannya (groundbreaking) oleh Jokowi pada tanggal 20 Desember 2014 dan diresmikan pengisiannya oleh Kepala Negara pada 9 Januari 2018.
Penyelesaian pembangunan bendungan ini lebih cepat 13 bulan dari target semula yakni Januari 2019.

Berdaya Tampung 14 Juta Meter Kubik

Bendungan Raknamo mempunyai daya tampung 14 juta m3. Secara keseluruhan pembangunan ketujuh bendungan akan menampung 188 juta m3 volume air. 
Presiden menyatakan bahwa Bendungan Raknamo memiliki sejumlah fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Di antaranya menghasilkan air baku sebanyak 0,1 meter kubik per detik, menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW, hingga irigasi 1.250 hektar sawah.

Air Masalah Utama NTT

Presiden Jokowi bersama warga Kupang (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan bahwa masalah utama NTT adalah pasokan air. 
“Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Presiden.
Dengan dibangunnya bendungan-bendungan yang tersebar di NTT Jokowi berharap mampu meningkatkan kemakmuran ekonomi salah satunya melalui pertanian.
"Sehingga masyarakat merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang ada. Dan air itu mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitasnya di sawah-sawah mereka," kata Presiden.

Mewujudkan Nawacita

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika mendampingi Presiden Jokowi


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan bendungan di NTT adalah bentuk nyata perwujudan Nawacita.

"Ini kerja nyata mewujudkan Nawa Cita dalam konteks membangun dari pinggiran dan mendukung ketahanan air dan pangan," ujarnya.[] Pujo Nugroho



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »