Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juli 2017

Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman

Sebagaimana telah diketahui bersama, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati turut hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT G-20 yang berlangsung di Hamburg, Jerman pada tanggal 07-08 Juli 2017, dimana dalam pertemuan tersebut Sri Mulyani Indrawati mengaku baha dirinya gembira atas makin kuatnya kerja sama perpajakan internasional dan peningkatan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak

Hal tersebut disampaikannya melalui postingan di akun resmi Instagram beliau pada hari Sabtu tanggal 08 Juli 2017

"Indonesia akan memanfaatkan kerja sama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya kita meIawan penghindar dan pengemplang pajak. Namun Indonesia juga harus terus melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerja sama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia," tulis Sri Mulyani dalam akun resmi Instagram beliau


Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman


Menurut Sri Mulyani Indrawati, KTT G-20 di Hamburg merupakan pertemuan penting, karena pada saat ekonomi dunia menunjukkan tanda pemulihan yang cukup nyata, negara-negara G-20 yang menguasai lebih dari 75% perekonomian dunia tersebut masih harus menghadapi berbagai risiko, seperti rendahnya produktivitas, peningkatan ketimpangan, peningkatan ketidakseimbangan (imbalances) dan kemungkinan perubahan koreksi harga aset secara mendadak

Berbagai isu tersebut dibahas secara intensif, yaitu dengan cara menghindari kecenderungan proteksionisme serta persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfair trade) antar negara yang dapat mempersulit pemulihan ekonomi global. Isu lainnya yang sangat intens dibahas ialah mengenai perubahan iklim yang dianggap dapat mengancam dunia dan menciptakan resiko bagi generasi anak cucu yang akan datang, dimana hal tersebut dapat terjadi jika dunia tidak melakukan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencegah peningkatan suhu dunia

"Semua negara G20 akan melakukan upaya untuk mengurangi risiko perubahan iklim, meskipun Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Paris untuk mengatasi ancaman perubahan iklim," tutup Sri Mulyani Indrawati


Tanggal 7-8 July 2017, Presiden Jokowi menghadiri pertemuan puncak kepala negara G20 di Hamburg- Jerman. G20 adalah kelompok 20 negara yang menguasai lebih dari 75 persen perekonomian dunia yang dibentuk setelah krisis keuangan dunia pada tahun 2009. Pertemuan di Hamburg merupakan pertemuan penting pada saat yang menentukan dimana ekonomi dunia menunjukkan tanda pemulihan yang cukup nyata, namun masih menghadapi berbagai resiko seperti rendahnya produktivitas, peningkatan ketimpangan, peningkatan ketidakseimbangan (imbalances), dan kemungkinan perubahan koreksi harga aset secara mendadak. Para pemimpin negara G20 membahas secara intensif bagaimana menghindari kecenderungan proteksionisme dan persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfair trade) antar negara yang akan beresiko menghancurkan upaya G20 untuk memperkuat pemulihan ekonomi global. Perkembangan yang sangat menggembirakan dalam pertemuan G20 adalah makin kuatnya kerjasama perpajakan internasional dan peningkatan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak melalui BEPS (Base Erosion Profit Shifting), Perkuatan AEOI -Automatic Exchange of Information (pertukaran informasi perpajakan antar negara). Indonesia akan memanfaatkan kerjasama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya kita melawan penghindar dan pengemplang pajak. Namun Indonesia juga harus terus melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerjasama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia. Issue lain yang sangat intens dibahas adalah mengenai perubahan iklim, yang dianggap dapat mengancam dunia dan menciptakan resiko bagi generasi anak cucu yang akan datang, bila dunia tidak melakukan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencegah peningkatan suhu dunia. Semua negara G20 akan melakukan upaya untuk mengurangi resiko perubahan iklim, meskipun Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Paris untuk mengatasi ancaman perubahan iklim. Sri Mulyani Indrawati
A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 24 Juni 2017

7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai 7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen

Sebagaimana telah diketahui bersama, seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) dipastikan tutup pada akhir bulan Juni 2017 dan banyak penggemar 7-Eleven (Sevel) yang bersedih, bahkan sebagian menuangkan kesedihannya di dunia maya

PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) selaku pemegang master franchise 7-Eleven (Sevel) di Indonesia akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia dan hal tersebut diumumkan oleh PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) pada hari Jumat tanggal 23 Juni 2017


7-Eleven Gulung Tikar, Ini Komentar Netizen


Direktur PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) Chandra Wijaya mengumumkan bahwa terhitung sejak tanggal 30 Juni 2017 seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di bawah manajemen PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) berhenti beroperasi

"Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh perseroan untuk menunjang kegiatan operasional 7-Eleven," tutur Chandra Wijaya

Lebih lanjut, Chandra Wijaya menjelaskan bahwa penutupan seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) sebagai imbas dari batalnya rencana akuisisi seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) beserta aset-asetnya oleh PT. Charoen Pokphand Restu Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Hal tersebut sontak menuai berbagai reaksi yang diutarakan netizen, sebagaimana dapat dilihat di bawah ini




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017

Sebagaimana telah diketahui bersama, seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) akan ditutup terhitung sejak tanggal 30 Juni 2017, karena gagal mendapat tambahan modal menyusul batalnya rencana akuisisi perusahaan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia, padahal modal tersebut direncanakan sebagai modal perusahaan untuk bangkit lagi setelah mengalami kerugian sejak tahun 2015

Salah satu penyebabnya meruginya 7-Eleven (Sevel) ialah tidak seimbangnya antara beban operasional dan pemasukan yang diterima, dimana banyaknya pengunjung yang nongkrong tidak berarti banyak barang yang laku dibeli

7-Eleven (Sevel) memang didesain untuk market anak muda yang suka nongkrong, namun banyak anak muda yang nongkrong tapi hanya jajan sedikit dan menghabiskan waktu yang lumayan lama. Rendahnya belanja anak muda yang nongkrong di 7-Eleven (Sevel) tersebut membuat perolehan penjualan 7-Eleven (Sevel) ikut tergerus, dimana berdasarkan laporan keuangan perusahaan, 7-Eleven (Sevel) hanya mampu mencatat penjualan sebesar Rp 675,3 milliar sepanjang tahun 2016 (turun 23,8% dibanding tahun 2015)

Di sisi lain, beban operasional perusahaan terus membengkak yang terutama dipicu oleh beban biaya listrik dari penggunaan AC, wifi dan biaya sewa tempat yang harus ditanggung pemilik toko ketika pengunjung memakai fasilitas tersebut, belum lagi ada tambahan beban biaya pesangon karyawan sebagai konsekuensi penutupan gerai-gerai 7-Eleven (Sevel) yang performanya buruk

Sepanjang tahun 2016 ada 25 gerai 7-Eleven (Sevel) yang tutup, sehingga di akhir tahun 2016 jumlah gerai 7-Eleven (Sevel) yang tersisa hanya sebanyak 161 unit dan ditambah penutupan 30 gerai 7-Eleven (Sevel) di awal tahun 2017. Akibat perolehan pendapatan yang tidak mampu menutup tingginya beban operasional, 7-Eleven (Sevel) merugi, bahkan kerugian PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) sebagai pemegang merek retail 7-Eleven (Sevel) di Indonesia turut mempengaruhi kinerja keuangan induk perusahaannya, yakni PT. Modern International Tbk (MDRN), dimana PT. Modern International Tbk (MDRN) mencatat kerugian mencapai Rp 638,720 miliar sepanjang tahun 2016 (naik lebih dari 10 kali lipat ketimbang kerugian yang dicatatkan pada tahun 2015 sebesar Rp 54,768 miliar)

Rugi yang terus membengkak hingga tidak diperolehnya suntikan modal tambahan akibat batalnya rencana akuisisi oleh Pt. Charoen Pokphand Indonesia membuat 7-Eleven (Sevel) tidak memiliki banyak pilihan selain menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel)


Seluruh Gerai Sevel Tutup Akhir Bulan Juni 2017


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur

Sebagaimana telah diketahui bersama, PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) mengibarkan bendera putih dalam mengembangkan 7-Eleven (Sevel) di Indonesia, dimana PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) selaku induk usaha 7-Eleven (Sevel) mengumumkan akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia per tanggal 30 Juni 2017

Penutupan gerai 7-Eleven (Sevel) berpengaruh pada kelangsungan nasib para karyawan yang bekerja di 7-Eleven (Sevel) dan berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2016 yang telah diaudit, total karyawan yang dipekerjakan perusahaan mencapai 1.605 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, diantaranya 1.384 orang lulusan SMA, 62 orang lulusan diploma, 145 orang lulusan S1, 2 orang lulusan S2, 7 orang yang berpendidikan SMP dan 5 orang berpendidikan SD. Selain itu, dari 1.605 orang karyawan 7-Eleven (Sevel), 1.194 berstatus karyawan kontrak dan 411 orang berstatus karyawan tetap

1.605 karyawan 7-Eleven (Sevel) tersebut tersebar di seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) yang tersisa yang dimiliki perusahaan dan hingga Desember 2016 jumlah gerasi 7-Eleven (Sevel) di Indonesia sebanyak 161 gerai. Meski demikian saat itu 7-Eleven (Sevel) juga terhantam dengan kebijakan pemerintah yang melarang penjualan minuman beralkohol di tempat-tempat tertentu dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, padahal saat itu bir dan camilan menjadi salah satu produk yang cukup diminati pengunjung 7-Eleven (Sevel), sehingga PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) memutuskan untuk menutup 20 gerai

Pada awal 2017 PT. Modern Sevel Indonesia (MSI) juga kembali menutup 30 gerai 7-Eleven (Sevel), karena gerai yang ditutup tersebut tidak dapat mencapai target yang dicanangkan perusahaan. Awal bulan Maret 2017, Corporate Secretary PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) Tina Novita sempat bercerita bahwa jumlah karyawan 7-Eleven (Sevel) tergantung dari besar kecilnya gerai

"Kalau toko yang kecil jumlah karyawan sekitar 5-7 orang, kalau yang besar sekitar 9-12 orang," cerita Tina Novita kala itu

Penutupan gerai 7-Eleven (Sevel) tersebut juga dilakukan guna mengurangi kerugian akibat beban biaya operasional seperti pajak, listrik dan sewa tempat, sehingga Modern Sevel Indonesia (MSI) melakukan evaluasi ulang atas gerai-gerai yang tidak produktif dan akhirnya PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) mengumumkan akan menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) dan terhitung per tanggal 30 Juni 2017 seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di bawah manajemen PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) akan berhenti beroperasi.

Penutupan seluruh gerai PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) tersebut sebagai imbas dari batalnya rencana akuisisi seluruh gerai PT. Modern Internasional Tbk (MDRN) beserta aset-asetnya oleh PT. Charoen Pokphand Restu Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akibat tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan


Sevel di RI Gulung Tikar, 1.605 Karyawan Terancam Nganggur


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 20 Juni 2017

PLN Dorong Pebisnis Berinvestasi Di Jayapura Dan Nabire

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai PLN Dorong Pebisnis Berinvestasi Di Jayapura Dan Nabire

Sebagaimana telah diketahui bersama, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Papua yang mencapai 9,21 persen di tahun 2016 (data BPS Provinsi Papua), PLN memastikan pasokan listrik di Papua cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi, khususnya di Jayapura dan Nabire

Di akhir tahun 2017 PLN menghitung daya mampu listrik di Jayapura mencapai 143 Megawatt (MW) dan pertumbuhan pelanggan diperkirakan sebesar 84 MW, sehingga terdapat surplus daya sebesar 59 MW

Pada bulan Mei 2017 PLN mencatat beban puncak sistem Jayapura sebesar 71 MW dengan daya mampu 83 MW setelah beroperasinya PLTU 2 Papua Unit-2 sebesar 10 MW dan Unit-1 10 MW yang akan segera beroperasi, sehingga jumlah total dengan selesainya pembangkit mesin gas MPP Jayapura 50 MW pada bulan September 2017, daya mampu Jayapura mencapai 143 MW.

Direktur Bisnis PLN Regional Maluku Papua Haryanto W.S mengungkapkan bahwa kondisi listrik yang surplus tersebut membuka peluang masuknya investasi di Jayapura dengan memanfaatkan pasokan listrik PLN khususnya golongan bisnis atau industri

"Jaminan kecukupan listrik ini menciptakan iklim investasi positif di Papua, juga memacu pertumbuhan bisnis dan industri. Angka surplus 59 MW ini setara dengan penambahan 29.000 pelanggan bisnis baru dengan daya 2.200 Volt Ampere (VA)," ungkap Haryanto W.S

Lebih lanjut, Haryanto W.S menjelaskan bahwa untuk Nabire sebagai salah satu kabupaten yang sedang berkembang di Papua, PLN telah membangun pembangkit listrik mesin gas MPP Nabire 20 MW sejak bulan April 2017 dan akan mulai beroperasi pada bulan Nopember 2017

Beban puncak sistem listrik Nabire pada bulan Mei 2017 sebesar 15 MW, daya mampu 19 MW dengan tambahan 20 MW dari MPP Nabire pada akhir tahun 2017 daya mampu sistem akan mencapai 39 MW. Surplus daya tersebut dapat memasok pelanggan bisnis daya 2.200 VA sebanyak 19.000 pelanggan

"PLN berharap dengan pasokan listrik yang cukup dapat membawa dampak ekonomi yang besar dengan bermunculannya jenis-jenis usaha baru untuk meningkatkan nilai komoditi yang ada di Nabire," tutup Haryanto W.S


PLN Dorong Pebisnis Berinvestasi Di Jayapura Dan Nabire


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...