Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juli 2017

Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

Sebagaimana telah diketahui bersama, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengkaji calon ibu kota baru pengganti Jakarta dan salah satunya adalah Palangka Raya (ibu kota provinsi Kalimantan Tengah) yang saat ini masih menjadi kajian pemerintah dan masyarakat masih harus menunggu hasilnya

Meski demikian, detikFinance mencoba mengumpulkan opini masyarakat terkait wacana pemerintah tersebut dengan melakukan survei melalui jejaring sosial Twitter dan hasil sementera dapat dilihat di bawah ini




Apakah para pembaca setuju jika Ibu Kota pindah ke Palangka Raya ?

Inilah Hasil Survei Sementara Soal Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 20 Juni 2017

Usai Lebaran, Ridwan Kamil Akan Umumkan Pendampingnya dalam Pilkada Jabar 2018

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Usai Lebaran, Ridwan Kamil Akan Umumkan Pendampingnya dalam Pilkada Jabar 2018

Sebagaimana telah diketahui bersama,, Walikota Bandung Ridwan Kamil akan mengumumkan nama pendampingnya dalam Pilkada Jawa Barat 2018 usai Lebaran 2017

"Setelah lebaran keputusan berpasangan dengan siapanya, tunggu nanti," ungkap Ridwan Kamil saat menghadiri deklarasi dukungan dari komunitas Buah Batu Corps (BBC) Skills di Bandung pada hari Minggu tanggal 21 Mei 2017

Menurut Ridwan Kamil, saat ini pihaknya masih dalam proses lobi dengan beberapa partai, baik untuk proses dukungan hingga menetapkan pendampingnya dalam Pilkada Jawa Barat 2018

"Tiap partai kan punya calon, kan enggak mungkin semuanya dipenuhi. Berarti harus ada dialog antar partai dan rata-rata kemungkinan lebaran keputusannya," jelas Ridwan Kamil

Ridwan Kamil mengaku bahwa hingga saat ini banyak pihak yang menyodorkan nama-nama calon yang akan mendampingi dirinya, dimana beberapa dari nama tersebut berasal dari kalangan artis, aktivis lingkungan, tokoh politik hingga ulama

"Tapi saya belum bisa memutuskan karena saya bukan pengambil keputusan, saya posisinya homeless tidak punya partai. Jadi posisi wakil saya serahkan pada koalisi," tutur Ridwan Kamil

Sementara itu, Ketua Buah Batu Corps (BBC) Skills Bagus Machdiantoro mengungkapkan bahwa majunya Ridwan Kamil menuju kursi Jabar 1 tersebut agar prestasi yang diraih Ridwan Kamil saat menjabat Walikota Bandung dapat diterapkan juga di Jawa Barat

Menurut Bagus Machdiantoro, pihaknya akan menerjunkan ratusan kadernya di pelosok-pelosok desa untuk lebih memperkenalkan sosok Ridwan Kamil

"Jabar sangat luas mudah-mudahan dengan dipimpin oleh Pak Ridwan Kamil lebih maju. Kita punya 12.000 kader anggota di pelosok desa. Kita akan kerahkan," ungkap Bagus Machdiantoro


Usai Lebaran, Ridwan Kamil Akan Umumkan Pendampingnya dalam Pilkada Jabar 2018


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Survei Indo Barometer Sebut Ridwan Kamil Ungguli Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Survei Indo Barometer Sebut Ridwan Kamil Ungguli Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Sebagaimana telah diketahui bersama, Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei peluang calon Gubernur Jawa Barat 2018 pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 terhadap nama-nama potensial yang akan maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018 di Bandung pada hari Selasa tanggal 06 Juni 2017

Dalam survei tersebut terdapat 16 nama yang cukup santer akan maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018, namun hanya tiga nama, yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang diprediksi akan bersaing ketat

"Dari 16 nama, yang menunjukan peningkatan baik elektabilitas maupun popularitas (cukup besar) ada di tiga nama yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi," ungkap M Qodari selaku Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer

Lembaga Survei Indo Barometer membuat simulasi dengan menanyakan 800 responden mengenai 16 nama calon Gubernur Jawa Barat 2018 dan hasilnya ialah Ridwan Kamil menempati urutan teratas dengan 28,6 persen dan disusul oleh Deddy Mizwar (18,8 persen), Dedi Mulyadi (11,5 persen), Dede Yusuf (6,3 persen, Abdullah Gymastiar atau Aa Gym (2,4 persen), Rieke Diah Pitaloka (1,4 persen), Abdy Yuhana (0,4 persen), Tubagus Hasanuddin (0,4 persen), Puti Guntur Soekarno Putri (0,3 persen), Agung Suryamal (0,1 persen), Mochamad Iriawan (0,1 persen), Mochamad Sohibul Iman (0,1 persen), Netty Prasetyani (0,1 persen), Ineu Purwadewi (0,0 persen) serta Sutrisno (0,0 persen)

"Dari tiga nama ini dalam survei sebelumnya pada Februari sampai Maret lalu Ridwan Kamil penilaiannnya naik sebanyak 6,6 persen, lalu Deddy Mizwar 4,7 persen dan Deddy Mulyadi 4,2 persen. Yang menarik Rieke dan Dede Yusuf justru cenderung turun," papar M Qodari

Sementara dari segi keterkenalan, Deddy Mizwar dan Abdullah Gymastiar atau Aa Gym unggul dari kandidat lainnya, dimana Deddy Mizwar meraih 99 persen, Abdullah Gymastiar atau Aa Gym dengan 94,9 persen, Desy Ratnasari dengan 94,9 persen, Dede Yusuf dengan 92,4 persen dan Ridwan Kamil dengan 88,8 persen

Persaingan terhadap tiga nama tersebut masih akan terus terjadi mengingat masyarakat yang belum memutuskan masih mencapai 22,8 persen

"Tidak memilih 0,3 persen, rahasia 2,0 persen, belum memutuskan 22,8 persen, tidak tahu 3 persen," beber M Qodari

Lebih lanjut, M Qodari menjelaskan bahwa 800 orang responden dalam survei yang dilaksanakan di 27 kabupaten kota periode 17-23 Mei 2017 tersebut memiliki margin of error sebesar + 3,46 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen

Para responden memilih pemimpin yang berwibawa sebesar13 persen, dekat dengan rakyat sebesar 12,3 persen, pintar sebesar 11,5 persen, kinerja bagus sebesar 9,4 persen dan berpengalaman sebesar 8,5 persen

"Secara umum alasan memilih warga Jabar ini masih sama. Namun alasan wibawa naik dari posisi lima ke satu," tutup M Qodari


Survei Indo Barometer Sebut Ridwan Kamil Ungguli Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Survei Poltracking Sebut Ridwan Kamil Menang Telak di Jawa Barat

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Survei Poltracking Sebut Ridwan Kamil Menang Telak di Jawa Barat

Sebagaimana telah diketahui bersama, Walikota Bandung Ridwan Kamil diprediksi akan menang telak apabila maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018

Hal tersebut tergambar dari hasil survei Poltracking yang dirilis di Jakarta pada hari Kamis tanggal 08 Juni 2017

Saat pertanyaan top of mind diajukan kepada responden, dimana tidak ada nama-nama calon kandidat yang diajukan, nama Ridwan Kamil muncul di posisi teratas, yaitu 21,38 persen responden

Terpaut jauh di bawahnya ialah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (4,88 persen), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (3,88 persen), politisi Partai Demokrat Dede Yusuf (1,75 persen) dan Bupati Tasik UU Ruzhanul Ulum (1,75 persen) serta nama lainnya yang meraih suara tidak signifikan atau di bawah 1 persen, sedangkan yang belum menentukan pilihan mencapai 60,68 persen

"Ini menandakan nama Ridwan Kamil melekat di memori publik sebagai calon gubernur. Tapi perlu dicatat, undecided voters nya masih sangat tinggi," ungkap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda

Setelah itu, responden pun diminta memilih satu dari 25 nama dan hasilnya ialah Ridwan Kamil tetap unggul telak dengan 38,13 persen

Di bawahnya, yakni Deddy Mizwar (14,88 persen), Dedi Mulyadi (9,88 persen), Dede Yusuf (8,00 persen), Abdullah Gymnastiar (5,63 persen) dan UU Ruzhanul Ulim (3,63 persen) serta calon lainnya yang mendapatkan suara di bawah 1 persen

"Secara statistik, elektabilitas Ridwan Kamil melesat jauh di atas margin of error," jelas Hanta Yuda

Saat calon dikerucutkan menjadi lima saja, hasilnya juga tidak jauh berbeda, dimana Ridwan Kamil masih unggul telak di angka 42,75 persen. Empat lainnya, yakni Deddy Mizwar (16,38 persen), Dedi Mulyadi (11,25 persen), Dede Yusuf (9,75 persen), dan Abdullah Gymnastiar (6,50 persen).

Saat ditandingkan head to head dengan Deddy Mizwar, Ridwan Kamil meraih 53,75 persen dan Deddy Mizwar hanya 23,50 persen

"Elektabilitas Ridwan Kamil unggul dua kali lipat," beber Hanta Yuda

Hanta Yuda menilai bahwa tingginya elektabilitas Ridwan Kamil disebabkan beberapa hal, diantaranya kinerja Ridwan Kamil sebagai wali kota Bandung beberapa tahun terakhir

"Prestasi dan berbagai inovasi Ridwan Kamil yang ditorehkan selama ini telah mampu mendatangkan magnet elektoral bagi publik," tutur Hanta Yuda

Selain itu, tingginya elektabilitas Ridwan Kamil juga karena adanya publikasi masif menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 yang menggadang Ridwan Kamil sebagai cagub DKI Jakarta

Aktifnya Ridwan Kamil di media sosial juga membuat dirinya populer dan disukai kalangan muda

Meski Ridwan Kamil unggul telak, Hanta Yuda mengingatkan bahwa Pilkada Jabar masih akan digelar satu tahun dari sekarang dan sebanyak 51,63 persen responden menyatakan bahwa pilihan mereka masih dapat berubah

"Kalau tinggal sebulan, saya sudah berani menyatakan pemenangnya. Tapi berbagai dinamika masih bisa terjadi dalam setahun kedepan," tegas Hanta Yuda

Populasi survei tersebut ialah WNI di Provinsi Jabar yang mempunyai hak pilih dalam pemilu dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden dengan margin of error plus minus 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen

Responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang terlatih dan pengambilan data survei dilakukan pada 18-24 Mei 2017


Survei Poltracking Sebut Ridwan Kamil Menang Telak di Jawa Barat


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 04 Juni 2017

Forum Lintas Gereja Dukung Jokowi Tindak Tegas Ormas Anti-Pancasila

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Forum Lintas Gereja Dukung Jokowi Tindak Tegas Ormas Anti-Pancasila

Sebagaimana telah diketahui bersama, Forum Pimpinan Kristen Lintas Gereja (FPKLG) menilai bahwa setiap warga negara Indonesia haruslah saling peduli tanpa peduli akan dikaitkan dengan SARA. Forum Pimpinan Kristen Lintas Gereja (FPKLG) juga mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menindak tegas ormas anti-Pancasila

"Jadi dogmatika sama falsafah berbangsa berbeda, saya nggak tanya suku apa, kamu Bangsa Indonesia, saya care. Kamu sebangsa sama saya, makanya ketika kita ke Singapura, Amerika, kita saling bantu. Kita baru berasa Indonesia kalau di luar negeri," ungkap Pendeta Bigman Sirait dalam seminar "Indonesia di Persimpangan Jalan, Antara Pancasila Vs Negara Islam: Bagaimana Sikap Pemimpin Kristen?" di Kampus IBM ASMI, Pulomas, Jakarta Timur pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2017

Turut hadir dalam acara tersebut, Pendeta Bigman Sirait, Pendeta Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, M.M (Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API)), Pendeta Dr. Phil Karel Erari (Tokoh Papua) dan Pendeta Yerry Tawalujan

Pendeta Yerry Tawalujan memberikan sembilan rekomendasi dan dukungan untuk pemerintah Jokowi-JK

"Oleh karena itu kami mendukung pemerintah Jokowi agar menindak tegas organisasi anti-Pancasila," ungkap Pendeta Yerry Tawalujan

Sebelum deklarasi, para pembicara mendiskusikan perbedaan idelogi agama dan Pancasila di dalam pemerintahan demokrasi, terlebih dengan maraknya masyarakat yang menafsirkan ideologi Pancasila dengan sudut pandang berbeda

Pendeta Yerry Tawalujan juga mengajak pimpinan gereja di Indonesia untuk memberi pengetahuan kepada semua pihak agar agama tidak dilibatkan dalam kepentingan politik

"Agama seharusnya jadi pusat pencerdasan bukan pusat pembodohan. Kalau semua agama jadi pusat pencerdasan maka indonesia akan jadi bangsa yang cerdas dan tak akan mudah dibodohi untuk memakai agama demi kepentingan politik segelintir orang," papar Pendeta Yerry Tawalujan

Menurut Pendeta Yerry Tawalujan, agama adalah identitas personal, sedangkan Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia, sehingga idelogi agama tidak boleh dibenturkan dengan Pancasila

"FPK-LG Corpus Christy menolak upaya menegakan agama dengan membuang Pancasila karena semua agama harus mendukung pancasila sebagai identitas bangsa dan dasar negara," beber Pendeta Yerry Tawalujan

Pendeta Yerry Tawalujan juga mengajak umat Kristen untuk menjaga kerukunan beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia .

"Kristen perlu ditingkatkan kerjasama dengan kelompok Islam moderat yang nasionalis dan agama-agama minoritas seperti Budha, Hindu, dan Konghucu serta aliran kepercayaan untuk bersama pertahankan NKRI berdasarkan Pancasila UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," tutup Pendeta Yerry Tawalujan




Forum Lintas Gereja Dukung Jokowi Tindak Tegas Ormas Anti-Pancasila


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 21 Mei 2017

Pidato Lengkap Presiden Jokowi soal Gejolak Perpecahan di Tengah Masyarakat

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pidato Lengkap Presiden Jokowi soal Gejolak Perpecahan di Tengah Masyarakat

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara untuk merespons fenomena yang akhir-akhir ini mendera kesatuan Indonesia dalam sebuah pernyataan seusai menerima sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 16 Mei 2017


Pidato Lengkap Presiden Jokowi soal Gejolak Perpecahan di Tengah Masyarakat


Di bawah ini merupakan pernyataan utuh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Saya baru saja bersilaturahmi dengan beliau-beliau, tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereha Indonesia, perwakilan umat Buddha Indonesia, dari Hindu Dharma Indonesia dan majelis tinggi Konghucu Indonesia serta Panglima TNI dan Kapolri untuk membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama

Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga terus mempertahankan dan terus memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian dan toleransi antarumat antarkelompok dan antargolongan

Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum. Saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi kita

Tapi saya juga perlu tegaskan bahwa kebebasan tersebut harus sejalan dengan koridor hukum. Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Harus berada dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut, gesekan-gesekan tersebut, untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat

Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekan. Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah. Karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling menolak. Karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif seperti itu

Kita adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air. Saya juga telah perintahkan kepada Kapolri, kepada Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk tindakan dan ucapan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan. Yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Semoga Tuhan YME meridhai upaya kita bersama




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 15 Mei 2017

Tes DNA Para Buto: dari Buto Cakil, Buto Terong, Buto Kandang Kambing sampai Sengkuni

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tes DNA Para Buto: dari Buto Cakil, Buto Terong, Buto Kandang Kambing sampai Sengkuni

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini beredar sebuah video berjudul "Faizal Assegaf Curiga Ada Komunis? Amien Rais dan Alumni 212 Desak Komnas HAM Tes DNA Jokowi" yang berisi orasi Faizal Assegaf yang meminta Komnas HAM untuk melakukan tes DNA terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Dalam video berdurasi 4 menit 13 detik yang diupload ke YouTube oleh pemilik akun YouTube Gareng Petruk pada tanggal 09 Mei 2017 tersebut, Faizal Assegaf dan alumni 212 mendesak Komnas HAM untuk membentuk TGPF Kriminalisasi Ulama dan Aktivis serta Misteri DNA Jokowi. Selain itu, Faizal Asseegaf yang merupakan salah seorang tokoh Aksi 212 tersebut mencurigai adanya kebangkitan laten PKI/Komunis di Indonesia


Tes DNA Para Buto: dari Buto Cakil, Buto Terong, Buto Kandang Kambing sampai Sengkuni


Menanggapi video YouTube tersebut, pemilik akun Twitter Joxzin Jogja menulis kultwit berjudul "Tes DNA Para Buto: dari Buto Cakil, Buto Terong, Buto Kandang Kambing sampai Sengkuni" pada tanggal 12 Mei 2017 pukul 15:49 WIB, dimana dalam kultwit tersebut pemilik akun Twitter Joxzin Jogja membongkar konpirasi gerombolan kaum bumi datar dan aktivis keblinger untuk menyerang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lewat teori misteri DNA Joko Widodo (Jokowi)

Lewat teori misteri DNA Joko Widodo (Jokowi) tersebut, gerombolan kaum bumi datar dan aktivis keblinger ingin membangun narasi bahwa genetika Joko Widodo (Jokowi) akan berhubungan dengan haluan dan sikap politik Joko Widodo (Jokowi) atau dengan kata lain, gerombolan kaum bumi datar dan aktivis keblinger tersebut ingin membangun cerita fiksi bahwa Joko Widodo (Jokowi) keturunan PKI, sehingga kebijakan Joko Widodo (Jokowi) pro China, kebangkitan PKI dan anti Islam

Konstruksi cerita fiksi mengenai Joko Widodo (Jokowi) keturunan PKI inilah yang hendak dikarang gerombolan kaum bumi datar dan aktivis keblinger untuk kepentingan politik 2019. Dalam kultwit tersebut juga diterangkan secara detail mengenai para buto yang melambangkan gerombolan kaum bumi datar dan aktivis keblinger yang ingin menjatuhkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lewat teori misteri DNA

Untuk info selengkapnya silahkan baca kultwit di bawah ini


a


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 08 Mei 2017

LASKAR CIKEAS BONGKAR SIAPA JK SEBENARNYA, TERNYATA...

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagiakn info teraktual mengenai LASKAR CIKEAS BONGKAR SIAPA JK SEBENARNYA, TERNYATA...

Sebagaimana telah diketahui bersama, setelah membeberkan kultwit berjudul "Kembalinya Dinasti Kalla yang Ingin Menggantikan Cendana dan Cikeas", pemilik akun Twitter @LaskarCikeas kembali menulis kultwit lainnya mengenai Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), dimana dallam kultwit sebanyak 64 rangkaian tweet tersebut, akun Twitter yang mengatasnamakan Front Pembela Cikeas tersebut mengulas secara detail mengenai manuver polik Jusuf Kalla (JK) dengan judul "JK, Pedagang Politik yang Suka Menikam dari Belakang"


LASKAR CIKEAS BONGKAR SIAPA JK SEBENARNYA, TERNYATA...


Dalam kultwit tersebut pemilik akun Twitter @LaskarCikeas membongkar siapa Jusuf Kalla (JK) sebenarnya dan untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit di bawah ini



By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 29 April 2017

Kapolri Ungkap Rencana Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kapolri Ungkap Rencana Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini Polda Metro Jaya melarang kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap tak berizin dan ternyata hal serupa juga terjadi di daerah-daerah, dimana pihak kepolisian melarang kegiatan tersebut karena terkait konsep khilafah dan salah satu kegiatan yang batal digelar ialah agenda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan tema "Khilafah Kewajiban Syar'i Jalan Kebangkitan Umat" yang awalnya direncanakan untuk digelar di Balai Sudirman Jakarta pada tanggal 23 April 2017, namun batal karena tak diizinkan pihak kepolisian

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang dengan dikeluarkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh polisi, karena tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) sebuah acara keramaian masyarakat dianggap tidak berizin, sehingga dapat dibubarkan secara paksa jika tetap digelar

"Kami memang tidak keluarkan izin STTP-nya, karena banyak potensi konfliknya. Jadi lebih baik kami larang," ungkap Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri pada hari Jumat tanggal 28 April 2017

Adapun alasan utama tidak dikeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), karena banyaknya protes dari yang anti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

"Karena banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak suka, yang anti," tambah Jenderal Tito Karnavian

Beberapa pihak yang tak sejalan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut diantaranya GP Ansor dan Banser NU yang menolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan alasan organisasi tersebut tidak sesuai dengan NKRI

"Polisi kan tugasnya untuk mencegah konflik, maka janganlah (digelar kegiatan HTI)," sambung lulusan Akpol 1987 tersebut

Jenderal Tito Karnavian bahkan menilai bahwa rekrutmen Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kampus-kampus memiliki indikasi yang dapat dianggap berbahaya, sehingga perkara tersebut sedang dibahas

"Kalau seandainya itu dilakukan (menegakan) khilafah, ya itu bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kalau buat ideologi khilafah apa bisa (sesuai) Pancasila ?!?" lanjut Jenderal Tito Karnavian

Mantan Kapolda Papua tersebut juga menegaskan bahwa ke depan mereka akan upayakan agar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dihilangkan secara permanen, dimana hal tersebt akan mereka koordinasikan dengan Kementerian Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan

"Sedang dibicarakan di Polhukam," tutup Jenderal Tito Karnavian


Kapolri Ungkap Rencana Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 28 April 2017

Putri Luhut Panjaitan Marah Besar pada Erwin Aksa hingga...

Tidak ada komentar:
Dalama artikel ini saya ingin emmbagikan info teraktual mengenai Putri Luhut Panjaitan Marah Besar pada Erwin Aksa hingga...

Sebagaimana telah diketahui bersama, putri Luhut Binsar Pandjaitan, yaitu Uli Pandjaitan marah besar atas pernyataan keponakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), yaitu Erwin Aksa yang menyebut kata pribumi dalam klarifikasi peminjaman helikopternya pada Anies Baswedan pada hari Kamis tanggal 20 April 2017). Kemarahan anak pertama Luhut Binsar Pandjaitan dan Devi Simatupang pada Erwin Aksa tersebut diposting dalam akun Facebook nya pada hari Jumat tanggal 21 April 2017

"Erwin Aksa ini aneh. Saya ngga pikirin Kalau pak Anies mau pakai helicopter kek, mau pakai jet kek, mau pakai oplet kek, Urusan dia kali. Saya juga dulu mau beli heli waktu di Grup I Kalau ngga dilarang suami buat kerja ke Jakarta dari Serang. Saya punya MASALAH dengan omongan Erwin Aksa yang bilang, helicopter ini milik pengusaha pribumi. Huh? Jadi kalau heli pribumi ngga papa, Kalau heli Cina ngga boleh? Kampret! Sumpah, bangsa Kita bisa pecah Kalau orang yg masih ngomong SARA seperti ini. Memalukan!" tulis Uli Pandjaitan alam akun Facebook nya

Lebih lanjut, Uli Pandjaitan mengutip pernyataan Erwin Aksa yang menegaskan helikopter yang digunakan bukanlah milik dari pengusaha James Riyadi, sebagaimana ramai diisukan di media sosial dan dilansir media online




Menanggapi postingan Uli Pandjaitan di akun Facebook, Erwin Aksa hanya menyayangkan pernyataan Uli Panjaitan dan bahkan tidak mengklarifikasi penyebutan pribumi yang dipersoalkan Uli Pandjaitan tersebut. Erwin Aksa juga mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut tidak pantas diungkapkan seorang putri pejbata negara dan istri dari petinggi pengamanan presiden

"Kiranya semua pihak terutama keluarga pejabat negara agar menjaga kata-katanya. Tak baik mengeluarkan kata-kata kasar untuk menyudutkan pihak tertentu," kata putra pengusaha Aksa Mahmud tersebut

Sebagai info tambahan Uli Pandjaitan menikah dengan Kolonel Inf Maruli Simanjuntak yang saat ini menjabat Danrem 074/Warastratama setelah sebelumnya Kolonel Inf Maruli Simanjuntak menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Grup A 2014-2016. Karir Kolonel Inf Maruli Simanjuntak tergolong melejit, dimana dalam usia 45 tahun (tepatnya 21 Oktober 2014), beliau dipercaya menjabat Komandan Grup A dengan pangkat Kolonel

Kolonel Inf Maruli Simanjuntak lulus dari Akmil tahun 1992 dan jabatan yang diembannya senantiasa di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

Politisi Partai Golkar Erwin Aksa mencuat setelah meminjamkan helikopternya pada Anies Baswedan untuk menemui Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Kamis tanggal 20 April 2017 dan saat itu publik belum tahu persis apa hubungan Erwin Aksa dengan Anies-Sandi yang memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua

Setelah berita helikopternya tersebar luas, Erwin Aksa secara blak-blakan mengumbar posisi politiknya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, meski dirinya adalah politisi Partai Golkar yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dimana meski tidak masuk dalam struktur tim pemenangan Anies-Sandi, Erwin Aksa diberi tugas untuk membuka basis-basis suara Anies-Sandi di kalangan pengusaha

Erwin Aksa yang juga merupakan mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan bahwa para pengusaha yang pernah menjadi rekanan Sandiaga Uno kompak membantu Sandiaga Uno yang juga merupakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut untuk untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi

"Seluruh kawan-kawan di dunia usaha saya kira kami semua berjuang untuk bagaimana memenangkan Anies-Sandi kemarin apalagi dari keluarga besar Hipmi yang didominasi oleh pengusaha-pengusaha muda Indonesia ini bekerja di seluruh simpul-simpul mereka di Kota Jakarta," ujar Erwin Aksa saat ditemui di Jakarta Selatan pada hari Minggu tanggal 23 April 2017

Selain mengangkat suara Anies-Sandi, simpul-simpul yang dibentuk tersebut juga untuk menurunkan basis-basis suara cagub-cawagub petahana DKI Jakarta Ahok-Djarot. Erwin Aksa mengaku bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengumpulan dana kampanye Anies-Sandi daan hanya bertugas sebagai motor penggerak simpul suara Anies-Sandi di kalangan pengusaha

"Kalau dana kampanye saya tahunya kan dana pribadinya Pak Sandi semua. Jadi bagi saya adalah memberikan motivasi aja kepada teman-teman karena yang dibutuhkan adalah kebersamaan, kekompakan motivasi dan dibutuhkan satu motorlah untuk menggerakkan simpul-simpul itu," tutup Erwin Aksa


Putri Luhut Panjaitan Marah Besar pada Erwin Aksa hingga...


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...