Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label militer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka

Sebagaimana telah diketahui bersama, ancaman kelompok ISIS kepada organisasi Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) direspons organisasi yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pagar Nusa yang menaungi para pendekar silat Nahdlatul Ulama (NU), yaitu dengan menyatakan siap menumpas gerakan radikalisme dari Indonesia

Ketua Umum Pagar Nusa Emha Nabil Haroen menegaskan bahwa surat ancaman ISIS yang disampaikan kepada Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Detasemen 88 Anti Teror dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) telah memantik peperangan terbuka dengan Pagar Nusa

"Sudah waktunya kita turun menumpas mereka," ungkap Emha Nabil Haroen pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2017

Ancaman ISIS disampaikan melalui surat yang menyertai selembar kain menyerupai bendera ISIS di pagar depan Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017. Menurut Emha Nabil Haroen, Hal tersebut menjadi tantangan terbuka kepada Pagar Nusa, sehingga Emha Nabil Haroen menyatakan bahwa beliau siap menggerakkan seluruh pendekar Pagar Nusa untuk memberantas ISIS di seluruh pelosok tanah air

Sebagai salah satu persiapan tersebut, dalam waktu dekat Pagar Nusa akan melakukan penggemblengan atau pelatihan kepada para pendekar Pagar Nusa di Kabupaten Pekalongan pada tanggal 29 Juli 2017 di bawah bimbingan Dewan Khos Pagar Nusa Pusat

"Selain ilmu bela diri, para pendekar akan dibekali pengetahuan soal paham radikalisme, terorisme, dan ISIS sebagai kelompok yang harus dilawan," jelas Emha Nabil Haroen

Rencananya penggemblengan tersebut akan terus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan para pendekar silat Nahdlatul Ulama (NU) tanpa membedakan asal perguruan silat masing-masing. Emha Nabil Haroen juga mengungkapkan bahwa pengetahuan tentang paham radikalisme tersebut penting untuk mengantisipasi jika suatu saat ISIS berganti baju dengan organisasi lain

Itulah sebabnya sejak dilantik menjadi Ketua Umum Pagar Nusa, alumnus santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut langsung melakukan safari kunjungan ke seluruh pengurus cabang Pagar Nusa di daerah. Emha Nabil Haroen berharap setiap pendekar akan dapat melakukan upaya perlawanan terhadap paham radikal dan terorisme yang mungkin muncul di daerah masing-masing

Sebagai info tambahan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj menyatakan bahwa pihaknya tidak gentar sedikitpun atas ancaman yang disampaikanΓ‚ ISIS terhadap organisasi Banser, bahkan Said Agil Siradj menilai bahwa gerakan ISIS hanya didukung segelintir orang saja dan sangat mudah dibasmi


Banser NU Diancam ISIS, Pagar Nusa NU Anggap Perang Terbuka


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 08 Juli 2017

Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan ifo teraktual mengenai Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini beredar video seorang anggota pasukan perguruan pencak silat yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pagar Nusa yang menantang ISIS sambil mengacungkan sebilah pisau dan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan perwujudan kesiapan Nahdlatul Ulama (NU) dalam melawan ISIS dan siap membantu aparat

"Itu pasukan Pagar Nusa, ini perguruan pencak silat yang dimiliki NU. Saya kira NU tidak perlu membentuk pasukan khusus untuk turun ke lapangan. Banser sudah cukup jika sewaktu-waktu negara melalui aparat keamanan memerlukan bantuan. Kami punya 1,7 juta anggota Banser yang terlatih dan mereka (Banser) semua siap mengorbankan apa pun untuk mempertahankan negara ini," ungkap Yaqut Cholil Qoumas pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa video tersebut dibuat anggotanya untuk merespons tantangan ISIS ke aparatur negara, seperti TNI dan Polri, terlebih akhir-akhir ini serangan terhadap pasukan negara tersebut marak terjadi

"Soal video itu, saya kira karena merespons tantangan ISIS kepada aparatur negara (TNI dan Polri) selain juga mengancam Banser sebagai bagian dari NU dan Ansor. Sikap tersebut umum bagi seluruh kader NU. Bahwa kami tidak takut sedikit pun terhadap mereka yang coba-coba mengancam eksistensi negara ini," tegas Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya secara sadar meyakini keutuhan NKRI merupakan perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama kelompok lainnya dan juga merasa terhina jika ada pihak yang ingin meruntuhkan keutuhan NKRI

"Kami lakukan ini dengan kesadaran penuh yang muncul dari keyakinan bahwa Indonesia ini tegak salah satunya karena perjuangan para pendiri NU bersama kelompok yang lain. Jadi, jika ada yang coba-coba meruntuhkan, bagi kami itu penghinaan atas apa yang dulu diperjuangkan oleh para kiai kami. Saya menjamin, dalam situasi seperti itu, seluruh kader NU akan melawan. Video itu hanya gambaran, satu di antara jutaan kader yang dimiliki NU," urai Yaqut Cholil Qoumas


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Dalam video yang viral di Instagram tersebut, awalnya ditunjukkan rekaman video dari Panglima ISIS asal Indonesia Abu Jandal yang pernah beredar beberapa waktu yang lalu dan yang mengatakan bahwa koalisi pasukan yang melawan Daulah Islamiyah kewalahan dan perlu pertolongan

"Menentang agama Allah, menentang penegakan syariat Allah, dan mengatakan NKRI harga mati. Ketahuilah koalisi pasukan... kewalahan menangani pasukan Daulah Islam dan perlu pertolongan babi-babi bodoh seperti kalian. Kita buktikan siapa yang Allah menangkan. Kalian pasukan iblis atau kami pasukan Allah SWT," kata Abu Jandal dalam video tersebut

Perkataan Abu Jandal tersebut direspon oleh seorang pasukan Pagar Nusa, dimana dalam video tersebut dia menantang ISIS di Indonesia agar menghadapi pasukan Nahdlatul Ulama (NU) dan di belakang pria berkumis tersebut berdiri Bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama (NU) berwarna hijau

"ISIS, ISIS nih lihat mau ngancam NU, hadapi dulu," kata pria berseragam dan berpeci hitam tersebut sambil memotong-motong botol air mineral dengan pisau


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Dia kemudian mengancam akan mencari anggota jaringan ISIS sambil menggoreskan sebilah pisau berkali-kali ke lehernya serta menegaskan bahwa dirinya berani bertaruh nyawa untuk mempertahankan keutuhan NKRI

"Nih, pasukan Pagar Nusa siap membela NU dan NKRI. Sampeyan mau aku cari, apa sampeyan mau datang ke sini atau mau mati konyol ? Nih, lihat," kata pria berseragam dan berpeci hitam tersebut sambil mengacungkan pisaunya


Video Pasukan Pagar Nusa Acungkan Pisau dan Tantang ISIS Viral di Dunia Maya


Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video YouTube berdurasi 1 menit 23 detik di bawah ini



by: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 05 Juli 2017

Pengamat: Panglima TNI Harus Tunduk kepada Presiden

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pengamat: Panglima TNI Harus Tunduk kepada Presiden

Sebagaimana telah diketahui bersama, wacana pergantian Panglima TNI kembali bergulir, terutama di media sosial dan menanggapi hal tersebut, pengamat komunikasi politik Maksimus Ramses Lalongke menekankan bahwa netralitas TNI dijaga dari kepentingan politik

"Kegiatan yang bernuansa politik praktis tidak bisa dilakukan. Jadi masalah jika (Panglima TNI) menggerakkan massa dan mengarahkan kekuatan politik untuk kepentingan diri sendiri," ungkap Maksimus Ramses Lalongke di Jakarta pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017

Maksimus Ramses Lalongke mengingatkan bahwa TNI memiliki tugas untuk mengamankan negara, termasuk menjaga presiden sebagai simbol negara, sehingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) harus masuk dalam bagian upaya pengamanan, bukan justru sebaliknya

"Maka Panglima harus tunduk dan taat terhadap presiden. Apalagi Indonesia tidak mengenal TNI terlibat dalam politik praktis," tutup Maksimus Ramses Lalongke


Pengamat: Panglima TNI Harus Tunduk kepada Presiden


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin emmbagikan info teraktual mengenai Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi pro kontra mengenai kewenangan diskresi polisi dalam menangani pelaku terorisme dan mengungkap bahwa polisi berwenang melumpuhkan pelaku jika ada aksi yang mengancam nyawa petugas maupun masyarakat umum. Salah satu contohnya, yakni pelaku penusukan polisi di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan yang ditembak di kawasan terminal Blok M, apalagi polisi merupakan target utama teroris, karena dianggap musuh dalam berperang

"Kalau dia menyerah, enak, tapi ini kejar-kejaran 200 meter sambil di mengacung-acungkan sangkur untuk lukai anggota lain," ungkap Jenderal Tito Karnavian di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017

Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa kewenangan diskresi tersebut diatur dalam undang-undang, dimana ada upaya paksa yang boleh dilakukan ketika petugas dalam kondisi terdesak untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan. Selain itu, Jenderal Tito Karnavian juga mengungkapkan bahwa polisi di luar negeri juga memiliki kewenangan serupa

"Kemarin di Inggris polisi di House of Parliament juga yang diserang dengan pisau dan meninggal. Kemudian pelaku ditembak saat itu juga. Aturan internasional bila terjadi incident freed yaitu ancaman seketika yang bisa bahayakan petugas atau masyarakat umum, maka kita bisa melakukan tindakan yang mematikan," cerita Jenderal Tito Karnavian

Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa polisi berupaya agar tindakan yang dilakukan untuk melumpuhkan pelaku tidak sampai mematikan, namun jika posisinya dianggap membahayakan, terpaksa pelaku ditembak hingga tewas. Menurut Jenderal Tito Karnavian, di Amerika pun tidak dikenal tembakan peringatan saat pelaku mengancam petugas kepolisian

"Sepanjang sudah ancam petugas dan masyarakat, dan itu berbahaya, yang kita tembak bukan kakinya. Kita tembak kepalanya. Yang penting ancaman itu berhenti, bagaimana pun caranya," tutup Jenderal Tito Karnavian


Kapolri Tegaskan Tembak Mati Teroris Bukan Pelanggaran Hukum


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 04 Juli 2017

Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, kondisi di Indonesia dikhawatirkan menjadi ikut menyuburkan berkembangnya kelompok militan dan meningkatnya kasus terorisme menjadi ancaman keamanan yang patut diwaspadai. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara dengan Reuters di Istana Negara, Jakarta pada hari Senin tanggal 03 Juli 2017 mengungkapkan bahwa dirinya akan melakukan berbagai hal untuk menangkal bahaya terorisme

Salah satu yang sedang diupayakan ialah Undang-Undang antiteroris baru, dimana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa pemerintah akan melobi parlemen untuk bergerak cepat dalam meloloskan Undang-Undang antiteror terbaru agar proses penangkapan dan penahanan dapat berjalan lebih mudah

"Kami membutuhkan undang-undang ini," ucap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sambil menunjukkan telunjuknya secara tegas ke arah meja di depannya

Keberhasilan kelompok ekstremis merebut wilayah Marawi di wilayah selatan Filipina dianggap sebagai ancaman serius, dimana gerakan yang berporos pada ISIS tersebut dapat menghadirkan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Irak dan Suriah ke Asia Tenggara. Fenomena di Marawi menjadi peringatan keamanan bahwa ISIS tengah berupaya mendirikan benteng di Indonesia

Pejabat Filipina menyebutkan bahwa terdapat warga negara Indonesia serta Malaysia yang tergabung dalam militan yang menyerang Marawi dan sudah lebih dari enam minggu kelompok tersebut mampu merepotkan militer Filipina

"ISIS tidak punya tempat di Indonesia," tegas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Berbagai upaya juga dilakukan, di antaranya dengan melakukan patroli maritim gabungan antara Indonesia, Filipina dan Malaysia di wilayah ketiga negara tersebut. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mengaku bahwa beliau telah mendiskusikan kerja sama melalui sambungan telepon dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte beberapa waktu lalu

"Lembaga keamanan dan intelijen kami terus bekerja keras untuk melawan ancaman ini. Kami juga terus mempromosikan nilai-nilai Islam moderat, dan ketika berbicara dengan Presiden Duterte pekan lalu saya bicara 'masalah Anda adalah masalah saya'," tutup Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)


Presiden Jokowi: ISIS Tidak Punya Tempat di Indonesia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 27 Mei 2017

Presiden Jokowi Lebih Tahu Korupsi Helikopter, Panglima TNI Tak Bisa Tidur

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Presiden Jokowi Lebih Tahu Korupsi Helikopter, Panglima TNI Tak Bisa Tidur

Sebagaimana telah diketahui bersama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bahwa dirinya sempat malu di hadapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat rapat terbatas mengenai pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101 tahun 2016 dan tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut

Saat itu, Jenderal Angkatan Darat tersebut ditanya mengenai kerugian negara akibat pengadaan helikopter angkut Augusta Westland (AW)-101

"Presiden tanya, kira-kira kerugian negara berapa? Lalu saya sampaikan kira-kira minimal Rp 150 miliar," ungkap Jenderal Gatot Nurmantyo di gedung KPK, Jakarta pada hari Jumat tanggal 26 Mei 2017

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian menimpali dengan menyebut kerugian negara sebenarnya lebih dari Rp 200 miliar

"Bayangkan, Presiden lebih tahu dari saya, kan malu saya," tambah Jenderal Gatot Nurmantyo

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian meminta Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengusut kerugian tersebut dan Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bahwa dirinya sampai tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut, lalu beliau langsung menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menginvestigasi proses pengadaan helikopter dan hasilnya sama dengan yang disebutkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana ditemukan dugaan penyimpangan pada proses pengadaan tersebut

"Dari hasil investigasi itu semakin jelas ada pelaku-pelakunya. Bermodal investigasi itu kami kerja sama dengan polisi, BPK, PPATK, dan KPK untuk menyelidiki lebih lanjut," jelas Jenderal Gatot Nurmantyo

Hasil penghitungan sementara ditemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp 220 miliar dan Jenderal Gatot Nurmantyo langsung meminta helikopter tersebut diberi garis batas polisi begitu tiba di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma pada bulan Januari 2017. Hingga saat ini helikopter Augusta Westland (AW)-101 dianggap belum menjadi bagian kekuatan dari TNI AU

Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa masalah dalam proses pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101 tidak hanya mengenai dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah, namun juga masalah lainnya, mulai dari penyalahgunaan wewenang, penggelapan hingga pemalsuan

"Saya katakan ini kasus bukan hanya korupsi saja tapi ada subordinasi, ketidaktaan perintah, penyalahgunaan kewenangan, penggelapan, pemalsuan," tegas Jenderal Gatot Nurmantyo

Sebagai info tambahan, pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101 sejak lama menuai polemik karena pembeliannya dinilai tidak sesuai prosedur. Pengadaan helikopter itu telah tertuang dalam Rencana Strategis TNI AU tahap II 2015-2019 dan sesuai renstra saat itu, TNI AU mengajukan kebutuhan delapan helikopter, yaitu dua helikopter untuk VVIP Presiden RI dan enam helikopter lainnya untuk angkut berat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengungkapkan bahwa tiga pejabat TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter buatan Inggris tersebut dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 220 miliar dalam pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101, dimana nilai pengadaan helikopter tersebut mencapai Rp 738 miliar




Jokowi Lebih Tahu Korupsi Helikopter, Panglima TNI Tak Bisa Tidur


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 25 Mei 2017

Sebelum Ledakan Bom di Kampung Melayu, Polisi Sudah Dapat Informasi dari Intelijen

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sebelum Ledakan, Polisi Sudah Dapat Informasi dari Intelijen

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto mengaku belum dapat memastikan pelaku pengeboman di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2017 malam merupakan jaringan ISIS, karena hingga pukul 00:00 WIB pihaknya masih terus melakukan oleh tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi jaringan pelaku

‎"Saya belum bisa menyampaikan itu. Masih kami analisis dulu," ungkap Setyo Wasisto

Setyo Wasisto mengaku bahwa pihak kepolisian telah mendapatkan informasi dari intelejen mengenai akan adanya serangan dari kelompok ISIS, namun waktu penyerangan yang dilakukan kelompok tersebut tidak dapat dipastikan

‎"Ada kejadian global di Manchaster ketika ada show ariana grande ledakan. Kemudian negara tetangga kita Filipina kelompiok ISIS menyerang kota Marawi," tutur Setyo Wasisto

Setyo Wasisto pun menduga, serangan bom bunuh diri merupakan kelompok yang menyerang dibeberapa tempat atau negara

"Kami sudah tau (jaringan terorisnya). Tapi tak bisa memastikan," tutup Setyo Wasisto




Sebelum Ledakan Bom di Kampung Melayu, Polisi Sudah Dapat Informasi dari Intelijen


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 22 April 2017

Allan Nairn Tantang TNI soal Tulisan Makar

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Allan Nairn Tantang TNI soal Tulisan Makar

Sebagaimana telah diketahui bersama, wartawan Allan Nairn menantang Mabes TNI untuk menuntut dirinya terkait tulisan makar yang dipublikasikan pertama kali di situs The Intercept dan diterjemahkan serta dipublikasikan oleh situs berbahasa Indonesia, yaitu Tirto.id atas seijin Allan Nairn

Hal tersebut diungkapkan jurnalis asal Amerika Serikat tersebut lewat akun Twitter @AllanNairn14, dimana dengan menggunakan bahasa Indonesia, Allan Nairn mengatakan bahwa bila pihak TNI mengancam insan pers Indonesia, TNI juga harus mengancam dirinya

"Bapak2 TNI: Kalau mau mengancam pers Indonesia yang berani, mohon mengancam saya juga," demikian cuitan Allan Nairn di Twitter pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

Tak hanya sekali, Allan Nairn kembali mengulang cuitannya tersebut dalam bahasa Inggris

"Dear TNI: If you want to threaten brave Indonesian reporters and publishers, please threaten me too. (TNI threatens legal action v tirto.id)," demikian Allan Nairn dalam bahasa Inggris di Twitter pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

Dua cuitan Allan Nairn tersebut menanggapi rencana Mabes TNI untuk untuk mengajukan langkah hukum terkait tulisan Allan Nairn dengan judul "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President" yang pertama kali dipublikasikan di situs The Intercept dan kemudian diterjemahkan serta ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, yaitu Tirto.id dengan judul "Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar" atas seizin Allan Nairn dan Vivian Siu selaku Direktur Komunikasi The Intercept

Sebagai info tambahan, ancaman kepada Tirto.id tersebut awalnya dilakukan lewat akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) yang me-mention akun resmi Puspen TNI (@Puspen_TNI) dan TNI Angkatan Darat (@tni_ad) buat menanggapi laporan Allan Nairn dengan cuitan, "Ada yang nuduh Panglima TNI mau makar nih, enaknya diapain yak?"




Setelah itu, pada hari Kamis tanggal 20 April 2017 lewat akun Facebook resmi Puspen TNI, Mabes TNI mengecap laporan Allan Nairn tersebut dengan stempel "HOAX" dan pada hari Jumat tanggal 21 April 2017 Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Wuryanto mengeluarkan pernyataan bahwa TNI akan menempuh jalur hukum terkait laporan Allan Nairn tersebut



Dikonfirmasi secara terpisah, pemimpin redaksi Tirto.id, yaitu Sapto Anggoro mengaku bahwa pihaknya telah menghubungi Mabes TNI mengenai artikel Alan Nairn yang dimuat di situs Tirto.id tersebut, namun redaksi Tirto.id baru mendapat respons dari Mabes TNI pada hari Jumat siang tanggal 21 April 2017

"Kita coba hubungi tapi baru bisa nyambung tadi siang. Semalam kita hubungi, nyambung ke Humas Mabes TNI tapi tidak mau memberikan tanggapan langsung karena Pak Wuryanto yang berhak memberikan pernyataan. Beliau di-SMS dan WA tidak menjawab, baru siang dapat konfirmasi," ungkap Sapto Anggoro pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

Sapto Anggoro juga mengungkapkan bahwa redaksi Tirto.id belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI serta siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum

"Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila mabes TNI melakukan upaya hukum," tutur Sapto Anggoro

Mengenai tulisan Allan Nairn, redaksi Tirto.id menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari penulis yang bersangkutan dan juga situs The Intercept selaku media yang pertama kali memuat laporan orisinal Allan Nairn tersebut

"Kita sebenarnya membaca tulisan itu menarik, kita terjemahkan dan minta izin The Intercept. Setelah kita tayangkan, semuanya dilakukan oleh Allan Nairn jadi dia yang lebih tahu, dia pertanggungjawabkan liputan tersebut," jelas Sapto Anggoro


Allan Nairn Tantang TNI soal Tulisan Makar


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

TNI Bantah Investigasi Allan Nairn Soal Rencana Makar

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai TNI Bantah Investigasi Allan Nairn Soal Rencana Makar

Sebagaimana telah diketahui bersama, wartawan Allan Nairn meluncurkan tulisan investigasi mengenai rencana makar di Indonesia yang menyebutkan bahwa ada keterlibatan militer, namun TNI membantah mentah-mentah tulisan jurnalis asal negeri Paman Sam tersebut

"Jadi mengenai tulisan Allan Nairn saya menyatakan yang berkaitan dengan TNI itu hoax," tegas Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

Tulisan Allan Nairn tersebut juga menyinggung mengenai keterlibatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pihak yang mendukung rencana makar. Selain menepis tuduhan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Mayjen Wuryanto juga meragukan kebenaran kutipan narasumber yang menuduh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut

"Kalau dikatakan bahwa Pak Kivlan Zein menyatakan soal Panglima, siapa yang menjamin bahwa Pak Kivlan menyampaikan hal itu," ungkap Mayjen Wuryanto

Tulisan Allan Nairn dengan judul "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President" tersebut pertama kali dipublikasikan di situs The Intercept dan kemudian diterjemahkan serta ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, yaitu Tirto.id dengan judul "Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar" atas seizin Allan Nairn dan Vivian Siu selaku Direktur Komunikasi The Intercept

"Dan semestinya dari pihak yang mempunyai situs, yakni Tirto, mestinya sebelum mengangkat mengenai tulisan itu semestinya mengonfirmasi ke Panglima TNI atau paling tidak ke saya. Ini kan ada tuduhan sensitif," sambung Mayjen Wuryanto

Mayjen Wuryanto juga mengungkapkan bahwa TNI tengah mempertimbangkan untuk mengajukan langkah hukum mengenai tulisan Allan Nairn tersebut

"Dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah hukum. Kami akan melaporkan ke polisi," tegas Mayjen Wuryanto




Dikonfirmasi secara terpisah, pemimpin redaksi Tirto.id, yaitu Sapto Anggoro mengaku bahwa pihaknya telah menghubungi Mabes TNI mengenai artikel Alan Nairn yang dimuat di situs Tirto.id tersebut, namun redaksi Tirto.id baru mendapat respons dari Mabes TNI pada hari Jumat siang tanggal 21 April 2017

"Kita coba hubungi tapi baru bisa nyambung tadi siang. Semalam kita hubungi, nyambung ke Humas Mabes TNI tapi tidak mau memberikan tanggapan langsung karena Pak Wuryanto yang berhak memberikan pernyataan. Beliau di-SMS dan WA tidak menjawab, baru siang dapat konfirmasi," ungkap Sapto Anggoro pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

Sapto Anggoro juga mengungkapkan bahwa redaksi Tirto.id belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI serta siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum

"Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila mabes TNI melakukan upaya hukum," tutur Sapto Anggoro

Mengenai tulisan Allan Nairn, redaksi Tirto.id menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari penulis yang bersangkutan dan juga situs The Intercept selaku media yang pertama kali memuat laporan orisinal Allan Nairn tersebut

"Kita sebenarnya membaca tulisan itu menarik, kita terjemahkan dan minta izin The Intercept. Setelah kita tayangkan, semuanya dilakukan oleh Allan Nairn jadi dia yang lebih tahu, dia pertanggungjawabkan liputan tersebut," jelas Sapto Anggoro


TNI Bantah Investigasi Allan Nairn Soal Rencana Makar


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 05 Januari 2017

Pancasila dihina, TNI hentikan kerja sama militer dengan Australia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pancasila dihina, TNI hentikan kerja sama militer dengan Australia

Sebagaimana telah diketahui bersama, TNI akan menghentikan seluruh kerja sama dan latihan militer dengan Australia untuk sementara, dimana Mabes TNI menegaskan bahwa seluruh kerja sama akan dikaji kembali sebelum TNI bersedia membuka kembali hubungan dengan Australia

"Bukan hanya latihan militer, tetapi seluruh kerja sama dengan Australia," kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto pada hari Rabu tanggal 04 Januari 2017

Mayjen Wuryanto menjelaskan bahwa penyebab penghentian sementara tersebut karena masalah teknis dan turun naiknya hubungan bilateral antara kedua negara

Saat dikonfirmasi adanya pelecehan terhadap lambang negara Pancasila saat prajurit Kopassus tengah melatih pasukan khusus di Australia, Mayjen Wuryanto tidak menampik, namun beliau tidak menjelaskan secara detil

"Ya ada masalah itu dan ada beberapa hal yang masih harus kita kaji lagi agar hubungan kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak," tutup Mayjen Wuryanto

Sebelumnya, TNI secara rutin menggelar latihan bersama dengan Australia dan salah satu yang sering berlatih ialah Kopassus TNI AD


Pancasila dihina, TNI hentikan kerja sama militer dengan Australia


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 22 Desember 2016

MENELUSURI JEJAK SUKHOI DI LINGKARAN CIKEAS

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai MENELUSURI JEJAK SUKHOI DI LINGKARAN CIKEAS

Sebagaimana telah diketahui bersama, dalam kultwit berjudul "Menelusuri Jejak Sukhoi Di Lingkaran Cikeas" yang ditulis pemilik akun Twitter Ratu Adil, diungkapkan bahwa Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng merupakan pemilik PT Trimarga Rekatama (agen pemasok Sukhoi ke Indonesia). Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng menjabat sebagai Direktur Utama dan Vicky Victor Siagian (purnawirawan TNI AU) menjabat sebagai Direktur di PT Trimarga Rekatama


MENELUSURI JEJAK SUKHOI DI LINGKARAN CIKEAS


PT Trimarga Rekatama telah memasok Sukhoi Super Jet (SSJ 100) yang mengalami kecelakaan pada tahun 2012 dan juga Sukhoi SU 30 MK2. PT Trimarga Rekatama ditunjuk sebagai agen Sukhoi, karena kedekatan Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng dengan SBY dan Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng mengenal SBY melalui Djoko Suyanto (mantan Menko Polhukam)

Selain dikenal di kalangan TNI, Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng terhitung masih kerabat Ricardo Gelael (pemilik perusahaan retail Hero dan Giant dan Eng Djin Tjong alias Sudjito Ng juga diketahui berbisnis dengan PT. Mentari Multimedia (M2V) milik Anissa Pohan (salah seorang menantu SBY)

Selain memasok Sukhoi ke RI, PT Trimarga Rekatama juga menjalankan bisnis senjata api, amunisi dan memasok pesawat jenis ringan

Utama Citra Persada (anak usaha PT Trimarga Rekatama yang dikendalikan oleh Indra Surya Djani) merupakan rekanan TNI AL untuk pengadaan Alutsista. Utama Citra Persada melakukan pengadaan tank BMP¬3F, kapal layar latih, tank BMP3 APC dan mesin kapal MAN untuk Fatahillah Class

PT Trimarga Rekatama di jaman SBY hampir selalu terlibat dalam setiap pengadaan Alutsista dari Rusia melalui Rosoboron Export Russia. Selain PT Trimarga Rekatama, Kartika Airlines, Sky Aviation dan Queen Air juga memesan 46 unit SSJ 100 senilai Rp 15 triliun

Kartika Airlines milik Yayasan Kartika Eka Paksi melakukan transaksi Sukhoi di Franborough Air Show pada tanggal 19 Juli 2010 senilai USD 951 juta

Sky Aviation juga mencatat segudang nama penting, diantaranya Glenn Yusuf (eks kepala BPPN) serta Chappy Hakim (eks KASAU dan juga penasehat senior Sky Aviation). Melihat segudang nama dan jaringan tersebut, kita paham mengapa kasus korupsi mark up Sukhoi berhenti di Brigjend Teddy yang dipaksa pasang badan

KPK harus berani maju pantang mundur dalam menguak jaringan di belakang kasus korupsi mark up Sukhoi dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya turun tangan agar pembelian Sukhoi 35 tidak lagi di-mark up karena permainan agen

It takes Two to Tango...Brigjend Teddy tidak mungkin sendiri melakukan korupsi Sukhoi USD 70-an juta tersebut dan untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit di bawah ini




SUMBER : "Menelusuri Jejak Sukhoi Di Lingkaran Cikeas" by @Ratu_Adil

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 31 Oktober 2016

9 Pesan Panglima TNI kepada Prajurit Jelang Pilkada Serentak 2017

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai 9 Pesan Panglima TNI kepada Prajurit Jelang Pilkada Serentak 2017

Sebagaimana telah diketahui bersama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertemu ribuan prajurit dari berbagai matra, Polri serta masyarakat untuk menjaga hubungan erat TNI dengan rakyat dan juga mewujudkan terselenggaranya Pilkada serentak 2017 yang aman dan damai

Pertemuan tersebut dilakukan di Markas Komando Grup I Kopassus, Serang, Banten pada hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016 yang juga dimeriahkan dengan konser musik bertajuk "TNI adalah Rakyat, Rakyat adalah TNI" oleh penyanyi legendaris Iwan Fals

Sebelum konser musik dimulai, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Iwan Fals, Kapolda Banten, ribuan prajurit serta masyarakat makan nasi bungkus bersama di lapangan Mako Grup I Kopassus, Serang dan kemudian jenderal bintang empat tersebut ikut bernyanyi di panggung bersama rakyat

Di sela-sela konser, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan pernyataan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2017 di hadapan ribuan masyarakat dan prajurit, dimana ada sembilan pesan yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, yaitu:


1) TNI selalu memegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta selalu membela ideologi negara, Pancasila

2) Presiden sebagai panglima tertinggi TNI telah memberikan amanat kepada TNI, pada HUT ke-70 TNI, 5 Oktober 2015, agar TNI meneguhkan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional

3) Presiden sebagai panglima TNI telah memerintahkan TNI menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan RI

4) Sebagai tentara nasional, TNI tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama, dan golongan. TNI adalah satu, yakni tentara nasional yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan

5) Presiden memerintahkan agar TNI terus menjaga ke-Bhinekatunggalikaan. Karena hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk, yang kuat, dan solid

6) TNI harus berada dalam garda terdepan dalam mengelola dan menjaga Bhineka Tunggal Ika

7) Sebagai alat negara, TNI tidak akan mentolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA

8) TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa

9) Prajurit TNI di mana pun bertugas agar selalu menegakkan kesatuan komando dan jangan ragu bertindak menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI


"Para Panglima dan komandan, titip prajuritmu. Mereka adalah anak-anakku. Pimpin mereka dengan segenap hati dan pikiranmu," tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,"Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT membimbing, melindungi dan memberi mukjizat setiap langkah pengabdian terbaik kita untuk NKRI yang sangat kita cintai. Selamat bertugas dan berjuang. Komando !!!"

9 Pesan Panglima TNI kepada Prajurit Jelang Pilkada Serentak 2017


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Tak Ada Toleransi bagi Pemecah Belah Bangsa

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tak Ada Toleransi bagi Pemecah Belah Bangsa

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar bertindak tegas kepada setiap gerakan apapun yang dianggap berpotensi memecah belah persatuan bangsa menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017

"Sebagai alat negara, TNI tidak akan mentolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan)," ungkap Jenderal Gatot Nurmantyo di Mako Grup I Kopassus, Serang, Banten pada hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016


Tak Ada Toleransi bagi Pemecah Belah Bangsa


Jenderal Gatot Nurmantyo menambahkan bahwa TNI akan menjadi yang terdepan dalam menumpas kelompok-kelompok yang berusaha memecah belah keutuhan bangsa dan juga menghimbau kepada seluruh prajurit TNI agar tidak ragu dalam menjaga kedaulatan NKRI

"TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," tegas jenderal bintang empat tersebut

Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sama dengan Polri dan instansi lainnya dalam menjaga keutuhan bangsa

"Tegakkan satu komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga kutuhan dan kedaulatan NKRI," tutup Jenderal Gatot Nurmantyo






By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 19 Agustus 2016

Ditahan saat transit, Suryo Prabowo masuk daftar hitam Singapura

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ditahan saat transit, Suryo Prabowo masuk daftar hitam Singapura

Mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat melakukan transit di Bandara Changi, Singapura pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016, dimana tepat pada HUT RI ke-71, mantan panglima Kodam Jaya tersebut masuk daftar hitam di kantor imigrasi Singapura

"Saya ini ternyata orang yang di-BLACKLIST Pemerintah Singapore (imigrasi) dengan alasan yang TIDAK JELAS," keluh Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo melalui akun sosial media miliknya

Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo menerangkan bahwa awal mula kejadian saat dirinya masuk daftar hitam di Singapura ialah ada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016 Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo transit untuk kembali ke Jakarta dan mengikuti acara 17an di kampung halamannya, namun pada pukul 05.20 waktu setempat, Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo dihampiri petugas imigrasi Singapura

"Saya transit di Singapore kemudian keluar terminal untuk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17an di kampung saya. Di imigrasi ternyata nama saya ada di daftar BLACKLIST, lalu saya diinterview panjang lebar selama 1 jam-an tentang 'riwayat hidup' saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M (?)," papar Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo kepada para pembaca akun media sosial miliknya.

Akibat insiden yang membuat dirinya kesal tersebut, Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo berpesan kepada teman-temannya di media sosial untuk berhenti mengikutinya agar tidak termasuk ke dalam daftar hitam seperti dirinya

"O ya ... Kalau mau enggak di-blacklist seperti saya, teman-teman FB supaya unfollow saya. DIRGAHAYU INDONESIA," pungkas Suryo Prabowo


Ditahan saat transit, Suryo Prabowo masuk daftar hitam Singapura


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 05 Juli 2016

Pelaku Bom Solo Diduga Nur Rohman, Jaringan Bahrun Naim

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelaku Bom Solo Diduga Nur Rohman, Jaringan Bahrun Naim

Sebagaimana telah diketahui bersama, identitas pelaku bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo sudah mulai terkuak, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan bahwa pelaku diduga bernama Nur Rohman

"Pelaku diduga Nur Rohman. Untuk kepastiannya nanti nunggu tes DNA," ungkap Jenderal Badrodin Haiti saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Solo, Jl Adi Sucipto

Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan bahwa Nur Rohman merupakan anggota kelompok Abu Musaf yang berada satu jaringan dengan Bahrun Naim (otak penyerangan di Thamrin) pada awal tahun 2016

"Abu Musaf ini siapa ?!? Jaringannya Bahrun Naim. Garis komandonya ke sana," ungkap Kepala BNPT Jenderal Tito Karnavian yang juga hadir dalam konferensi pers

Meski demikian, Jenderal Tito Karnavian tidak mengetahui apakah Bahrun Naim dan Nur Rohman masih sering menjalin kontak. Nur Rohman lolos dalam penangkapan di awal tahun 2015, sedangkan Bahrun Naim diketahui berada di luar negeri

"Belum diketahui," tutup Jenderal Tito Karnavian


Pelaku Bom Solo Diduga Nur Rohman, Jaringan Bahrun Naim


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Bom Bunuh Diri di Solo, Presiden: Tangkap Jaringan Pelaku

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Bom Bunuh Diri di Solo, Presiden: Tangkap Jaringan Pelaku

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti diminta mengejar jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), dimana kasus bom bunuh diri tersebut juga sepatutnya diungkap dan diusut tuntas

"Saya sudah perintahkan Kapolri untuk kejar jaringan. Tangkap jaringan dan ungkap yang berkaitan dengan bom bunuh diri di Mapolresta Solo," ungkap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan di Hotel Inna Muara, Padang, Sumatera Barat

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga berpesan agar masyarakat tidak takut atas aksi teror dan harus tenang dalam menghadapi hari terakhir bulan suci Ramadan

"Kita berharap masyarakat tenang. Ini ibadah terakhir, supaya kita khusyuk dan tidak takut hadapi teror itu," lanjut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Sebagai info tambahan, bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakata terjadi pada hari Selasa tanggal 05 Juli 2016 pukul 07.30 WIB, dimana pelaku menggunakan sepeda motor memasuki Mapolresta Surakarta dan dihentikan oleh Provos, namun pengendara sepeda motor tersebut tetap menerobos masuk melalui penjagaan

Salah satu anggota Provos Polresta Surakarta, yaitu Bripka Bambang Adi kemudian mengejar pengendara motor tersebut dan tepat di depan SPKT secara tidak diduga suara ledakan keras berasal dari badan pengendara motor tersebut, sehingga mengenai bagian muka Bripka Bripka Bambang Adi

Pelaku meninggal di tempat dan Bripka Bambang Adi mengalami luka pada bagian wajah. Saat ini masih dilakukan oleh TKP dan pendataan oleh Polresta Surakarta


Bom Bunuh Diri di Solo, Presiden: Tangkap Jaringan Pelaku


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 18 Juni 2016

Johan Budi: Presiden Dengar Berbagai Masukan dalam Memilih Komjen Tito Karnavian

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Johan Budi: Presiden Dengar Berbagai Masukan dalam Memilih Komjen Tito Karnavian

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengungkapkan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan nama calon tunggal untuk Kapolri, yakni Komjen Tito Karnavian dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi juga membenarkan hal tersebut, dimana surat baru dikirimkan pada tanggal 15 Juni 2016

"Memang benar hari ini 15 Juni, Presiden menyampaikan surat permohonan persetujuan calon Kapolri kepada DPR. Sedang nama yang diajukan Presiden adalah Komjen Pol Tito Karnavian," ungkap Johan Budi

Proses penggantian Kapolri tersebut sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, dimana penunjukkan calon Kapolri sepenuhnya hak prerogratif Presiden

"Namun demikian dalam memilih nama Tito Karnavian, terlebih dahulu Presiden mendengar masukan dari berbagai pihak baik Kompolnas, Polri maupun publik," tambah Johan Budi

Sebagai info tambahan, Tito Karnavian merupakan satu di antara beberapa nama yang diajukan oleh Kompolnas kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) , namun Tito Karnavian yang kemudian dipilih Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon tunggal Kapolri


Johan Budi: Presiden Dengar Berbagai Masukan dalam Memilih Komjen Tito Karnavian


Continue Reading...

Kamis, 16 Juni 2016

Tito Karnavian Anak Ajaib, Lulusan Terbaik dan Menguasai Delapan Bahasa

Tidak ada komentar:
Dalam artrikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tito Karnavian Anak Ajaib, Lulusan Terbaik dan Menguasai Delapan Bahasa

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kepala Pusat Kajian Keamanan dan Nasional Hermawan Sulistyo menganggap Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian layak ditunjuk menjadi Kapolri

Hermawan Sulistyo melihat rekam jejak dan prestasi Tito Karnavian yang diperoleh selama bertugas di kepolisian tersebut sangat menjanjikan

"Kalau masalah kemampuan, dia itu anak ajaib. Cepat atau lambat pasti jadi Kapolri," ungkap Hermawan Sulistyo

Hermawan Sulistyo menambahkan bahwa Tito Karnavian memenuhi kriteria yang ideal untuk memimpin institusi Polri, dimana kemampuannya di bidang terorisme tak diragukan dan Tito Karnavian juga menjadi lulusan terbaik di angkatannya serta menguasai delapan bahasa

"Bukan hanya cerdas, kemampuan lapangannya sudah teruji. Saat dia memimpin Densus 88, Kapolda, macam-macam," tambah Hermawan Sulistyo

Banyak pihak yang mempersoalkan mengenai usia Tito Karnavian yang terbilang masih junior dibandingkan jenderal bintang tiga lainnya, namun Hermawan Sulistyo menganggap hal tersebut bukan masalah berarti dan hal yang terpenting adalah kemampuannya telah teruji di lapangan untuk mempertahankan keamanan negara

Sebagai info tambahan, Ketua DPR RI Ade Komarudin sebelumnya mengaku bahwa dirinya menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2016 pagi terkait pergantian Kapolri

"Dalam surat itu, Bapak Presiden mengajukan Bapak Tito Karnavian yang sekarang menjabat Kepala BNPT dan mantan kepala Polda Metro," ungkap Ade Komarudin

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti akan pensiun pada bulan Juli 2016 dan sempat ada dua opsi yang muncul, yaitu menunjuk satu calon pengganti atau memperpanjang masa jabatan Jenderal Pol Badrodin Haiti

Opsi kedua sempat menimbulkan polemik berbagai pihak terkait landasan aturan


Tito Karnavian Anak Ajaib, Lulusan Terbaik dan Menguasai Delapan Bahasa


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 25 Maret 2016

Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI

Kabar terdahsyat kembali datang dari tokoh idealis Sri Bintang Pamungkas, dimana pada tanggal 14 Maret 2016 lalu beliau menulis sejumlah tweet bernada provokatif dalam akun Twitter beliau dan telah dilaporkan ke Facebook Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Di bawah ini merupakan rangkaian tweet Sri Bintang Pamungkas

Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


Sri Bintang : Siapkan Diri Di Bulan Mei , Kita Ulangi Lagi Mei 98 , Dengan Atau Tanpa TNI/POLRI


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 14 Januari 2016

Pelaku Teror Thamrin Terkait ISIS

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pelaku Teror Thamrin Terkait ISIS

Sebagaimana telah diketahui bersama, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Budi Gunawan mengungkapkan bahwa pelaku peledakan bom di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat terkait dengan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Budi Gunawan mengaku kejadian tersebut melibatkan peristiwa bom bunuh diri dan penyerangan oleh kelompok teroris yang dilakukan pada tanggal 14 Januari 2016 pukul 10.55 WIB

"Betul," ungkap Budi Gunawan mengomentari pertanyaan wartawan apakah kejadian peledakan bom ini terkait dengan ISIS yang sempat membuat teror di Paris, Prancis

Budi Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya telah mendeteksi ada komunikasi kelompok Suriah dan kelompok Solo yang dipimpin Abu Jundi dan katanya telah membuat persiapan dengan anak-anak sel untuk melakukan serangkaian peledakan bom

"Yang seharusnya dimainkan pada malam Tahun Baru. Tapi karena kita bisa antisipasi, kita bisa tangkap lebih dulu," lanjut Budi Gunawan

Dari hasil pengembangan tim Densus 88, di Bandung Densus 88 berhasil menangkap 6 orang yang dipastikan berasal dari kelompok Solo. Budi Gunawan juga menerangkan bahwa awal serangan kelompok teroris dilakukan ke arah kafe Starbucks, kemudian berlanjut ke pos polisi di depan Gedung Sarinah Jaya

"Dan melakukan bom bunuh diri," tutur Budi Gunawan

Dari dua kejadian teror tersebut petugas polisi dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 melakukan pengejaran di tempat kejadian perkara, sehingga terjadi kontak tembak senjata dengan pelaku di depan gedung Star serta Djakarta Theater dan Budi Gunawan mennyatakan pihaknya dapat melumpuhkan dua anggota kelompok teroris

"Hasil identifikasi secara keseluruhan sementara akibat dari peristiwa ini ada 16 korban," ungkap Budi Gunawan

Dari 16 korban tersebut, empat pelaku teroris meninggal dengan rincian dua pelaku tewas adalah pelaku bom bunuh diri dan dua lainnya berhasil ditembak polisi. 5 orang korban lainnya dari pihak kepolisian mengalami luka berat ketika melakukan kontak senjata di depan pos polisi Sarinah dan kontak di depan Star serta Djakarta Theater

Budi Gunawan menerangkan bahwa pihaknya sempat menyisir Djakarta Theater dan Gedung Sarinah Jaya untuk menemukan pelaku. Semua lokasi tersebut telah steril, meski pengamanan dua gedung tersebut dioptimalkan

"Intinya semua keadaan bisa kita kuasai, kita amankan dan semua sudah steril. Saya harap tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tegas Budi Gunawan

Mengantisipasi kejadian tersebut, Kapolri berkoordinasi dengan TNI mengambil langkah-langkah yakni mengamankan objek vital di DKI Jakarta. Budi Gunawan juga menjelaskan bahwa tidak ada penyanderaan di Gedung Djakarta Theater

"Tidak ada sniper yang dilibatkan," tegas Budi Gunawan

Dari tempat kejadian polisi berhasil mengamankan senjata FN, bom dan granat aktif


Pelaku Teror Thamrin Terkait ISIS


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...