Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, pasukan militan ISIS di Timur Tengah perlahan-lahan mulai menuju kehancuran, dimana di satu sisi, hal tersebut jelas merupakan kemenangan bagi kemanusiaan, bukan hanya Suriah dan Irak, namun di sisi lain, runtuhnya kekhalifahan gadungan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut juga berisiko menjadi bencana

Didirikan pada tanggal 09 April 2013, kelompok teror tersebut mempunyai misi untuk mendirikan negara Islam dalam versi mereka sendiri dan secara de facto, negara tersebut dapat dikatakan sudah berdiri dan memiliki wilayah serta penduduk, meski didapatkan dengan cara paksa yang brutal. Belum lagi, wilayah yang mereka kuasai di akhir tahun 2014 tersebut sempat mencapai kurang lebih 100 ribu kilometer persegi. Wilayah tersebut dikawal oleh pasukan militan yang siap menjaga kedaulatannya. Tidak ada yang tahu pasti jumlah pasukan tersebut, namun berbagai estimasi menunjukkan angka puluhan hingga ratusan ribu

Turut dibantu oleh jihadis dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, para militan tersebut berhadapan dengan tentara pemerintah Irak dan Suriah serta sejumlah kelompok pemberontak lain yang tidak sepaham dengan ideologi brutal ISIS. Bertempur melawan berbagai pasukan sekaligus, ditambah gempuran koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat sebagai respons pembunuhan wartawan James Foley, kini ISIS telah kehilangan 60 persen dari wilayah yang dikuasainya pada tahun 2014

Di Irak, pemerintah telah resmi menyatakan kemenangan di Mosul (kota tempat Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahannya dan memulai gerakan merebut wilayah negara tersebut), sementara di Suriah, pasukan koalisi telah menembus tembok Rafiqa yang melindungi Raqqa (ibu kota de facto ISIS)

Meski masih ada beberapa wilayah lain yang dikuasai, sifatnya tidak terlalu signifikan dan hilangnya dua titik kunci tersebut menandakan kejatuhan ISIS dan hancurnya kekhalifahan Abu Bakr al-Baghdadi, namun keruntuhan ISIS bukan berarti keberadaan ISIS telah berakhir, namun mereka hanya akan berubah menjadi bentuk yang baru atau mungkin kembali ke bentuk lamanya. Riwayat ISIS berawal dari invasi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, dimana saat itu seorang jihadis bernama Abu Musab al-Zarqawi turut bertempur bersama pendiri Al-Qaeda, yaitu Osama bin Laden. Setelah perang tersebut selesai, Al-Qaeda meneruskan misi untuk melawan dunia Barat dan melancarkan serangkaian aksi teror, termasuk serangan 11 September di Amerika Serikat

Serangan tersebut membuat Negeri Paman Sam mengirimkan pasukannya ke Afghanistan, tempat Osama bin Laden dan Abu Musab al-Zarqawi menjalankan Al-Qaeda pada tahun 2001. Osama bin Laden melarikan diri ke Pakistan, sedangkan Abu Musab al-Zarqawi melarikan diri ke Irak

Sementara Osama bin Laden bersembunyi, Abu Musab al-Zarqawi menjadi militan terkemuka di Irak, karena bertempur dengan hebat melawan Amerika Serikat yang lagi-lagi menginvasi Timur Tengah. Setelah kejatuhan Saddam Hussein pada tahun 2004, Abu Musab al-Zarqawi mendirikan Al-Qaeda di Irak (AQI) yang kemudian menjadi ISI (Negara Islam Irak) dan ISI (Negara Islam Irak) itulah cikal bakal ISIS

Pada tahun 2006 Abu Musab al-Zarqawi tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan negara tersebut meninggalkan Irak pada tahun 2011. Di saat yang sama, gerakan Arab Spring muncul dan Suriah menjadi tidak stabil menyusul tindakan opresif Bashar al-Assad terhadap para demonstran, dimana saat itu Abu Bakr al-Baghdadi melanjutkan jejak Abu Musab al-Zarqawi dan membawa ISI (Negara Islam Irak) mulai memasuki Suriah untuk membantu cabang Al-Qaeda di negara tersebut, yaitu Jabhat al-Nusra

Seiring prosesnya, ISI (Negara Islam Irak) yang bergerak di bawah komando Abu Bakr al-Baghdadi menjadi semakin kuat dan berpengaruh di Suriah hingga akhirnya berdirilah ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Setelah itu, Al-Qaeda sendiri memutuskan hubungan dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), karena kelompok tersebut dinilai terlalu sadis dan dinilai sebagai gerombolan brutal yang seringkali melakukan eksekusi massal. ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) terus berkembang hingga akhirnya mulai jatuh pada tahun 2017

Keruntuhan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tersebut kemungkinan besar akan direspons ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan kembali ke bentuk lamanya, yaitu melakukan serangan-serangan teror ala Al-Qaeda dan tidak akan lagi perang terbuka, karena sudah tidak mempunyai pasukan yang besar dan persenjataan mumpuni. Hal tersebut berisiko menjadi bencana, karena dalam bentuk sel kelompok teror (bukan negara), mereka akan lebih sulit dideteksi dan dapat melakukan serangan dimana saja, termasuk melancarkan aksi teror terhadap warga sipil

Celakanya lagi, serangan teror tersebut mungkin saja tidak hanya terjadi di Irak dan Suriah, dimana saat ini serangkaian aksi teror atas nama ISIS sudah banyak terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka mungkin hanya jaringan sel kecil atau pelaku "lone wolf" (teroris yang bergerak dengan inisiatif sendiri atas alasan ideologis tanpa kaitan langsung dengan organisasinya), namun dengan dukungan para pasukan yang kehilangan wilayah di Timur Tengah tersebut, ancaman yang mereka berikan dapat semakin meningkat

Meski tidak ada angka pasti, hingga tahun 2016 diperkirakan ada 27 ribu warga asing yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Dari angka tersebut diperkirakan ada ratusan warga Indonesia yang turut bertempur di Timur Tengah, termasuk Bahrun Naim yang diyakini menjadi komandan serangan teror Thamrin pada awal tahun 2016

Kehancuran ISIS di Timur Tengah akan memaksa para pasukannya yang berhasil melarikan diri tersebut untuk kembali ke negara masing-masing, ditambah dengan tren serangan teror yang meningkat belakangan ini, gelombang mudik teroris tersebut mungkin memperkuat jaringan di negara asal, belum lagi pengalaman perang yang dibawa oleh para militan tersebut dapat membuat alat-alat teror semakin canggih

Hal tersebut mirip dengan fenomena serangan teror awal tahun 2000-an di Indonesia, dimana Bali dua kali diguncang oleh aksi bom mematikan dan saat itu jaringan Jamaah Islamiyah yang bertanggung jawab atas perbuatan keji tersebut didukung oleh para alumni perang Afghanistan yang berpengalaman untuk membuat bahan peledak dalam skala besar

Ingatlah, Indonesia menjadi bagian dari negara-negara yang terancam oleh risiko bencana teror lebih luas tersebut, sehingga pemerintah harus cepat tanggap


Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 11 Juli 2017

Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan dukungan kepada KPK yang akhir-akhir ini seringkali mendapat serangan. Menurut KH Said Aqil Siroj, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap berjihad melawan korupsi bersama KPK

"NU sudah ada kesepakatan dengan KPK untuk mengadakan jihad melawan korupsi. Walhasil, kami memberikan dukungan moral kepada KPK, yang akhir-akhir ini posisinya sedang terdesak, sedang banyak dikelitikin, banyak dianggap tidak perlu atau kurang berfungsi. Kami tetap mendukung di belakang KPK. Sampai hari ini negara butuh KPK. Karena ini harapan rakyat," tutur KH Said Aqil Siroj di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Meski demikian, dukungan tersebut terlepas dari seluruh manuver Pansus Hak Angket, karena selama korupsi masih ada, Indonesia masih membutuhkan eksistensi KPK

"Lepas dari itu semua, kami di belakang KPK karena rakyat masih membutuhkan. Karena bangsa dan negara masih belum mampu menegakkan hukum dengan fungsi yang ada: kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Makanya sampai sekarang KPK masih dibutuhkan. Nanti kalau sudah clear betul, nggak ada korupsi, baru KPK sudah nggak dibutuhkan," ungkap KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj kemudian segera masuk ke gedung untuk menemui pimpinan KPK, kemudian putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yaitu Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) juga datang dengan tujuan sama

"Saya di sini untuk memberikan dukungan kepada KPK. Kita tidak ingin adanya pelemahan terhadap KPK. Justru kita harus memastikan fungsi dan peran KPK harus diperkuat sehingga cita-cita kita bersama bangsa Indonesia ini untuk tidak ada korupsi di negara ini itu bisa tercapai," ungkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)

Saat ditanya mengenai bentuk dukungan yang disampaikan, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menjawab (sambil terburu-buru masuk menyusul KH Said Aqil Siroj


Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengingat pemerintah tidak dapat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) jika melalui UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Pembubaran ormas radikal Insya Allah besok, ini langsung ditandatangani, akan diumumkan (presiden)," ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Sebagai info tambahan, beberapa waktu lalu, melalui Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Wiranto, pemerintah mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), namun jalan menjadi terjal jika mengacu UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, karena harus melalui pengadilan terlebih dahulu

KH Said Aqil Siraj mengungkapkan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nantinya yang akan mengumumkan diterbitkannya Perppu pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut

"Iya Perppu sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan," jelas KH Said Aqil Siraj

Meski demikian, KH Said Aqil Siraj mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui apa isi perppu tersebut dan apakah menyebut nama ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

"Saya enggak nanya. Kalau kurang saya usul lagi nanti," tutup KH Said Aqil Siraj


Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 10 Juli 2017

Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Sebagaimana telah diketahui bersama, pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah dibacok sekelompok orang tidak dikenal di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur dan polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut

"Kasusnya masih kami selidiki siapa pelakunya, motifnya apa. Yang terpenting, korban diselamatkan dulu," ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Wibowo pada hari Minggu tanggal 09 Juli 2017

Kombes Pol Andri Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari istri Hermansyah terkait kejadian tersebut dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan serta masih dalam pendalaman polisi

"Anggota sudah ke TKP untuk melakukan cek TKP," sambung Kombes Pol Andri Wibowo

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 09 Juli 2017 sekitar pukul 04:00 WIB, dimana saat itu Hermansyah bersama istrinya seorang WNA tersebut beriringan dengan mobil adiknya. Mobil sang adik dipepet oleh mobil pelaku dan Hermansyah yang mengetahui hal tersebut kemudian mencoba menolong adiknya, namun Hermansyah juga dipepet oelh mobil pelaku berjenis sedan. Hermansyah kemudian berhenti dan diminta turun. Begitu turun dari mobil, Begitu turun dari mobil, Hermansyah dibacok oleh pelaku hingga mengalami luka di bagian kepala, leher dan tangannya


Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 09 Juli 2017

Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa pihaknya akan menahan pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhammad Hidayat Simanjutak menyikapi pernyataan Muhamad Hidayat Simanjutak yang menyebut bahwa Komjen Pol Syafruddin tidak profesional dalam menangani laporannya di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa Muhammad Hidayat Simanjutak saat ini juga berstatus tersangka atas kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Metro Jaya

"Iya, kami tahan lagi," tegas Komjen Pol Syafruddin di Jakarta pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Jenderal Polisi bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa penutupan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Kaesang Pangarep tersebut bukan tanpa alasan, namun karena kasus yang dilaporkan Muhammad Hidayat Simanjutak tersebut tidak memenuhi unsur pidana

"Enggak ada pidananya, dia mengada-ada saja. Dia itu tersangka Polri," tegas Komjen Pol Syafruddin

Mantan Kalemdikpol tersebut berharap agar publik tidak terpengaruh dengan pernyataan Muhammad Hidayat Simanjutak, apalagi Muhammad Hidayat Simanjutak berencana melaporkan dirinya ke Komisi Kepolisian Nasional

"Enggak usah didengarkan dia," tutup Komjen Pol Syafruddin

Sebagai info tambahan, Muhammad Hidayat Simanjutak memang tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Komjen Pol Syafruddin ke Dewan Kehormatan Perwira dan Kompolnas menyusul keputusan Komjen Pol Syafruddin untuk tidak menindaklanjuti laporan terkait Kaesang Pangarep

"Kami sedang mengkaji, mempertimbangkan apa yang disampaikan dalam statement Wakapolri belum lama ini yang menyatakan bahwa kasus Kaesang ditutup karena tidak penuhi unsur pidana," jelas Muhammad Hidayat Simanjutak di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Muhammad Hidayat Simanjutak menyebut bahwa keputusan Wakapolri untuk menghentikan kasus Kaesang Pangarep tersebut sebagai keputusan yang tidak profesional, karena Komjen Pol Syafruddin menilai bahwa laporan Muhammad Hidayat Simanjutak hanya mengada-ada

"Saya sebagai pelapor tersinggung dengan ucapan itu. Maka saya balas kalau Bapak Wakapolri jenderal bintang tiga itu bodoh. Bodoh dan mempermalukan wajah polisi di seluruh Indonesia. Memperlihatkan betapa buruk kinerja Polri saat ini dengan statement itu," tutur Muhammad Hidayat Simanjutak

Muhammad Hidayat Simanjutak menuding polisi hanya mencari alasan untuk menutup laporan dugaan kebencian dan penodaan agama yang dilakukan Kaesang Pangarep

Saat ini polisi tidak meneruskan laporan Muhammad Hidayat Simanjutak ke tahap penyelidikan


Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...