Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, pasukan militan ISIS di Timur Tengah perlahan-lahan mulai menuju kehancuran, dimana di satu sisi, hal tersebut jelas merupakan kemenangan bagi kemanusiaan, bukan hanya Suriah dan Irak, namun di sisi lain, runtuhnya kekhalifahan gadungan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut juga berisiko menjadi bencana

Didirikan pada tanggal 09 April 2013, kelompok teror tersebut mempunyai misi untuk mendirikan negara Islam dalam versi mereka sendiri dan secara de facto, negara tersebut dapat dikatakan sudah berdiri dan memiliki wilayah serta penduduk, meski didapatkan dengan cara paksa yang brutal. Belum lagi, wilayah yang mereka kuasai di akhir tahun 2014 tersebut sempat mencapai kurang lebih 100 ribu kilometer persegi. Wilayah tersebut dikawal oleh pasukan militan yang siap menjaga kedaulatannya. Tidak ada yang tahu pasti jumlah pasukan tersebut, namun berbagai estimasi menunjukkan angka puluhan hingga ratusan ribu

Turut dibantu oleh jihadis dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, para militan tersebut berhadapan dengan tentara pemerintah Irak dan Suriah serta sejumlah kelompok pemberontak lain yang tidak sepaham dengan ideologi brutal ISIS. Bertempur melawan berbagai pasukan sekaligus, ditambah gempuran koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat sebagai respons pembunuhan wartawan James Foley, kini ISIS telah kehilangan 60 persen dari wilayah yang dikuasainya pada tahun 2014

Di Irak, pemerintah telah resmi menyatakan kemenangan di Mosul (kota tempat Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahannya dan memulai gerakan merebut wilayah negara tersebut), sementara di Suriah, pasukan koalisi telah menembus tembok Rafiqa yang melindungi Raqqa (ibu kota de facto ISIS)

Meski masih ada beberapa wilayah lain yang dikuasai, sifatnya tidak terlalu signifikan dan hilangnya dua titik kunci tersebut menandakan kejatuhan ISIS dan hancurnya kekhalifahan Abu Bakr al-Baghdadi, namun keruntuhan ISIS bukan berarti keberadaan ISIS telah berakhir, namun mereka hanya akan berubah menjadi bentuk yang baru atau mungkin kembali ke bentuk lamanya. Riwayat ISIS berawal dari invasi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, dimana saat itu seorang jihadis bernama Abu Musab al-Zarqawi turut bertempur bersama pendiri Al-Qaeda, yaitu Osama bin Laden. Setelah perang tersebut selesai, Al-Qaeda meneruskan misi untuk melawan dunia Barat dan melancarkan serangkaian aksi teror, termasuk serangan 11 September di Amerika Serikat

Serangan tersebut membuat Negeri Paman Sam mengirimkan pasukannya ke Afghanistan, tempat Osama bin Laden dan Abu Musab al-Zarqawi menjalankan Al-Qaeda pada tahun 2001. Osama bin Laden melarikan diri ke Pakistan, sedangkan Abu Musab al-Zarqawi melarikan diri ke Irak

Sementara Osama bin Laden bersembunyi, Abu Musab al-Zarqawi menjadi militan terkemuka di Irak, karena bertempur dengan hebat melawan Amerika Serikat yang lagi-lagi menginvasi Timur Tengah. Setelah kejatuhan Saddam Hussein pada tahun 2004, Abu Musab al-Zarqawi mendirikan Al-Qaeda di Irak (AQI) yang kemudian menjadi ISI (Negara Islam Irak) dan ISI (Negara Islam Irak) itulah cikal bakal ISIS

Pada tahun 2006 Abu Musab al-Zarqawi tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan negara tersebut meninggalkan Irak pada tahun 2011. Di saat yang sama, gerakan Arab Spring muncul dan Suriah menjadi tidak stabil menyusul tindakan opresif Bashar al-Assad terhadap para demonstran, dimana saat itu Abu Bakr al-Baghdadi melanjutkan jejak Abu Musab al-Zarqawi dan membawa ISI (Negara Islam Irak) mulai memasuki Suriah untuk membantu cabang Al-Qaeda di negara tersebut, yaitu Jabhat al-Nusra

Seiring prosesnya, ISI (Negara Islam Irak) yang bergerak di bawah komando Abu Bakr al-Baghdadi menjadi semakin kuat dan berpengaruh di Suriah hingga akhirnya berdirilah ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Setelah itu, Al-Qaeda sendiri memutuskan hubungan dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), karena kelompok tersebut dinilai terlalu sadis dan dinilai sebagai gerombolan brutal yang seringkali melakukan eksekusi massal. ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) terus berkembang hingga akhirnya mulai jatuh pada tahun 2017

Keruntuhan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tersebut kemungkinan besar akan direspons ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan kembali ke bentuk lamanya, yaitu melakukan serangan-serangan teror ala Al-Qaeda dan tidak akan lagi perang terbuka, karena sudah tidak mempunyai pasukan yang besar dan persenjataan mumpuni. Hal tersebut berisiko menjadi bencana, karena dalam bentuk sel kelompok teror (bukan negara), mereka akan lebih sulit dideteksi dan dapat melakukan serangan dimana saja, termasuk melancarkan aksi teror terhadap warga sipil

Celakanya lagi, serangan teror tersebut mungkin saja tidak hanya terjadi di Irak dan Suriah, dimana saat ini serangkaian aksi teror atas nama ISIS sudah banyak terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka mungkin hanya jaringan sel kecil atau pelaku "lone wolf" (teroris yang bergerak dengan inisiatif sendiri atas alasan ideologis tanpa kaitan langsung dengan organisasinya), namun dengan dukungan para pasukan yang kehilangan wilayah di Timur Tengah tersebut, ancaman yang mereka berikan dapat semakin meningkat

Meski tidak ada angka pasti, hingga tahun 2016 diperkirakan ada 27 ribu warga asing yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Dari angka tersebut diperkirakan ada ratusan warga Indonesia yang turut bertempur di Timur Tengah, termasuk Bahrun Naim yang diyakini menjadi komandan serangan teror Thamrin pada awal tahun 2016

Kehancuran ISIS di Timur Tengah akan memaksa para pasukannya yang berhasil melarikan diri tersebut untuk kembali ke negara masing-masing, ditambah dengan tren serangan teror yang meningkat belakangan ini, gelombang mudik teroris tersebut mungkin memperkuat jaringan di negara asal, belum lagi pengalaman perang yang dibawa oleh para militan tersebut dapat membuat alat-alat teror semakin canggih

Hal tersebut mirip dengan fenomena serangan teror awal tahun 2000-an di Indonesia, dimana Bali dua kali diguncang oleh aksi bom mematikan dan saat itu jaringan Jamaah Islamiyah yang bertanggung jawab atas perbuatan keji tersebut didukung oleh para alumni perang Afghanistan yang berpengalaman untuk membuat bahan peledak dalam skala besar

Ingatlah, Indonesia menjadi bagian dari negara-negara yang terancam oleh risiko bencana teror lebih luas tersebut, sehingga pemerintah harus cepat tanggap


Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 11 Juli 2017

Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan dukungan kepada KPK yang akhir-akhir ini seringkali mendapat serangan. Menurut KH Said Aqil Siroj, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap berjihad melawan korupsi bersama KPK

"NU sudah ada kesepakatan dengan KPK untuk mengadakan jihad melawan korupsi. Walhasil, kami memberikan dukungan moral kepada KPK, yang akhir-akhir ini posisinya sedang terdesak, sedang banyak dikelitikin, banyak dianggap tidak perlu atau kurang berfungsi. Kami tetap mendukung di belakang KPK. Sampai hari ini negara butuh KPK. Karena ini harapan rakyat," tutur KH Said Aqil Siroj di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Meski demikian, dukungan tersebut terlepas dari seluruh manuver Pansus Hak Angket, karena selama korupsi masih ada, Indonesia masih membutuhkan eksistensi KPK

"Lepas dari itu semua, kami di belakang KPK karena rakyat masih membutuhkan. Karena bangsa dan negara masih belum mampu menegakkan hukum dengan fungsi yang ada: kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Makanya sampai sekarang KPK masih dibutuhkan. Nanti kalau sudah clear betul, nggak ada korupsi, baru KPK sudah nggak dibutuhkan," ungkap KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj kemudian segera masuk ke gedung untuk menemui pimpinan KPK, kemudian putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yaitu Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) juga datang dengan tujuan sama

"Saya di sini untuk memberikan dukungan kepada KPK. Kita tidak ingin adanya pelemahan terhadap KPK. Justru kita harus memastikan fungsi dan peran KPK harus diperkuat sehingga cita-cita kita bersama bangsa Indonesia ini untuk tidak ada korupsi di negara ini itu bisa tercapai," ungkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)

Saat ditanya mengenai bentuk dukungan yang disampaikan, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menjawab (sambil terburu-buru masuk menyusul KH Said Aqil Siroj


Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengingat pemerintah tidak dapat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) jika melalui UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Pembubaran ormas radikal Insya Allah besok, ini langsung ditandatangani, akan diumumkan (presiden)," ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Sebagai info tambahan, beberapa waktu lalu, melalui Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Wiranto, pemerintah mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), namun jalan menjadi terjal jika mengacu UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, karena harus melalui pengadilan terlebih dahulu

KH Said Aqil Siraj mengungkapkan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nantinya yang akan mengumumkan diterbitkannya Perppu pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut

"Iya Perppu sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan," jelas KH Said Aqil Siraj

Meski demikian, KH Said Aqil Siraj mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui apa isi perppu tersebut dan apakah menyebut nama ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

"Saya enggak nanya. Kalau kurang saya usul lagi nanti," tutup KH Said Aqil Siraj


Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 10 Juli 2017

Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Sebagaimana telah diketahui bersama, pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah dibacok sekelompok orang tidak dikenal di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur dan polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut

"Kasusnya masih kami selidiki siapa pelakunya, motifnya apa. Yang terpenting, korban diselamatkan dulu," ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Wibowo pada hari Minggu tanggal 09 Juli 2017

Kombes Pol Andri Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari istri Hermansyah terkait kejadian tersebut dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan serta masih dalam pendalaman polisi

"Anggota sudah ke TKP untuk melakukan cek TKP," sambung Kombes Pol Andri Wibowo

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 09 Juli 2017 sekitar pukul 04:00 WIB, dimana saat itu Hermansyah bersama istrinya seorang WNA tersebut beriringan dengan mobil adiknya. Mobil sang adik dipepet oleh mobil pelaku dan Hermansyah yang mengetahui hal tersebut kemudian mencoba menolong adiknya, namun Hermansyah juga dipepet oelh mobil pelaku berjenis sedan. Hermansyah kemudian berhenti dan diminta turun. Begitu turun dari mobil, Begitu turun dari mobil, Hermansyah dibacok oleh pelaku hingga mengalami luka di bagian kepala, leher dan tangannya


Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 09 Juli 2017

Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa pihaknya akan menahan pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhammad Hidayat Simanjutak menyikapi pernyataan Muhamad Hidayat Simanjutak yang menyebut bahwa Komjen Pol Syafruddin tidak profesional dalam menangani laporannya di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa Muhammad Hidayat Simanjutak saat ini juga berstatus tersangka atas kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Metro Jaya

"Iya, kami tahan lagi," tegas Komjen Pol Syafruddin di Jakarta pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Jenderal Polisi bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa penutupan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Kaesang Pangarep tersebut bukan tanpa alasan, namun karena kasus yang dilaporkan Muhammad Hidayat Simanjutak tersebut tidak memenuhi unsur pidana

"Enggak ada pidananya, dia mengada-ada saja. Dia itu tersangka Polri," tegas Komjen Pol Syafruddin

Mantan Kalemdikpol tersebut berharap agar publik tidak terpengaruh dengan pernyataan Muhammad Hidayat Simanjutak, apalagi Muhammad Hidayat Simanjutak berencana melaporkan dirinya ke Komisi Kepolisian Nasional

"Enggak usah didengarkan dia," tutup Komjen Pol Syafruddin

Sebagai info tambahan, Muhammad Hidayat Simanjutak memang tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Komjen Pol Syafruddin ke Dewan Kehormatan Perwira dan Kompolnas menyusul keputusan Komjen Pol Syafruddin untuk tidak menindaklanjuti laporan terkait Kaesang Pangarep

"Kami sedang mengkaji, mempertimbangkan apa yang disampaikan dalam statement Wakapolri belum lama ini yang menyatakan bahwa kasus Kaesang ditutup karena tidak penuhi unsur pidana," jelas Muhammad Hidayat Simanjutak di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Muhammad Hidayat Simanjutak menyebut bahwa keputusan Wakapolri untuk menghentikan kasus Kaesang Pangarep tersebut sebagai keputusan yang tidak profesional, karena Komjen Pol Syafruddin menilai bahwa laporan Muhammad Hidayat Simanjutak hanya mengada-ada

"Saya sebagai pelapor tersinggung dengan ucapan itu. Maka saya balas kalau Bapak Wakapolri jenderal bintang tiga itu bodoh. Bodoh dan mempermalukan wajah polisi di seluruh Indonesia. Memperlihatkan betapa buruk kinerja Polri saat ini dengan statement itu," tutur Muhammad Hidayat Simanjutak

Muhammad Hidayat Simanjutak menuding polisi hanya mencari alasan untuk menutup laporan dugaan kebencian dan penodaan agama yang dilakukan Kaesang Pangarep

Saat ini polisi tidak meneruskan laporan Muhammad Hidayat Simanjutak ke tahap penyelidikan


Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Inilah Sebenarnya Motif Busuk Pelapor Kaesang Pangarep Sering Buat Laporan ke Polisi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Sebenarnya Motif Busuk Pelapor Kaesang Pangarep Sering Buat Laporan ke Polisi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa pelapor Kaesang Pangarep (putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)) ternyata sering melaporkan sejumlah pejabat di Kota Bekasi untuk melakukan pemerasan

Berdasarkan catatan Polres Metro Bekasi, Muhammad Hidayat Simanjuntak telah membuat sebanyak 60 laporan polisi sepanjang tahun 2017, dimana mayoritas sosok terlapor dalam laporan tersebut merupakan pejabat di Kota Bekasi

"(Hidayat) sudah buat 60 laporan, dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi. Nanti didatangi bahwa ini saya sudah laporan loh. Ujung-ujungnya ke arah situ (pemerasan)," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017


A post shared by Kata Kita (@katakitaig) on


Berangkat dari hal tersebut, Polri meragukan kredibilitas Muhammad Hidayat Simanjuntak dalam melaporkan Kaesang Pangarep, karena selain rekam jejak yang kurang baik dalam membuat laporan, Muhammad Hidayat Simanjuntak pun tengah menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, karena menuding Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan memprovokasi kerusuhan saat ada demonstrasi tanggal 4 November 2016

Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan bahwa penyidik kepolisian tidak mau menghabiskan waktu untuk menyelidiki laporan yang mengada-ada tersebut

"Kalau yang lapor kredibilitasnya meyakinkan (tidak masalah), tapi dia tersangka dan yang bersangkutan modusnya seperti itu (untuk pemerasan)," ucap Irjen Pol Setyo Wasisto

Sebagai info tambahan, Muhammad Hidayat Simanjuntak melaporkan Kaesang Pangarep ke Polres Metro Bekasi, karena dugaan penodaan agama dan merendahkan kelompok tertentu dalam masyarakat, dimana dalam videonya, Kaesang Pangarep melontarkan kritik mengenai mengkhafirkan orang lain dan menyebut kata "dasar ndeso"

Nomor pengaduan surat tersebut ialah LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota, dimana Muhammad Hidayat Simanjuntak mengungkapkan bahwa putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut diduga melanggar Pasal 156 a KUHP soal penodaan agama dan Pasal 28 Undang Undang ITE terkait dengan kebencian terhadap golongan tertentu

Di bawah ini merupakan kalimat dalam vlog berjudul "#BapakMintaProyek" yang diunggah Kaesang Pangarep ke YouTube pada tanggal 27 Mei 2017 dan diduga dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Simanjuntak

Kita itu harus kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekkan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain.

Apalagi ada yang enggak mau mensalatkan, padahal sesama muslim, karena punya perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba ?

Dasar ndeso




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Maryoto mengungkapkan bahwa terduga simpatisan ISIS yang diringkus dalam bus di jalan raya Prabumulih menuju Palembang diketahui setelah menyiarkan hal-hal berkaitan organisasi terlarang di media sosial

"Terduga diringkus dalam bus antar kota dalam provinsi saat razia gabungan oleh Polres Muara Enim dan Polda Sumatera Selatan," ungkap Irjen Pol Agung Maryoto di Palembang pada hari Sabtu tanggal 08 Juli 2017

Irjen Pol Agung Maryoto menjelaskan bahwa terduga merupakan warga Kampar Riau dan kini tengah ditahan serta diperiksa polisi

Kronologi penangkapan terjadi pada hari Sabtu tanggal 08 Juli sekitar pukul 15:30 WIB Sabtu oleh jajaran Polsek Gelumbang Muara Enim, dimana polisi merazia kendaraan di jalan raya atau depan kantor polsek setempat, karena polisi mendapat informasi bahwa ada penumpang bus jurusan Prabumulih-Palembang dengan nomor registrasi BG 7713 AU yang diduga simpatisan ISIS berinisial T

Terduga diketahui berusia 24 tahun dan merupakan warga Pekanbaru. Saat razia berlangsung, dia duduk di bagian depan sebelah kiri sopir bus dan tanpa perlawanan, T digelandang ke Polsek Gelumbang, kemudian pada pkl 17:00 WIB dibawa ke Mapolda Sumsel di Palembang


Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 08 Juli 2017

Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah

Sebagaimana telah diketahui bersama, massa gabungan dari ILUNI UI, BEM gabungan UI-IPB-ITB dan massa antikorupsi menggelar aksi menolak hak angket KPK di depan gedung DPR RI serta mengancam akan membuang anggota DPR RI ke dalam gerobak sampah dalam aksi bertemakan "Tolak Intervensi, Berantas Korupsi!"

"Turunkan gerobak sampah itu, kalau misalnya ada anggota DPR yang keluar, kita taruh di sini (gerobak sampah)," ungkap salah seorang orator di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Massa menyediakan satu buah gerobak khusus untuk anggota DPR RI, bahkan sudah ada perwakilan dari massa yang masuk ke gedung DPR RI

"Sudah ada 3 perwakilan masuk ke dalam untuk menemui anggota DPR," ujar Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono di lokasi

Aksi membuang anggota parlemen ke dalam bak sampah sempat dilakukan di Ukraina pada tahun 2014, dimana pria yang dilemparkan ke bak sampah tersebut ialah Vitaly Zhuravsky yang merupakan mantan menteri di kabinet Presiden Viktor Yanukovich dan juga disebut-sebut sebagai salah satu tokoh kontroversial


Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa Muhammad Hidayat Simanjuntak sering melaporkan pihak lain dengan berbagai alasan, dimana salah satu laporannya tersebut ditujukan kepada putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep dengan tuduhan ujaran kebencian SARA dalam vlog yang diunggah ke akun YouTube milik Kaesang Pangarep

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2017 ada sekitar 60 laporan yang dibuat Muhammad Hidayat Simanjuntak

"Ada 60 laporan yang dia buat, yang tidak layak untuk diproses. Rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Lebih lanjut, Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa tiap kali membuat laporan, polisi menanyakan siapa saksi atas laporan tersebut

"Yang lucu ketika ditanya (polisi) saksinya siapa ? (jawaban MH) saksinya istri saya. Jadi, tiap kali ngeliat di internet gitu istrinya dipanggil, 'ini bisa dilaporkan ini'," lanjut Irjen Pol Setyo Wasisto

Kepolisian tidak melanjutkan laporan Irjen Pol Setyo Wasisto terhadap Kaesang Pangarep, karena tidak ditemukan tindak pidana dalam vlog berjudul #BapakMintaProyek tersebut. Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebelumnya menilai bahwa guyonan kata "ndeso" seperti yang diucapkan Kaesang Pangarep tersebut sudah ada sejak lama dan sering dilontarkan oleh masyarakat Indonesia

"Omongan 'ndeso' itu kan ya, saya juga dari kecil sudah dengar omongan 'ndeso', itu guyonan saja," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Kamis tanggal 06 Juli 2017

Menurut Irjen Pol Setyo Wasisto, laporan yang dibuat Muhammad Hidayat Simanjuntak tersebut mengada-ada dan juga menegaskan bahwa dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi harus rasional dan memenuhi unsur pidana


Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 07 Juli 2017

Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ignin membagikan info teraktual mengenai Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi

Sebagaimana telah diketahui bersama, putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep dilaporkan ke polisi, karena diduga melakukan ujaran kebencian SARA di dalam vlog pribadinya, namun PDI Perjuangan menilai bahwa pelaporan tersebut bermuatan politis

Politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat yakin bahwa ada orang yang menyuruh pelapor untuk mempolisikan Kaesang Pangarep, namun dia tidak mau menyebut siapa orang tersebut

"Ya ada orang di belakangnya si pelapor lah. (Ada yang diduga politis ?) Ya iya lah," ungkap Henry Yosodiningrat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Henry Yosodiningrat menyayangkan laporan tersebut, karena Kaesang Pangarep hanya mengapresiasi suara hati atas apapun yang terjadi di Indonesia. Meski demikian, Henry Yosodiningrat menjamin tidak ada intervensi pemerintah maupun PDI Perjuangan kepada polisi yang akan mengusut kasus tersebut

"Iya makanya, orang bebaskan mengemukakan pendapat. Kalau orang yang merasa dirugikan dia berhak melaporkan. Tapi kan polisi juga mempunyai kewenangan yang tak boleh diintervensi untuk melakukan penyelidikan yang dilanjutkan dengan penyidikan kalau memang ada unsur pidana," tutup Henry Yosodiningrat


Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan bahwa pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhamad Hidayat Simanjuntak saat ini berstatus tersangka kasus ujaran kebencian oleh penyidik Polda Metro Jaya, namun penahanan kepada tersangka ditangguhkan

"Kasusnya ujaran kebencian terhadap petinggi Polri," ungkap Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar di Mapolres Metro Bekasi Kota pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti alasan penyidik menangguhkan penahanan terhadap Muhamad Hidayat Simanjuntak, namun kasusnya tetap berjalan di Polda Metro Jaya

"Kalau tidak salah, sekarang masih proses penangguhan karena lebaran," lanjut Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar

Sebagai info tambahan, Muhamad Hidayat Simanjuntak melaporkan akun YouTube Kaesang Pangarep, karena menganggap dalam video yang diunggah tersebut terdapat unsur tindak pidana ujaran kebencian dan salah satu yang dianggap Muhamad Hidayat Simanjuntak merupakan ujaran kebencian ialah ucapan kata "dasar ndeso" kepada suatu golongan


Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan ifno teraktual mengenai Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhammad Hidayat Simanjuntak mengaku bahwa dirinya telah mengedit video yang diunggah akun YouTube Kaesang Pangarep dan menambahkan video tersebut dengan tulisan-tulisan

"Iya saya (yang buat), beberapa waktu lalu, saya lupa hari apa. Diambil dari videonya Kaesang. Kalau yang ada tulisannya itu kan hanya memperkuat, menambahkan teks,” ungkap Muhammad Hidayat Simanjuntak saat ditemui di kediamannya di Bekasi pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Menurut Muhammad Hidayat Simanjuntak, dalam video Kaesang Pangarep yang telah diedit tersebut terdapat tulisan-tulisan yang berisi pendapat hukum sederhana yang menjelaskan adanya enam ujaran kebencian dalam unggahan akun YouTube Kaesang Pangarep

Muhammad Hidayat Simanjuntak juga mengungkapkan bahwa video hasil editan tersebut diunggah ke akun YouTube miliknya bernama Tuan Muda EL dengan judul "Akhirnya anak Jokowi diadukan ke polisi terkait penebar kebencian"

Muhammad Hidayat Simanjuntak melaporkan Kaesang Pangarep ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA, dimana Kaesang Pangarep diduga melakukan ujaran kebencian SARA tersebut melalui vlog berjudul #BapakMintaProyek yang diunggah ke akun YouTube miliknya

Akun YouTube Kaesang Pangarep pun menjadi barang bukti yang diberikan pelapor dan Muhammad Hidayat Simanjuntak mengaku bahwa dirinya membuat laporan tersebut sebagai bentuk kepedulian

"Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian selaku warga negara yang ingin berkontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara, khususnya yang terkait proses penegakan hukum yang berkeadilan," jelas Muhammad Hidayat Simanjuntak

Lebih lanjut, Muhammad Hidayat Simanjuntak berpendapat bahwa Kaesang Pangarep telah melakukan tindakan melontarkan kebencian di media sosial (medsos) yang merupakan tindak kejahatan yang harus diberantas


Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 06 Juli 2017

Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon

Nama Muhammad Hidayat Simanjuntak kini dikenal karena melaporkan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA terkait dengan vlog Kaesang Pangarep yang berjudul "Bapak Minta Proyek"

Muhammad Hidayat Simanjuntak ternyata tidak hanya melaporkan Kaesang Pangarep, namun ada dua orang lainnya yang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Simanjuntak

"Waktu ngelaporin tiga (orang) sekaligus dengan persoalan berbeda dan terlapor yang berbeda," ungkap Muhammad Hidayat Simanjuntak di Perumnas I, Bekasi Selatan, Jawa Barat pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Dua nama lainnya yang dilaporkan pada hari yang sama ialah Ade Armando dan Anto Galon

"Ade Armando yang dosen UI soal ujaran kebencian terhadap FPI. Dia nulis kira-kira isinya 'FPI pengecut. Beraninya keroyokan'. Saya nilai sebagai pidana ujaran kebencian," papar Muhammad Hidayat Simanjuntak

Anto Galon yang dikenal sebagai sutradara film pendek "Kau Adalah Aku Yang Lain" tersebut dilaporkan juga berdasarkan tulisannya di Twitter mengenai yang menyuruh seseorang shalat adalah yang paling berdosa

"Jadi tulisan itu saya nilai sebagai menista Islam. Jadi kalau ada yang nyuruh shalat, maka orang itu yang paling dosa. Seolah-olah shalat itu perbuatan dosa," tutup Muhammad Hidayat Simanjuntak


Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso

Sebagaimana telah diketahui bersama, akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tiba-tiba ramai dikunjungi para pemilik akun Facebook lainnya dan sebagian besar dari mereka mampir hanyasekedar untuk menuliskan kata "ndeso" di bagian komentar. Hampir setiap status atau tautan video oleh akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tersebut ditanggapi dengan kata yang sama dan seringkali tulisan "ndeso" tersebut diulang-ulang hingga satu layar panjangnya. Kadang-kadang tulisan "ndeso" tersebut tercantum bersama foto komedian dan pemandu acara talk show televisi Tukul Arwana




Peristiwa tersebut kemungkinan besar ada kaitannya dengan tindakan seorang warga Bekasi bernama Muhammad Hidayat S yang melaporkan video yang diunggah Kaesang Pangarep (putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)) ke polisi dengan tuduhan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA. Akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tersebut cukup aktif dengan 4.966 teman dan dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar status dan video yang dimuat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, celaan terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran Polri serta pembelaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab

Pada foto cover di atas nama akun terdapat tulisan "Sahabat Muslim, Amar Ma'ruf Nahi Munkar" dan di kolom pekerjaan ditulis "pekerja sosial dan pedagang rongsok" dengan alamat tinggal Bekasi. Dalam video yang dilaporkan Muhammad Hidayat S tersebut, Kaesang Pangarep mengkritik pihak-pihak yang meminta proyek dari orangtua yang bekerja di pemerintahan dan juga mengkritik orang-orang, terutama yang memiliki gelar dan menyelesaikan kuliah di luar negeri, yang kembali ke Indonesia, namun bukan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, namun malah menghancurkan. Mereka disebut Kaesang Pangaep dalam video tersebut dengan "ndeso"

Kaesang Pangarep juga mengkritik pihak-pihak yang mengajarkan anak-anak kecil menyebarkan kebencian, padahal anak-anak tersebut adalah penerus bangsa serta menyebut mereka yang mengajarkan anak-anak kecil menyebarkan kebencian tersebut dengan kata "ndeso"

Kata "ndeso" sendiri dalam bahasa sehari-hari di kalangan komunitas Jawa Tengah kurang lebih bermakna udik, kampungan atau kurangnya pemahaman terhadap tata krama


Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Wakapolri Pastikan Stop Proses Kasus Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakapolri Pastikan Setop Proses Kasus Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengungkapkan bahwa pengaduan kasus dugaan penodaan agama oleh putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep adalah mengada-ngada. Hal tersebut disampaikan oleh Komjen Pol Syafruddin usai jumpa pers bersama dengan pimpinan KPK di Mabes Polri pada tanggal 07 Juli 2017, dimana beliau menuturkan bahwa pihaknya tidak akan menindaklanjuti pengaduan kasus tersebut

"Tidak ada, itu mengada-ngada. Saya tegaskan itu mengada-ngada laporannya. Kita tidak akan tindaklanjuti," ungkap Komjen Pol Syafruddin pada hari Kamis tanggal 05 Juli 2017

Sebagai info tambahan, putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep diadukan ke Polres Metro Bekasi terkait dengan kritik mengenai mengafirkan pihak lain dan kata "dasar ndeso" dalam video yang diunggah ke YouTube. Muhammad Hidayat S selaku sang pelapor menyatakan bahwa pernyataan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut diduga menoda agama dan SARA

Muhammad Hidayat S menuturkan bahwa omongan "dasar ndeso" tersebut sudah didengarnya sejak kecil dan lebih kepada guyonan, Komjen Pol Syafruddin mengungkapkan bahwa polisi harus rasional terkait dengan tindak lanjut pengaduan dari masyarakat

"Tak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti," tutup Komjen Pol Syafruddin


Wakapolri Pastikan Stop Proses Kasus Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 05 Juli 2017

Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin emmbagikan info teraktual mengenai Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi pro kontra mengenai kewenangan diskresi polisi dalam menangani pelaku terorisme dan mengungkap bahwa polisi berwenang melumpuhkan pelaku jika ada aksi yang mengancam nyawa petugas maupun masyarakat umum. Salah satu contohnya, yakni pelaku penusukan polisi di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan yang ditembak di kawasan terminal Blok M, apalagi polisi merupakan target utama teroris, karena dianggap musuh dalam berperang

"Kalau dia menyerah, enak, tapi ini kejar-kejaran 200 meter sambil di mengacung-acungkan sangkur untuk lukai anggota lain," ungkap Jenderal Tito Karnavian di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017

Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa kewenangan diskresi tersebut diatur dalam undang-undang, dimana ada upaya paksa yang boleh dilakukan ketika petugas dalam kondisi terdesak untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan. Selain itu, Jenderal Tito Karnavian juga mengungkapkan bahwa polisi di luar negeri juga memiliki kewenangan serupa

"Kemarin di Inggris polisi di House of Parliament juga yang diserang dengan pisau dan meninggal. Kemudian pelaku ditembak saat itu juga. Aturan internasional bila terjadi incident freed yaitu ancaman seketika yang bisa bahayakan petugas atau masyarakat umum, maka kita bisa melakukan tindakan yang mematikan," cerita Jenderal Tito Karnavian

Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa polisi berupaya agar tindakan yang dilakukan untuk melumpuhkan pelaku tidak sampai mematikan, namun jika posisinya dianggap membahayakan, terpaksa pelaku ditembak hingga tewas. Menurut Jenderal Tito Karnavian, di Amerika pun tidak dikenal tembakan peringatan saat pelaku mengancam petugas kepolisian

"Sepanjang sudah ancam petugas dan masyarakat, dan itu berbahaya, yang kita tembak bukan kakinya. Kita tembak kepalanya. Yang penting ancaman itu berhenti, bagaimana pun caranya," tutup Jenderal Tito Karnavian


Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 04 Juli 2017

Polisi Bentuk Tim Buru Pemasang Bendera ISIS di Kebayoran Lama

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polisi Bentuk Tim Buru Pemasang Bendera ISIS di Kebayoran Lama

Sebagaimana telah diketahui bersama, polisi tengah melalukan penyelidikan terkait dengan pemasangan warna hitam bertuliskan "La ilahailallah" yang identik dengan ISIS di Polsek Kebayoran Lama dan juga sedang mencari orang yang memasang bendera tersebut

"Kita akan melakukan penyelidikan terkait pemasangan bendera yang identik dengan bendera ISIS," ungkap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan di Mapolsek Kebayoran Lama, Jaksel pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017

Tim gabungan Mabes Polri hingga Polsek Kebayoran Lama juga telah dikerahkan untuk mendalami kasus tersebut

"Ya saat ini kita sedang melakukan penyelidikan, tim sudah dibuat dari polda, polres, polsek, juga dari Mabes Polri," lanjut Kombes Pol Iwan Kurniawan

Sebagai info tambahan, sebuah bendera warna hitam bertuliskan "La ilahailallah" yang identik dengan ISIS dipasang di pagar Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sekitar pukul 05:30 WIB oleh orang tak dikenal dan pasca-peristiwa tersebut petugas langsung melakukan patroli serta memeriksa setiap sudut kantor untuk mencari bendera atau benda mencurigakan lainnya

Barang bukti yg diamankan berupa:

1) Bendera warna hitam bertuliskan "La ilahailallah" berukuran kurang lebih 100 cm x 50 cm.

2) Satu botol Aqua satu liter yang didalamnya ada kertas karton warna kuning bertuliskan "Wahai para Anshor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yg menyesatkan itu, berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yg kalian banggakan, yg kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu yg telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yg telah kalian buat, Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di batisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman (QS An Nisa:76) berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulam-ulama kami (Para Muwahidin) yg mempelajari dan mengamalkan tauhid yg dibawa dan diajarkan oleh Rosul kami Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Dan ketahuilah kami akan terus meneror kalian sebagai mana kalian meneror kami (para muwahidin) dan kami akan memburu kalian sebagaimana kalian memburu saudara seiman kami diposo.Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat jakarta ini seperti Marawi.Akan kami gulingkan hukum jahiliyah serta berhala pancasila yg kalian banggakan dan akan kami tinggikan hukum Allah yg mana adil dan sempurna (QS Al Maidah:50) diatas pedang-pedant kami, khilafah islamiyah Ala Minhajin Nubuwah akan segera tegak ditanah air ini Insya Allah Biidznillah"


Polisi Bentuk Tim Buru Pemasang Bendera ISIS di Kebayoran Lama


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, kondisi di Indonesia dikhawatirkan menjadi ikut menyuburkan berkembangnya kelompok militan dan meningkatnya kasus terorisme menjadi ancaman keamanan yang patut diwaspadai. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara dengan Reuters di Istana Negara, Jakarta pada hari Senin tanggal 03 Juli 2017 mengungkapkan bahwa dirinya akan melakukan berbagai hal untuk menangkal bahaya terorisme

Salah satu yang sedang diupayakan ialah Undang-Undang antiteroris baru, dimana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa pemerintah akan melobi parlemen untuk bergerak cepat dalam meloloskan Undang-Undang antiteror terbaru agar proses penangkapan dan penahanan dapat berjalan lebih mudah

"Kami membutuhkan undang-undang ini," ucap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sambil menunjukkan telunjuknya secara tegas ke arah meja di depannya

Keberhasilan kelompok ekstremis merebut wilayah Marawi di wilayah selatan Filipina dianggap sebagai ancaman serius, dimana gerakan yang berporos pada ISIS tersebut dapat menghadirkan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Irak dan Suriah ke Asia Tenggara. Fenomena di Marawi menjadi peringatan keamanan bahwa ISIS tengah berupaya mendirikan benteng di Indonesia

Pejabat Filipina menyebutkan bahwa terdapat warga negara Indonesia serta Malaysia yang tergabung dalam militan yang menyerang Marawi dan sudah lebih dari enam minggu kelompok tersebut mampu merepotkan militer Filipina

"ISIS tidak punya tempat di Indonesia," tegas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Berbagai upaya juga dilakukan, di antaranya dengan melakukan patroli maritim gabungan antara Indonesia, Filipina dan Malaysia di wilayah ketiga negara tersebut. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mengaku bahwa beliau telah mendiskusikan kerja sama melalui sambungan telepon dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte beberapa waktu lalu

"Lembaga keamanan dan intelijen kami terus bekerja keras untuk melawan ancaman ini. Kami juga terus mempromosikan nilai-nilai Islam moderat, dan ketika berbicara dengan Presiden Duterte pekan lalu saya bicara 'masalah Anda adalah masalah saya'," tutup Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)


Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Polisi Tak Ambil Pusing Ancaman Revolusi Rizieq Shihab

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polisi Tak Ambil Pusing Ancaman Revolusi Rizieq Shihab

Sebagaimana telah diketahui bersama, Polda Metro Jaya tidak ambil pusing terkait ancaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menawarkan dua pilihan, yakni rekonsiliasi dan revolusi. Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengaku bahwa pihaknya tidak gentar dengan ultimatum tersebut dan terus melanjutkan pengusutan kasus yang melibatkan Rizieq Shihab

"Nyatanya kemarin kami periksa (saksi-saksi) lagi. Bukan enggak ambil pusing, memang sudah tugasnya," ungkap Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada hari Senin tanggal 03 Juli 2017

Dalam pilihan rekonsiliasi, Rizieq Shihab meminta agar seluruh kriminalisasi yang ditudingkan kepada para ulama dan aktivis dihentikan. Jika tidak, Rizieq Shihab memperingatkan akan adanya revolusi. Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan bahwa polisi tidak ingin ikut campur dalam hal politik enghentian penyidikan kasus wajib dengan alasan yang jelas

"Ya namanya SP3 suatu kasus ada aturannya, bahwa itu sudah kedaluwarsa, tak cukup bukti, atau tersangka meninggal dunia, itu kan ada aturannya. Kita tak akan mencampuri urusan politik ya," tegas Kombes Pol Argo Yuwono


Polisi Tak Ambil Pusing Ancaman Revolusi Rizieq Shihab


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 03 Juli 2017

Wanita Irak Ini Penggal dan Rebus Kepala Anggota ISIS

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wanita Irak Ini Penggal dan Rebus Kepala Anggota ISIS

Sebagaimana telah diketahui bersama, seorang perempuan Irak mengklaim sebagai salah seorang yang paling ditakuti ISIS dan seringkali mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok tersebut. Wahida Mohamed Al-Jumaily (39 tahun) menceritakan bahwa dia pernah memenggal beberapa anggota ISIS dan memasak kepala orang tersebut sebagai bentuk pembalasan setelah ISIS membunuh seluruh anggota keluarganya. ISIS membunuh suami kedua Wahida Mohamed Al-Jumaily awal tahun 2017 dan juga ayah serta tiga saudara laki-laki Wahida Mohamed Al-Jumaily

Lebih akrab dikenal dengan nama Um Hanadi, perempuan tersebut memimpin milisi beranggotakan 70 orang yang ikut bertempur untuk membebaskan kota Shirqat yang berjarak 80 kilometer dari basis terkuat ISIS di Irak, yaitu Mosul

"Saya memerangi mereka, saya memenggal mereka, saya memasak kepala mereka dan saya membakar jasad mereka," ungkap Wahida Mohamed Al-Jumaily

Pemimpin milisi yang menggambarkan dirinya sebagai seorang ibu rumah tangga tersebut juga telah mempublikasikan beberapa foto di Facebook yang memperlihatkan dirinya membawa potongan kepala seorang anggota ISIS, bahkan dalam foto lainnya dia memperlihatkan adegan yang lebih sadis, yaitu Wahida Mohamed Al-Jumaily yang tengah memasak dua kepala anggota ISIS di dalam sebuah panci. Foto ketiga memperlihatkan Wahida Mohamed Al-Jumaily yang berdiri di antara beberapa jasad tanpa kepala yang telah hangus terbakar

Wahida Mohamed Al-Jumaily mengungkapkan bahwa dia telah berulang kali menerima ancaman kematian dari para anggota hingga petinggi ISIS

"Bahkan termasuk dari Abu Bakr al-Baghdadi. Saya ada di daftar teratas target pembunuhan mereka, lebih tinggi ketimbang perdana menteri. Enam kali ISIS mencoba membunuh saya. Kepala dan kaki saya pernah terkena serpihan peledak, tulang rusuk saya patah, tapi semuanya tak bisa menghentikan saya untuk terus bertempur," ungkap Wahida Mohamed Al-Jumaily sambil mengangkat hijab untuk memperlihatkan bekas luka di kepalanya

Wahida Mohamed Al-Jumaily mulai memerangi kelompok militan bersama pasukan Irak dan koalisi pada tahun 2004 dalam perang melawan Al Qaeda dan kemudian ISIS. Belum lama ini Wahida Mohamed Al-Jumaily memimpin milisinya membantu pasukan pemerintah Irak untuk mengusir ISIS dari kota Shirqat, dimana keterlibatan Wahida Mohamed Al-Jumaily dan milisinya tersebut diakui Jenderal Jamaa Anad (komandan pasukan Irak di provinsi Salahhuddin)

Kepada CNN, Jenderal Jamaa Anad mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kendaraan dan persenjataan untuk milisi pimpinan Wahida Mohamed Al-Jumaily

"Dia kehilangan saudara-saudara dan kedua suaminya. Sehingga dipicu dendam dia membentuk milisinya sendiri," ujar Jenderal Jamaa Anad


Wanita Irak Ini Penggal dan Rebus Kepala Anggota ISIS


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...