Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label macan asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label macan asia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, pasukan militan ISIS di Timur Tengah perlahan-lahan mulai menuju kehancuran, dimana di satu sisi, hal tersebut jelas merupakan kemenangan bagi kemanusiaan, bukan hanya Suriah dan Irak, namun di sisi lain, runtuhnya kekhalifahan gadungan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut juga berisiko menjadi bencana

Didirikan pada tanggal 09 April 2013, kelompok teror tersebut mempunyai misi untuk mendirikan negara Islam dalam versi mereka sendiri dan secara de facto, negara tersebut dapat dikatakan sudah berdiri dan memiliki wilayah serta penduduk, meski didapatkan dengan cara paksa yang brutal. Belum lagi, wilayah yang mereka kuasai di akhir tahun 2014 tersebut sempat mencapai kurang lebih 100 ribu kilometer persegi. Wilayah tersebut dikawal oleh pasukan militan yang siap menjaga kedaulatannya. Tidak ada yang tahu pasti jumlah pasukan tersebut, namun berbagai estimasi menunjukkan angka puluhan hingga ratusan ribu

Turut dibantu oleh jihadis dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, para militan tersebut berhadapan dengan tentara pemerintah Irak dan Suriah serta sejumlah kelompok pemberontak lain yang tidak sepaham dengan ideologi brutal ISIS. Bertempur melawan berbagai pasukan sekaligus, ditambah gempuran koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat sebagai respons pembunuhan wartawan James Foley, kini ISIS telah kehilangan 60 persen dari wilayah yang dikuasainya pada tahun 2014

Di Irak, pemerintah telah resmi menyatakan kemenangan di Mosul (kota tempat Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahannya dan memulai gerakan merebut wilayah negara tersebut), sementara di Suriah, pasukan koalisi telah menembus tembok Rafiqa yang melindungi Raqqa (ibu kota de facto ISIS)

Meski masih ada beberapa wilayah lain yang dikuasai, sifatnya tidak terlalu signifikan dan hilangnya dua titik kunci tersebut menandakan kejatuhan ISIS dan hancurnya kekhalifahan Abu Bakr al-Baghdadi, namun keruntuhan ISIS bukan berarti keberadaan ISIS telah berakhir, namun mereka hanya akan berubah menjadi bentuk yang baru atau mungkin kembali ke bentuk lamanya. Riwayat ISIS berawal dari invasi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, dimana saat itu seorang jihadis bernama Abu Musab al-Zarqawi turut bertempur bersama pendiri Al-Qaeda, yaitu Osama bin Laden. Setelah perang tersebut selesai, Al-Qaeda meneruskan misi untuk melawan dunia Barat dan melancarkan serangkaian aksi teror, termasuk serangan 11 September di Amerika Serikat

Serangan tersebut membuat Negeri Paman Sam mengirimkan pasukannya ke Afghanistan, tempat Osama bin Laden dan Abu Musab al-Zarqawi menjalankan Al-Qaeda pada tahun 2001. Osama bin Laden melarikan diri ke Pakistan, sedangkan Abu Musab al-Zarqawi melarikan diri ke Irak

Sementara Osama bin Laden bersembunyi, Abu Musab al-Zarqawi menjadi militan terkemuka di Irak, karena bertempur dengan hebat melawan Amerika Serikat yang lagi-lagi menginvasi Timur Tengah. Setelah kejatuhan Saddam Hussein pada tahun 2004, Abu Musab al-Zarqawi mendirikan Al-Qaeda di Irak (AQI) yang kemudian menjadi ISI (Negara Islam Irak) dan ISI (Negara Islam Irak) itulah cikal bakal ISIS

Pada tahun 2006 Abu Musab al-Zarqawi tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan negara tersebut meninggalkan Irak pada tahun 2011. Di saat yang sama, gerakan Arab Spring muncul dan Suriah menjadi tidak stabil menyusul tindakan opresif Bashar al-Assad terhadap para demonstran, dimana saat itu Abu Bakr al-Baghdadi melanjutkan jejak Abu Musab al-Zarqawi dan membawa ISI (Negara Islam Irak) mulai memasuki Suriah untuk membantu cabang Al-Qaeda di negara tersebut, yaitu Jabhat al-Nusra

Seiring prosesnya, ISI (Negara Islam Irak) yang bergerak di bawah komando Abu Bakr al-Baghdadi menjadi semakin kuat dan berpengaruh di Suriah hingga akhirnya berdirilah ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Setelah itu, Al-Qaeda sendiri memutuskan hubungan dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), karena kelompok tersebut dinilai terlalu sadis dan dinilai sebagai gerombolan brutal yang seringkali melakukan eksekusi massal. ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) terus berkembang hingga akhirnya mulai jatuh pada tahun 2017

Keruntuhan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tersebut kemungkinan besar akan direspons ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan kembali ke bentuk lamanya, yaitu melakukan serangan-serangan teror ala Al-Qaeda dan tidak akan lagi perang terbuka, karena sudah tidak mempunyai pasukan yang besar dan persenjataan mumpuni. Hal tersebut berisiko menjadi bencana, karena dalam bentuk sel kelompok teror (bukan negara), mereka akan lebih sulit dideteksi dan dapat melakukan serangan dimana saja, termasuk melancarkan aksi teror terhadap warga sipil

Celakanya lagi, serangan teror tersebut mungkin saja tidak hanya terjadi di Irak dan Suriah, dimana saat ini serangkaian aksi teror atas nama ISIS sudah banyak terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka mungkin hanya jaringan sel kecil atau pelaku "lone wolf" (teroris yang bergerak dengan inisiatif sendiri atas alasan ideologis tanpa kaitan langsung dengan organisasinya), namun dengan dukungan para pasukan yang kehilangan wilayah di Timur Tengah tersebut, ancaman yang mereka berikan dapat semakin meningkat

Meski tidak ada angka pasti, hingga tahun 2016 diperkirakan ada 27 ribu warga asing yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Dari angka tersebut diperkirakan ada ratusan warga Indonesia yang turut bertempur di Timur Tengah, termasuk Bahrun Naim yang diyakini menjadi komandan serangan teror Thamrin pada awal tahun 2016

Kehancuran ISIS di Timur Tengah akan memaksa para pasukannya yang berhasil melarikan diri tersebut untuk kembali ke negara masing-masing, ditambah dengan tren serangan teror yang meningkat belakangan ini, gelombang mudik teroris tersebut mungkin memperkuat jaringan di negara asal, belum lagi pengalaman perang yang dibawa oleh para militan tersebut dapat membuat alat-alat teror semakin canggih

Hal tersebut mirip dengan fenomena serangan teror awal tahun 2000-an di Indonesia, dimana Bali dua kali diguncang oleh aksi bom mematikan dan saat itu jaringan Jamaah Islamiyah yang bertanggung jawab atas perbuatan keji tersebut didukung oleh para alumni perang Afghanistan yang berpengalaman untuk membuat bahan peledak dalam skala besar

Ingatlah, Indonesia menjadi bagian dari negara-negara yang terancam oleh risiko bencana teror lebih luas tersebut, sehingga pemerintah harus cepat tanggap


Kehancuran ISIS Bisa Jadi Bencana bagi Indonesia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 11 Juli 2017

Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan dukungan kepada KPK yang akhir-akhir ini seringkali mendapat serangan. Menurut KH Said Aqil Siroj, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap berjihad melawan korupsi bersama KPK

"NU sudah ada kesepakatan dengan KPK untuk mengadakan jihad melawan korupsi. Walhasil, kami memberikan dukungan moral kepada KPK, yang akhir-akhir ini posisinya sedang terdesak, sedang banyak dikelitikin, banyak dianggap tidak perlu atau kurang berfungsi. Kami tetap mendukung di belakang KPK. Sampai hari ini negara butuh KPK. Karena ini harapan rakyat," tutur KH Said Aqil Siroj di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Meski demikian, dukungan tersebut terlepas dari seluruh manuver Pansus Hak Angket, karena selama korupsi masih ada, Indonesia masih membutuhkan eksistensi KPK

"Lepas dari itu semua, kami di belakang KPK karena rakyat masih membutuhkan. Karena bangsa dan negara masih belum mampu menegakkan hukum dengan fungsi yang ada: kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Makanya sampai sekarang KPK masih dibutuhkan. Nanti kalau sudah clear betul, nggak ada korupsi, baru KPK sudah nggak dibutuhkan," ungkap KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj kemudian segera masuk ke gedung untuk menemui pimpinan KPK, kemudian putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yaitu Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) juga datang dengan tujuan sama

"Saya di sini untuk memberikan dukungan kepada KPK. Kita tidak ingin adanya pelemahan terhadap KPK. Justru kita harus memastikan fungsi dan peran KPK harus diperkuat sehingga cita-cita kita bersama bangsa Indonesia ini untuk tidak ada korupsi di negara ini itu bisa tercapai," ungkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)

Saat ditanya mengenai bentuk dukungan yang disampaikan, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menjawab (sambil terburu-buru masuk menyusul KH Said Aqil Siroj


Temui Pimpinan KPK, Ketum PBNU: Kita Sepakat Jihad Lawan Korupsi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengingat pemerintah tidak dapat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) jika melalui UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Pembubaran ormas radikal Insya Allah besok, ini langsung ditandatangani, akan diumumkan (presiden)," ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017

Sebagai info tambahan, beberapa waktu lalu, melalui Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Wiranto, pemerintah mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), namun jalan menjadi terjal jika mengacu UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, karena harus melalui pengadilan terlebih dahulu

KH Said Aqil Siraj mengungkapkan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nantinya yang akan mengumumkan diterbitkannya Perppu pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut

"Iya Perppu sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan," jelas KH Said Aqil Siraj

Meski demikian, KH Said Aqil Siraj mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui apa isi perppu tersebut dan apakah menyebut nama ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

"Saya enggak nanya. Kalau kurang saya usul lagi nanti," tutup KH Said Aqil Siraj


Presiden Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 10 Juli 2017

Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman

Sebagaimana telah diketahui bersama, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati turut hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT G-20 yang berlangsung di Hamburg, Jerman pada tanggal 07-08 Juli 2017, dimana dalam pertemuan tersebut Sri Mulyani Indrawati mengaku baha dirinya gembira atas makin kuatnya kerja sama perpajakan internasional dan peningkatan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak

Hal tersebut disampaikannya melalui postingan di akun resmi Instagram beliau pada hari Sabtu tanggal 08 Juli 2017

"Indonesia akan memanfaatkan kerja sama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya kita meIawan penghindar dan pengemplang pajak. Namun Indonesia juga harus terus melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerja sama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia," tulis Sri Mulyani dalam akun resmi Instagram beliau


Inilah Kabar Gembira Sri Mulyani Indrawati dari KTT G20 di Jerman


Menurut Sri Mulyani Indrawati, KTT G-20 di Hamburg merupakan pertemuan penting, karena pada saat ekonomi dunia menunjukkan tanda pemulihan yang cukup nyata, negara-negara G-20 yang menguasai lebih dari 75% perekonomian dunia tersebut masih harus menghadapi berbagai risiko, seperti rendahnya produktivitas, peningkatan ketimpangan, peningkatan ketidakseimbangan (imbalances) dan kemungkinan perubahan koreksi harga aset secara mendadak

Berbagai isu tersebut dibahas secara intensif, yaitu dengan cara menghindari kecenderungan proteksionisme serta persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfair trade) antar negara yang dapat mempersulit pemulihan ekonomi global. Isu lainnya yang sangat intens dibahas ialah mengenai perubahan iklim yang dianggap dapat mengancam dunia dan menciptakan resiko bagi generasi anak cucu yang akan datang, dimana hal tersebut dapat terjadi jika dunia tidak melakukan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencegah peningkatan suhu dunia

"Semua negara G20 akan melakukan upaya untuk mengurangi risiko perubahan iklim, meskipun Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Paris untuk mengatasi ancaman perubahan iklim," tutup Sri Mulyani Indrawati


Tanggal 7-8 July 2017, Presiden Jokowi menghadiri pertemuan puncak kepala negara G20 di Hamburg- Jerman. G20 adalah kelompok 20 negara yang menguasai lebih dari 75 persen perekonomian dunia yang dibentuk setelah krisis keuangan dunia pada tahun 2009. Pertemuan di Hamburg merupakan pertemuan penting pada saat yang menentukan dimana ekonomi dunia menunjukkan tanda pemulihan yang cukup nyata, namun masih menghadapi berbagai resiko seperti rendahnya produktivitas, peningkatan ketimpangan, peningkatan ketidakseimbangan (imbalances), dan kemungkinan perubahan koreksi harga aset secara mendadak. Para pemimpin negara G20 membahas secara intensif bagaimana menghindari kecenderungan proteksionisme dan persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfair trade) antar negara yang akan beresiko menghancurkan upaya G20 untuk memperkuat pemulihan ekonomi global. Perkembangan yang sangat menggembirakan dalam pertemuan G20 adalah makin kuatnya kerjasama perpajakan internasional dan peningkatan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak melalui BEPS (Base Erosion Profit Shifting), Perkuatan AEOI -Automatic Exchange of Information (pertukaran informasi perpajakan antar negara). Indonesia akan memanfaatkan kerjasama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya kita melawan penghindar dan pengemplang pajak. Namun Indonesia juga harus terus melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerjasama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia. Issue lain yang sangat intens dibahas adalah mengenai perubahan iklim, yang dianggap dapat mengancam dunia dan menciptakan resiko bagi generasi anak cucu yang akan datang, bila dunia tidak melakukan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencegah peningkatan suhu dunia. Semua negara G20 akan melakukan upaya untuk mengurangi resiko perubahan iklim, meskipun Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Paris untuk mengatasi ancaman perubahan iklim. Sri Mulyani Indrawati
A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi

Sebagaimana telah diketahui bersama, pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah dibacok sekelompok orang tidak dikenal di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur dan polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut

"Kasusnya masih kami selidiki siapa pelakunya, motifnya apa. Yang terpenting, korban diselamatkan dulu," ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Wibowo pada hari Minggu tanggal 09 Juli 2017

Kombes Pol Andri Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari istri Hermansyah terkait kejadian tersebut dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan serta masih dalam pendalaman polisi

"Anggota sudah ke TKP untuk melakukan cek TKP," sambung Kombes Pol Andri Wibowo

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 09 Juli 2017 sekitar pukul 04:00 WIB, dimana saat itu Hermansyah bersama istrinya seorang WNA tersebut beriringan dengan mobil adiknya. Mobil sang adik dipepet oleh mobil pelaku dan Hermansyah yang mengetahui hal tersebut kemudian mencoba menolong adiknya, namun Hermansyah juga dipepet oelh mobil pelaku berjenis sedan. Hermansyah kemudian berhenti dan diminta turun. Begitu turun dari mobil, Begitu turun dari mobil, Hermansyah dibacok oleh pelaku hingga mengalami luka di bagian kepala, leher dan tangannya


Polres Jakarta Timur Selidiki Pembacokan Ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Istana: Biaya Perjalanan Keluarga Presiden Pakai Uang Pribadi Presiden Jokowi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info terkatual mengenai Istana: Biaya Perjalanan Keluarga Presiden Pakai Uang Pribadi Jokowi

Sebagaimana telah diketahui bersama, pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa biaya perjalanan keluarga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Turki dan Jerman tidak menggunakan anggaran negara, melainkan ditanggung seluruhnya oleh Joko Widodo (Jokowi) sendiri, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin pada hari Minggu tanggal 09 Juli 2017

"Sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada hari Senin tanggal 03 Juli 2017 di Istana Merdeka. Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden," ungkap Bey Machmudin

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memboyong seluruh keluarga besarnya ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman, dimana selain Ibu Negara Iriana Widodo, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga membawa ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep

Istri Gibran Rakabuming, yaitu Selvi Ananda juga ikut dalam rombongan bersama dengan putra mereka, yaitu Jan Ethes yang baru berusia satu tahun empat bulan

"Perlu diketahui bahwa anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan anggota keluarga Presiden Jokowi tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden," lanjut Bey Machmudin

Sebagai info tambahan, keikutsertaan keluarga besar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama di Turki mendapat kritikan, dimana Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi menilai bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan teladan kesederhanaan. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan keluarga besar berangkat ke Turki dengan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017 pukul 07:20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri ke Turki untuk membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015 lalu dan juga bertemu dengan para pengusaha serta WNI di sana. Dari Turki, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan langsung terbang ke Jerman dan tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Helmut-Schmidt Hamburg pada hari Kamis tanggal 06/7/2017) malam waktu setempat

Di Jerman Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengikuti pertemuan negara-negara G-20. Selain keluarga, para pejabat terkait juga ikut dalam rombongan, di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Ari Setiawan


Istana: Biaya Perjalanan Keluarga Presiden Pakai Uang Pribadi Presiden Jokowi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 09 Juli 2017

Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa pihaknya akan menahan pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhammad Hidayat Simanjutak menyikapi pernyataan Muhamad Hidayat Simanjutak yang menyebut bahwa Komjen Pol Syafruddin tidak profesional dalam menangani laporannya di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa Muhammad Hidayat Simanjutak saat ini juga berstatus tersangka atas kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Metro Jaya

"Iya, kami tahan lagi," tegas Komjen Pol Syafruddin di Jakarta pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Jenderal Polisi bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa penutupan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Kaesang Pangarep tersebut bukan tanpa alasan, namun karena kasus yang dilaporkan Muhammad Hidayat Simanjutak tersebut tidak memenuhi unsur pidana

"Enggak ada pidananya, dia mengada-ada saja. Dia itu tersangka Polri," tegas Komjen Pol Syafruddin

Mantan Kalemdikpol tersebut berharap agar publik tidak terpengaruh dengan pernyataan Muhammad Hidayat Simanjutak, apalagi Muhammad Hidayat Simanjutak berencana melaporkan dirinya ke Komisi Kepolisian Nasional

"Enggak usah didengarkan dia," tutup Komjen Pol Syafruddin

Sebagai info tambahan, Muhammad Hidayat Simanjutak memang tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Komjen Pol Syafruddin ke Dewan Kehormatan Perwira dan Kompolnas menyusul keputusan Komjen Pol Syafruddin untuk tidak menindaklanjuti laporan terkait Kaesang Pangarep

"Kami sedang mengkaji, mempertimbangkan apa yang disampaikan dalam statement Wakapolri belum lama ini yang menyatakan bahwa kasus Kaesang ditutup karena tidak penuhi unsur pidana," jelas Muhammad Hidayat Simanjutak di Polresta Bekasi, Jawa Barat

Muhammad Hidayat Simanjutak menyebut bahwa keputusan Wakapolri untuk menghentikan kasus Kaesang Pangarep tersebut sebagai keputusan yang tidak profesional, karena Komjen Pol Syafruddin menilai bahwa laporan Muhammad Hidayat Simanjutak hanya mengada-ada

"Saya sebagai pelapor tersinggung dengan ucapan itu. Maka saya balas kalau Bapak Wakapolri jenderal bintang tiga itu bodoh. Bodoh dan mempermalukan wajah polisi di seluruh Indonesia. Memperlihatkan betapa buruk kinerja Polri saat ini dengan statement itu," tutur Muhammad Hidayat Simanjutak

Muhammad Hidayat Simanjutak menuding polisi hanya mencari alasan untuk menutup laporan dugaan kebencian dan penodaan agama yang dilakukan Kaesang Pangarep

Saat ini polisi tidak meneruskan laporan Muhammad Hidayat Simanjutak ke tahap penyelidikan


Wakapolri Ancam Tahan Pelapor Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Inilah Sebenarnya Motif Busuk Pelapor Kaesang Pangarep Sering Buat Laporan ke Polisi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Sebenarnya Motif Busuk Pelapor Kaesang Pangarep Sering Buat Laporan ke Polisi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa pelapor Kaesang Pangarep (putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)) ternyata sering melaporkan sejumlah pejabat di Kota Bekasi untuk melakukan pemerasan

Berdasarkan catatan Polres Metro Bekasi, Muhammad Hidayat Simanjuntak telah membuat sebanyak 60 laporan polisi sepanjang tahun 2017, dimana mayoritas sosok terlapor dalam laporan tersebut merupakan pejabat di Kota Bekasi

"(Hidayat) sudah buat 60 laporan, dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi. Nanti didatangi bahwa ini saya sudah laporan loh. Ujung-ujungnya ke arah situ (pemerasan)," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017


A post shared by Kata Kita (@katakitaig) on


Berangkat dari hal tersebut, Polri meragukan kredibilitas Muhammad Hidayat Simanjuntak dalam melaporkan Kaesang Pangarep, karena selain rekam jejak yang kurang baik dalam membuat laporan, Muhammad Hidayat Simanjuntak pun tengah menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, karena menuding Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan memprovokasi kerusuhan saat ada demonstrasi tanggal 4 November 2016

Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan bahwa penyidik kepolisian tidak mau menghabiskan waktu untuk menyelidiki laporan yang mengada-ada tersebut

"Kalau yang lapor kredibilitasnya meyakinkan (tidak masalah), tapi dia tersangka dan yang bersangkutan modusnya seperti itu (untuk pemerasan)," ucap Irjen Pol Setyo Wasisto

Sebagai info tambahan, Muhammad Hidayat Simanjuntak melaporkan Kaesang Pangarep ke Polres Metro Bekasi, karena dugaan penodaan agama dan merendahkan kelompok tertentu dalam masyarakat, dimana dalam videonya, Kaesang Pangarep melontarkan kritik mengenai mengkhafirkan orang lain dan menyebut kata "dasar ndeso"

Nomor pengaduan surat tersebut ialah LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota, dimana Muhammad Hidayat Simanjuntak mengungkapkan bahwa putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut diduga melanggar Pasal 156 a KUHP soal penodaan agama dan Pasal 28 Undang Undang ITE terkait dengan kebencian terhadap golongan tertentu

Di bawah ini merupakan kalimat dalam vlog berjudul "#BapakMintaProyek" yang diunggah Kaesang Pangarep ke YouTube pada tanggal 27 Mei 2017 dan diduga dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Simanjuntak

Kita itu harus kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekkan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain.

Apalagi ada yang enggak mau mensalatkan, padahal sesama muslim, karena punya perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba ?

Dasar ndeso




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Maryoto mengungkapkan bahwa terduga simpatisan ISIS yang diringkus dalam bus di jalan raya Prabumulih menuju Palembang diketahui setelah menyiarkan hal-hal berkaitan organisasi terlarang di media sosial

"Terduga diringkus dalam bus antar kota dalam provinsi saat razia gabungan oleh Polres Muara Enim dan Polda Sumatera Selatan," ungkap Irjen Pol Agung Maryoto di Palembang pada hari Sabtu tanggal 08 Juli 2017

Irjen Pol Agung Maryoto menjelaskan bahwa terduga merupakan warga Kampar Riau dan kini tengah ditahan serta diperiksa polisi

Kronologi penangkapan terjadi pada hari Sabtu tanggal 08 Juli sekitar pukul 15:30 WIB Sabtu oleh jajaran Polsek Gelumbang Muara Enim, dimana polisi merazia kendaraan di jalan raya atau depan kantor polsek setempat, karena polisi mendapat informasi bahwa ada penumpang bus jurusan Prabumulih-Palembang dengan nomor registrasi BG 7713 AU yang diduga simpatisan ISIS berinisial T

Terduga diketahui berusia 24 tahun dan merupakan warga Pekanbaru. Saat razia berlangsung, dia duduk di bagian depan sebelah kiri sopir bus dan tanpa perlawanan, T digelandang ke Polsek Gelumbang, kemudian pada pkl 17:00 WIB dibawa ke Mapolda Sumsel di Palembang


Terduga Simpatisan ISIS Diketahui melalui Media Sosial


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka

Sebagaimana telah diketahui bersama, ancaman kelompok ISIS kepada organisasi Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) direspons organisasi yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pagar Nusa yang menaungi para pendekar silat Nahdlatul Ulama (NU), yaitu dengan menyatakan siap menumpas gerakan radikalisme dari Indonesia

Ketua Umum Pagar Nusa Emha Nabil Haroen menegaskan bahwa surat ancaman ISIS yang disampaikan kepada Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Detasemen 88 Anti Teror dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) telah memantik peperangan terbuka dengan Pagar Nusa

"Sudah waktunya kita turun menumpas mereka," ungkap Emha Nabil Haroen pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Ancaman ISIS disampaikan melalui surat yang menyertai selembar kain menyerupai bendera ISIS di pagar depan Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017. Menurut Emha Nabil Haroen, Hal tersebut menjadi tantangan terbuka kepada Pagar Nusa, sehingga Emha Nabil Haroen menyatakan bahwa beliau siap menggerakkan seluruh pendekar Pagar Nusa untuk memberantas ISIS di seluruh pelosok tanah air

Sebagai salah satu persiapan tersebut, dalam waktu dekat Pagar Nusa akan melakukan penggemblengan atau pelatihan kepada para pendekar Pagar Nusa di Kabupaten Pekalongan pada tanggal 29 Juli 2017 di bawah bimbingan Dewan Khos Pagar Nusa Pusat

"Selain ilmu bela diri, para pendekar akan dibekali pengetahuan soal paham radikalisme, terorisme, dan ISIS sebagai kelompok yang harus dilawan," jelas Emha Nabil Haroen

Rencananya penggemblengan tersebut akan terus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan para pendekar silat Nahdlatul Ulama (NU) tanpa membedakan asal perguruan silat masing-masing. Emha Nabil Haroen juga mengungkapkan bahwa pengetahuan tentang paham radikalisme tersebut penting untuk mengantisipasi jika suatu saat ISIS berganti baju dengan organisasi lain

Itulah sebabnya sejak dilantik menjadi Ketua Umum Pagar Nusa, alumnus santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut langsung melakukan safari kunjungan ke seluruh pengurus cabang Pagar Nusa di daerah. Emha Nabil Haroen berharap setiap pendekar akan dapat melakukan upaya perlawanan terhadap paham radikal dan terorisme yang mungkin muncul di daerah masing-masing

Sebagai info tambahan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj menyatakan bahwa pihaknya tidak gentar sedikitpun atas ancaman yang disampaikan ISIS terhadap organisasi Banser, bahkan Said Agil Siradj menilai bahwa gerakan ISIS hanya didukung segelintir orang saja dan sangat mudah dibasmi


Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 08 Juli 2017

Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

Sebagaimana telah diketahui bersama, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengkaji calon ibu kota baru pengganti Jakarta dan salah satunya adalah Palangka Raya (ibu kota provinsi Kalimantan Tengah) yang saat ini masih menjadi kajian pemerintah dan masyarakat masih harus menunggu hasilnya

Meski demikian, detikFinance mencoba mengumpulkan opini masyarakat terkait wacana pemerintah tersebut dengan melakukan survei melalui jejaring sosial Twitter dan hasil sementera dapat dilihat di bawah ini




Apakah para pembaca setuju jika Ibu Kota pindah ke Palangka Raya ?

Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah

Sebagaimana telah diketahui bersama, massa gabungan dari ILUNI UI, BEM gabungan UI-IPB-ITB dan massa antikorupsi menggelar aksi menolak hak angket KPK di depan gedung DPR RI serta mengancam akan membuang anggota DPR RI ke dalam gerobak sampah dalam aksi bertemakan "Tolak Intervensi, Berantas Korupsi!"

"Turunkan gerobak sampah itu, kalau misalnya ada anggota DPR yang keluar, kita taruh di sini (gerobak sampah)," ungkap salah seorang orator di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Massa menyediakan satu buah gerobak khusus untuk anggota DPR RI, bahkan sudah ada perwakilan dari massa yang masuk ke gedung DPR RI

"Sudah ada 3 perwakilan masuk ke dalam untuk menemui anggota DPR," ujar Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono di lokasi

Aksi membuang anggota parlemen ke dalam bak sampah sempat dilakukan di Ukraina pada tahun 2014, dimana pria yang dilemparkan ke bak sampah tersebut ialah Vitaly Zhuravsky yang merupakan mantan menteri di kabinet Presiden Viktor Yanukovich dan juga disebut-sebut sebagai salah satu tokoh kontroversial


Tolak Angket, ILUNI UI Ancam Buang Anggota DPR ke Gerobak Sampah


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa Muhammad Hidayat Simanjuntak sering melaporkan pihak lain dengan berbagai alasan, dimana salah satu laporannya tersebut ditujukan kepada putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep dengan tuduhan ujaran kebencian SARA dalam vlog yang diunggah ke akun YouTube milik Kaesang Pangarep

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2017 ada sekitar 60 laporan yang dibuat Muhammad Hidayat Simanjuntak

"Ada 60 laporan yang dia buat, yang tidak layak untuk diproses. Rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017

Lebih lanjut, Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa tiap kali membuat laporan, polisi menanyakan siapa saksi atas laporan tersebut

"Yang lucu ketika ditanya (polisi) saksinya siapa ? (jawaban MH) saksinya istri saya. Jadi, tiap kali ngeliat di internet gitu istrinya dipanggil, 'ini bisa dilaporkan ini'," lanjut Irjen Pol Setyo Wasisto

Kepolisian tidak melanjutkan laporan Irjen Pol Setyo Wasisto terhadap Kaesang Pangarep, karena tidak ditemukan tindak pidana dalam vlog berjudul #BapakMintaProyek tersebut. Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebelumnya menilai bahwa guyonan kata "ndeso" seperti yang diucapkan Kaesang Pangarep tersebut sudah ada sejak lama dan sering dilontarkan oleh masyarakat Indonesia

"Omongan 'ndeso' itu kan ya, saya juga dari kecil sudah dengar omongan 'ndeso', itu guyonan saja," ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Kamis tanggal 06 Juli 2017

Menurut Irjen Pol Setyo Wasisto, laporan yang dibuat Muhammad Hidayat Simanjuntak tersebut mengada-ada dan juga menegaskan bahwa dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi harus rasional dan memenuhi unsur pidana


Sepanjang Tahun 2017 Pelapor Kaesang Pangarep Sudah Buat 60 Laporan Polisi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan ifo teraktual mengenai Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini beredar video seorang anggota pasukan perguruan pencak silat yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pagar Nusa yang menantang ISIS sambil mengacungkan sebilah pisau dan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan perwujudan kesiapan Nahdlatul Ulama (NU) dalam melawan ISIS dan siap membantu aparat

"Itu pasukan Pagar Nusa, ini perguruan pencak silat yang dimiliki NU. Saya kira NU tidak perlu membentuk pasukan khusus untuk turun ke lapangan. Banser sudah cukup jika sewaktu-waktu negara melalui aparat keamanan memerlukan bantuan. Kami punya 1,7 juta anggota Banser yang terlatih dan mereka (Banser) semua siap mengorbankan apa pun untuk mempertahankan negara ini," ungkap Yaqut Cholil Qoumas pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa video tersebut dibuat anggotanya untuk merespons tantangan ISIS ke aparatur negara, seperti TNI dan Polri, terlebih akhir-akhir ini serangan terhadap pasukan negara tersebut marak terjadi

"Soal video itu, saya kira karena merespons tantangan ISIS kepada aparatur negara (TNI dan Polri) selain juga mengancam Banser sebagai bagian dari NU dan Ansor. Sikap tersebut umum bagi seluruh kader NU. Bahwa kami tidak takut sedikit pun terhadap mereka yang coba-coba mengancam eksistensi negara ini," tegas Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya secara sadar meyakini keutuhan NKRI merupakan perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama kelompok lainnya dan juga merasa terhina jika ada pihak yang ingin meruntuhkan keutuhan NKRI

"Kami lakukan ini dengan kesadaran penuh yang muncul dari keyakinan bahwa Indonesia ini tegak salah satunya karena perjuangan para pendiri NU bersama kelompok yang lain. Jadi, jika ada yang coba-coba meruntuhkan, bagi kami itu penghinaan atas apa yang dulu diperjuangkan oleh para kiai kami. Saya menjamin, dalam situasi seperti itu, seluruh kader NU akan melawan. Video itu hanya gambaran, satu di antara jutaan kader yang dimiliki NU," urai Yaqut Cholil Qoumas


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Dalam video yang viral di Instagram tersebut, awalnya ditunjukkan rekaman video dari Panglima ISIS asal Indonesia Abu Jandal yang pernah beredar beberapa waktu yang lalu dan yang mengatakan bahwa koalisi pasukan yang melawan Daulah Islamiyah kewalahan dan perlu pertolongan

"Menentang agama Allah, menentang penegakan syariat Allah, dan mengatakan NKRI harga mati. Ketahuilah koalisi pasukan... kewalahan menangani pasukan Daulah Islam dan perlu pertolongan babi-babi bodoh seperti kalian. Kita buktikan siapa yang Allah menangkan. Kalian pasukan iblis atau kami pasukan Allah SWT," kata Abu Jandal dalam video tersebut

Perkataan Abu Jandal tersebut direspon oleh seorang pasukan Pagar Nusa, dimana dalam video tersebut dia menantang ISIS di Indonesia agar menghadapi pasukan Nahdlatul Ulama (NU) dan di belakang pria berkumis tersebut berdiri Bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama (NU) berwarna hijau

"ISIS, ISIS nih lihat mau ngancam NU, hadapi dulu," kata pria berseragam dan berpeci hitam tersebut sambil memotong-motong botol air mineral dengan pisau


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Dia kemudian mengancam akan mencari anggota jaringan ISIS sambil menggoreskan sebilah pisau berkali-kali ke lehernya serta menegaskan bahwa dirinya berani bertaruh nyawa untuk mempertahankan keutuhan NKRI

"Nih, pasukan Pagar Nusa siap membela NU dan NKRI. Sampeyan mau aku cari, apa sampeyan mau datang ke sini atau mau mati konyol ? Nih, lihat," kata pria berseragam dan berpeci hitam tersebut sambil mengacungkan pisaunya


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video YouTube berdurasi 1 menit 23 detik di bawah ini



by: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 07 Juli 2017

Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ignin membagikan info teraktual mengenai Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi

Sebagaimana telah diketahui bersama, putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep dilaporkan ke polisi, karena diduga melakukan ujaran kebencian SARA di dalam vlog pribadinya, namun PDI Perjuangan menilai bahwa pelaporan tersebut bermuatan politis

Politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat yakin bahwa ada orang yang menyuruh pelapor untuk mempolisikan Kaesang Pangarep, namun dia tidak mau menyebut siapa orang tersebut

"Ya ada orang di belakangnya si pelapor lah. (Ada yang diduga politis ?) Ya iya lah," ungkap Henry Yosodiningrat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Henry Yosodiningrat menyayangkan laporan tersebut, karena Kaesang Pangarep hanya mengapresiasi suara hati atas apapun yang terjadi di Indonesia. Meski demikian, Henry Yosodiningrat menjamin tidak ada intervensi pemerintah maupun PDI Perjuangan kepada polisi yang akan mengusut kasus tersebut

"Iya makanya, orang bebaskan mengemukakan pendapat. Kalau orang yang merasa dirugikan dia berhak melaporkan. Tapi kan polisi juga mempunyai kewenangan yang tak boleh diintervensi untuk melakukan penyelidikan yang dilanjutkan dengan penyidikan kalau memang ada unsur pidana," tutup Henry Yosodiningrat


Politisi PDI Perjuangan yakin ada aktor di balik pelaporan anak Presiden Jokowi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan bahwa pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhamad Hidayat Simanjuntak saat ini berstatus tersangka kasus ujaran kebencian oleh penyidik Polda Metro Jaya, namun penahanan kepada tersangka ditangguhkan

"Kasusnya ujaran kebencian terhadap petinggi Polri," ungkap Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar di Mapolres Metro Bekasi Kota pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti alasan penyidik menangguhkan penahanan terhadap Muhamad Hidayat Simanjuntak, namun kasusnya tetap berjalan di Polda Metro Jaya

"Kalau tidak salah, sekarang masih proses penangguhan karena lebaran," lanjut Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar

Sebagai info tambahan, Muhamad Hidayat Simanjuntak melaporkan akun YouTube Kaesang Pangarep, karena menganggap dalam video yang diunggah tersebut terdapat unsur tindak pidana ujaran kebencian dan salah satu yang dianggap Muhamad Hidayat Simanjuntak merupakan ujaran kebencian ialah ucapan kata "dasar ndeso" kepada suatu golongan


Pelapor Kaesang Pangarep berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan ifno teraktual mengenai Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, pelapor Kaesang Pangarep, yaitu Muhammad Hidayat Simanjuntak mengaku bahwa dirinya telah mengedit video yang diunggah akun YouTube Kaesang Pangarep dan menambahkan video tersebut dengan tulisan-tulisan

"Iya saya (yang buat), beberapa waktu lalu, saya lupa hari apa. Diambil dari videonya Kaesang. Kalau yang ada tulisannya itu kan hanya memperkuat, menambahkan teks,” ungkap Muhammad Hidayat Simanjuntak saat ditemui di kediamannya di Bekasi pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Menurut Muhammad Hidayat Simanjuntak, dalam video Kaesang Pangarep yang telah diedit tersebut terdapat tulisan-tulisan yang berisi pendapat hukum sederhana yang menjelaskan adanya enam ujaran kebencian dalam unggahan akun YouTube Kaesang Pangarep

Muhammad Hidayat Simanjuntak juga mengungkapkan bahwa video hasil editan tersebut diunggah ke akun YouTube miliknya bernama Tuan Muda EL dengan judul "Akhirnya anak Jokowi diadukan ke polisi terkait penebar kebencian"

Muhammad Hidayat Simanjuntak melaporkan Kaesang Pangarep ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA, dimana Kaesang Pangarep diduga melakukan ujaran kebencian SARA tersebut melalui vlog berjudul #BapakMintaProyek yang diunggah ke akun YouTube miliknya

Akun YouTube Kaesang Pangarep pun menjadi barang bukti yang diberikan pelapor dan Muhammad Hidayat Simanjuntak mengaku bahwa dirinya membuat laporan tersebut sebagai bentuk kepedulian

"Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian selaku warga negara yang ingin berkontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara, khususnya yang terkait proses penegakan hukum yang berkeadilan," jelas Muhammad Hidayat Simanjuntak

Lebih lanjut, Muhammad Hidayat Simanjuntak berpendapat bahwa Kaesang Pangarep telah melakukan tindakan melontarkan kebencian di media sosial (medsos) yang merupakan tindak kejahatan yang harus diberantas


Pelapor Akui Mengedit Video Unggahan Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 06 Juli 2017

Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon

Nama Muhammad Hidayat Simanjuntak kini dikenal karena melaporkan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA terkait dengan vlog Kaesang Pangarep yang berjudul "Bapak Minta Proyek"

Muhammad Hidayat Simanjuntak ternyata tidak hanya melaporkan Kaesang Pangarep, namun ada dua orang lainnya yang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Simanjuntak

"Waktu ngelaporin tiga (orang) sekaligus dengan persoalan berbeda dan terlapor yang berbeda," ungkap Muhammad Hidayat Simanjuntak di Perumnas I, Bekasi Selatan, Jawa Barat pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Dua nama lainnya yang dilaporkan pada hari yang sama ialah Ade Armando dan Anto Galon

"Ade Armando yang dosen UI soal ujaran kebencian terhadap FPI. Dia nulis kira-kira isinya 'FPI pengecut. Beraninya keroyokan'. Saya nilai sebagai pidana ujaran kebencian," papar Muhammad Hidayat Simanjuntak

Anto Galon yang dikenal sebagai sutradara film pendek "Kau Adalah Aku Yang Lain" tersebut dilaporkan juga berdasarkan tulisannya di Twitter mengenai yang menyuruh seseorang shalat adalah yang paling berdosa

"Jadi tulisan itu saya nilai sebagai menista Islam. Jadi kalau ada yang nyuruh shalat, maka orang itu yang paling dosa. Seolah-olah shalat itu perbuatan dosa," tutup Muhammad Hidayat Simanjuntak


Pelapor Kaesang Juga Laporkan Ade Armando dan Anto Galon


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso

Sebagaimana telah diketahui bersama, akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tiba-tiba ramai dikunjungi para pemilik akun Facebook lainnya dan sebagian besar dari mereka mampir hanyasekedar untuk menuliskan kata "ndeso" di bagian komentar. Hampir setiap status atau tautan video oleh akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tersebut ditanggapi dengan kata yang sama dan seringkali tulisan "ndeso" tersebut diulang-ulang hingga satu layar panjangnya. Kadang-kadang tulisan "ndeso" tersebut tercantum bersama foto komedian dan pemandu acara talk show televisi Tukul Arwana




Peristiwa tersebut kemungkinan besar ada kaitannya dengan tindakan seorang warga Bekasi bernama Muhammad Hidayat S yang melaporkan video yang diunggah Kaesang Pangarep (putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)) ke polisi dengan tuduhan penodaan agama dan ujaran kebencian SARA. Akun Facebook bernama Muhammad Hidayat S tersebut cukup aktif dengan 4.966 teman dan dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar status dan video yang dimuat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, celaan terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran Polri serta pembelaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab

Pada foto cover di atas nama akun terdapat tulisan "Sahabat Muslim, Amar Ma'ruf Nahi Munkar" dan di kolom pekerjaan ditulis "pekerja sosial dan pedagang rongsok" dengan alamat tinggal Bekasi. Dalam video yang dilaporkan Muhammad Hidayat S tersebut, Kaesang Pangarep mengkritik pihak-pihak yang meminta proyek dari orangtua yang bekerja di pemerintahan dan juga mengkritik orang-orang, terutama yang memiliki gelar dan menyelesaikan kuliah di luar negeri, yang kembali ke Indonesia, namun bukan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, namun malah menghancurkan. Mereka disebut Kaesang Pangaep dalam video tersebut dengan "ndeso"

Kaesang Pangarep juga mengkritik pihak-pihak yang mengajarkan anak-anak kecil menyebarkan kebencian, padahal anak-anak tersebut adalah penerus bangsa serta menyebut mereka yang mengajarkan anak-anak kecil menyebarkan kebencian tersebut dengan kata "ndeso"

Kata "ndeso" sendiri dalam bahasa sehari-hari di kalangan komunitas Jawa Tengah kurang lebih bermakna udik, kampungan atau kurangnya pemahaman terhadap tata krama


Akun Muhammad Hidayat Dibanjiri Kata Ndeso


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Wakapolri Pastikan Stop Proses Kasus Kaesang Pangarep

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakapolri Pastikan Setop Proses Kasus Kaesang Pangarep

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengungkapkan bahwa pengaduan kasus dugaan penodaan agama oleh putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep adalah mengada-ngada. Hal tersebut disampaikan oleh Komjen Pol Syafruddin usai jumpa pers bersama dengan pimpinan KPK di Mabes Polri pada tanggal 07 Juli 2017, dimana beliau menuturkan bahwa pihaknya tidak akan menindaklanjuti pengaduan kasus tersebut

"Tidak ada, itu mengada-ngada. Saya tegaskan itu mengada-ngada laporannya. Kita tidak akan tindaklanjuti," ungkap Komjen Pol Syafruddin pada hari Kamis tanggal 05 Juli 2017

Sebagai info tambahan, putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kaesang Pangarep diadukan ke Polres Metro Bekasi terkait dengan kritik mengenai mengafirkan pihak lain dan kata "dasar ndeso" dalam video yang diunggah ke YouTube. Muhammad Hidayat S selaku sang pelapor menyatakan bahwa pernyataan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut diduga menoda agama dan SARA

Muhammad Hidayat S menuturkan bahwa omongan "dasar ndeso" tersebut sudah didengarnya sejak kecil dan lebih kepada guyonan, Komjen Pol Syafruddin mengungkapkan bahwa polisi harus rasional terkait dengan tindak lanjut pengaduan dari masyarakat

"Tak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti," tutup Komjen Pol Syafruddin


Wakapolri Pastikan Stop Proses Kasus Kaesang Pangarep


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...