Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label pilkada dki jakarta 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilkada dki jakarta 2017. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Netizen Bongkar Fakta Mencengangkan Mengenai Anies Baswedan

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Netizen Bongkar Fakta Mencengangkan Mengenai Anies Baswedan

Sebagaimana telah diketahui bersama, beberapa waktu lalu netizen di berbagai negara Islam di Timur Tengah dan Malaysia membicarakan video berjudul "Shias Support Anies Baswedan for The Governor of Jakarta Indonesia" yang diunggah ke YouTube pada tanggal 05 April 2017 oleh pemilik akun YouTube ahmedabdul nawawi dan berisi maraknya spanduk dukungan terhadap Anies Baswedan di negara Iran yang dikenal sebagai negara pusat umat Syiah


Netizen Bongkar Fakta Mencengangkan Mengenai Anies Baswedan


Netizen Bongkar Fakta Mencengangkan Mengenai Anies Baswedan


Hebohnya pembicaraan netizen tersebut berawal dari video tersebut di atas yang link nya dishare ke Twitter oleh pemilik akun Twitter @Q8_RUL_Q8 yang ditengarai berasal dari Timur Tengah dan pemilik akun Twitter @rafidah32856658 yang ditengarai berasal dari Malaysia serta pemilik akun Twitter @rudyharyanto77 dan juga pemilik akun Twitter @idhebatmacasia



Para netizen, baik dari Malaysia maupun Indonesia banyak melontarkan komentar negatif atas dukungan ummat Syiah Iran terhadap Anies Baswedan, bahkan beberapa pemilik akun Twitter secara tegas menyimpulkan bahwa maraknya spanduk dukungan umat Syiah terhadap Anies Baswedan tersebut membuktikan bahwa Anies Baswedan merupakan salah satu bagian dari jaringan Syiah Internasional, dimana komentar tegas tersebut tertera di halaman akun Twitter @rafidah32856658



Beberapa komentar antara lain datang dari pemilik akun Twitter @anjanikoffifah yang mengatakan "Bahaya ini kalau syiah berkuasa di DKI harus ditanggapi dg serius. Apa kalian ikhlas?"



Selain itu, pemilik akun Twitter @IsmiHrtanti yg memiliki lebih dari 2000 follower menuliskan "demi menang pilkada DKI kok gini banget sih pak @aniesbaswedan :("



Pemilik akun Twitter berbahasa Inggris @alice_leora memberikan komentar singkat dengan melakukan mention akun Twitter @hizbuttahririd yang merupakan salah satu kelompok islam fundamentalis di Idonesia yang menginginkan berdirinya khilafah

"hey you @hizbuttahririd how do you think about this?" tulis akun Twitter berbahasa inggris @alice_leora




Salah satu akun Twitter pendukung Ahok-Dharot @takviri juga meneruskan video tersebut dengan menyertakan komentar, "yg teriak anti-syiah, coba cekidot videonya ya.. Ini video Anies didukung di Iran spanduknya bertebaran di mana mana"



Hingga berita ini ditayangkan, video berjudul " Shias Support Anies Baswedan for The Governor of Jakarta Indonesia" tersebut telah ditonton lebih dari 21 ribu kali

Di tanah air netizen juga ramai membicarakan link video dan komentar terkait dengan kata kunci "pesan dari malaysia"

Selain itu, beberapa waktu lalu salah seorang netizen juga membongkar sejumlah fakta mencengangkan mengenai Anies Baswedan yang beredar broadcast dan Twitter

Sang netizen yang juga merupakan salah seorang dari ribuan pendukung Anies-Sandi tersebut mengaku bahwa dirinya sering bolak-balik ke Roemah Juang untuk mengambil bermacam-macam atribut kampanye

Sang netizen tersebut juga mengaku bahwa dirinya sebenarnya tidaklah terlalu pusing pada keyakinan seseorang, entah dia Kristen, Budha, Islam, Sinto, Hindu, Syiah, Ahmaddiyah atau apa saja, karena menurut dia, hal tersebut merupakan urusan si pemeluk keyakinan dengan Tuhannya

Sang netizen tersebut mulai tergelitik dengan broadcast berisi video berjudul "Shias Support Anies Baswedan for The Governor of Jakarta Indonesia" dan kemudian dia pun mulai mencari tahu kebenaran berita tersebut. Menurut sang netizen tersebut, bila benar Anies Baswedan benar adalah Syiah dan menyangkal keimanannya untuk mendapat kursi Gubernur DKI Jakarta, hal tersebut merupakan masalah besar

Sang netizen pun mencari tahu dari Google dan memeriksa satu per satu arsip-arsip lama yang diterbitkan beberapa tahun lalu

Dari hasil pencarian di Google tersebut, sang netizen tersebut menyimpulkan bahwa Anies Baswedan memang pengikut Syiah yang sedang membawa misi keagamaan nya. Link video Youtube tersebut juga memperkuat kesimpulan sang netizen tersebut bahwa misi keagamaan Anies Baswedan tersebut didukung oleh gerakan Syiah Internsional

Sang netizen juga membongkar sejumlah fakta mencengangkan mengenai Anies Baswedan yang akan kita bahas di bawah ini, sebagaimana dilansir oleh website Sebarr

FAKTA 1 :

Anies Baswedan dilahirkan pada tanggal 07 Mei 1969 dan saat ini total harta Anies Baswedan senilai Rp 7.307.042.605,-

Sebagai seorang Muslim dengan harta Rp 7 milyar tersebut, aneh jika Anies Baswedan tidak menunaikan rukun Islam ke&5, yaitu menunaikan ibadah Haji, dimana hingga saat ini Anies Baswedan hanya beretorika, namun tidak pernah mampu menjelaskan kenapa dirinya tidak menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut

Pada umumnya orang yang mengaku Islam dan punya uang, namun tidak menunaikan Ibadah Rukun Islam tersebut hanyalah kaum Syiah, dimana dalam sejarah, kaum Syiah dikenal sebagai kaum yang sangat pandai bersiasat dan berpura-pura, termasuk mengingkari keyakinannya untuk mencapai tujuannya

FAKTA 2 :

Anies Baswedan pergi ke Iran pada bulan April tahun 2006 dan dalam perjalanan tersebut dia menyeberang ke Irak serta berada di Karbala selama 6 hari

Pada bulan Desember 2014 Anies Baswedan mengadakan pertemuan empat mata dan tertutup dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh


Netizen Bongkar Fakta Mencengangkan Mengenai Anies Baswedan


FAKTA 3 :

Bukti lain yang memperkuat dugaan bahwa Anies Baswedan ialah pengikut Syiah tersebut dapat dilihat dari pilihan sekolah tempat Anies Baswedan menyekolahkan anak nya, dimana anak dari Anies Baswedan bersekolah di SD Lazuardi di daerah Cinere yang merupakan sekolah dari yayasan Syiah di bawah naungan yayasan Lazuardi Hayati yang didirikan oleh wanita bernama Lubna Assagaf (isteri dari DR Haidar Bagir (tokoh Syiah di Indonesia))

DR Haidar Bagir sendiri merupakan salah seorang alumni ITB tahun 1982 dan juga mendirikan lembaga pendidikan Muthahhari

Pada tahun 2003 Haidar Bagir menjadi ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu

Syiah sangat pandai menyusup dan menggunakan lembaga pendidikan sebagai sarana merubah keimanan seseorang

FAKTA 4 :

Bukti lain yang memperkuat dugaan bahwa Anies Baswedan ialah pengikut Syiah tersebut juga dapat dilihat dari simbol kampanye Anies Baswedan, dimana nomor urut Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 ialah nomor urut 3, namun anehnya, simbol kampanye Anies-Sandi bukanlah 3 jari, melainkan 5 jari atau telapak tangan yang dalam Syiah disebut sebagai Tangan Fatimah dan dalam bahasa Arab disebut Khamsa yang berarti lima

Selain simbol Tangan Fatimah, simbol 5 jari atau telapak tangan bagi pengikut Syiah merupakan simbol lima orang suci atau Ahlulbait, sehingga pengikut Syiah sering disebut sebagai mazhab Alhulbait




FAKTA 5 :

Pada bulan September 2016 Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan bertemu dengan konselor kebudayaan Iran dan menandatangani beberapa kesepakatan, yaitu membangun masjid besar di makam Wali Songo, bekerjasama dalam pendidikan dan kebudayaan Nusantara dan Syiah dan bekerjasama dalam pengembangan tanah Wakaf

Iran adalah negara tempat berpusatnya kaum Syiah serta ajaran Syiah. Di Irak (negara tetangga Iran) juga ada tempat bersejarah kaum Syiah, yaitu Karbala

Sebagai pusat Syiah dan budaya Syiah, seluruh kerjasama keagamaan, pendidikan dan kebudayaan ialah kerjasama untuk menyebarkan agama Syiah, budaya Syiah dan masjid-masjid Syiah di seluruh Indonesia

FAKTA 6 :

Dukungan kaum Syiah dari Iran terhadap Anies Baswedan juga dapat dilihat dari maraknya spanduk dan poster di berbagai kota di Iran yang menjadi bukti pengakuan umat Syiah Iran bahwa Anies Baswedan ialah pengikut Syiah. Sebagai sesama Syiah, menjadikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta harus diperjuangkan oleh gerakan Syiah Internasional dan juga semua negara penganut Syiah

FAKTA 7 :

Dalam akun Twitter aktivis anti Syiah Malaysia @rafidah32856658 dan akun Twitter anti Syiah Arab Saudi @Q8_RUL_Q8, disebutkan bahwa pecalonan Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta ialah upaya Syiah untuk merebut kepemimpinan Ibu Kota negara dengan umat Islam terbesar di dunia




Sang netizen tersebut juga mengungkapkan bahwa Anies Baswedan ialah pejuang Syiah di jalur politik, bukan di jalur dakwah, dimana Anies Baswedan menggunakan jalur politik untuk memperjuangkan aliran Syiah agar semakin kuat

Untuk mencapai rencananya, Anies Baswedan tidak segan-segan mengadu domba sesama umat Islam, bahkan sesama umat Islam Alhussunah Wal Jamaah

Anies Baswedan merekayasa agar citra umat Islam Alhussunnah Wal Jammah menjadi rusak citranya di mata masyarakat dengan memamerkan intimidasi dan kekerasan

Rekayasa tersebut dilakukan dengan mengadu domba umat Islam melalui spanduk-spanduk SARA yang isinya mengancam sesama umat Islam, seperti menolak mensholatkan jenazah pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga merupakan bagian dari rekayasa adu domba umat Islam yang di buat oleh tim Anies-Sandi

Saat konvensi Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) tertipu mulut manis Anies Baswedan dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga tertipu dengan tutur manis Anies Baswedan, bahkansaat ini ummat Islam banyak juga yang tertipu Anies Baswesdan

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video YouTube di bawah ini




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 07 April 2017

SIAPA BILANG LAGU HASHEM MELECH MENJIPLAK LAGUNYA PKS ?!?

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai SIAPA BILANG LAGU HASHEM MELECH MENJIPLAK LAGUNYA PKS ?!?

Sebagaimana telah diketahui bersama, lagu "HASHEM MELECH" yang berarti TUHAN adalah Raja (Mazmur 10:16) dinyanyikan secara live oleh Rabi Shlomo Carlebach pada tahun 1962. Meski Rabi Shlomo Carlebach meninggal pada tahun 1994, lagu "HASHEM MELECH" yang dinyanyikan beliau dapat didengar di YouTube




Pada tahun 2011 lagu "HASHEM MELECH" sudah sangat terkenal dan dinyanyikan oleh umat Kristen Yahudi



Pada bulan Juli 2012 lagu C'Est La Vie dinyanyikan oleh Cheb Khaled dan pada tahun 2013 Gad Elbaz (penyanyi berdarah Yahudi dari Rehovot, Israel) memperkenalkan lagu "HASHEM MELECH" yang melodinya didasarkan pada lagu C'Est La Vie





Pada tahun 2014 lagu "HASHEM MELECH" dijiplak oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan dijadikan lagu kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjudul "Kobarkan Semangat Indonesia". Pada tahun 2017 lagu "HASHEM MELECH" dijiplak Anies-Sandi dan dijadikan lagu kampanye Anies-Sandi berjudul "Kobarkan Semangat"

Meski demikian, hingga saat ini lagu "HASHEM MELECH" masih dinyanyikan dan terkenal di kalangan umat Yahudi Kristen






Sebenarnya tidak masalah kalau Gad Elbaz menyanyikan lagu "HASHEM MELECH" yang melodinya didasarkan pada lagu pop berjudul C'Est La Vie, namun menjadi masalah bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Anies-Sandi yang mengkafir-kafir kan Yahudi dan Kristen, namun menjiplak lagu "HASHEM MELECH" yang notabene lagu pujian bagi Tuhan nya umat Yahudi dan dijadikan lagu kampanye

MUNAFIK !!!


SIAPA BILANG LAGU HASHEM MELECH MENJIPLAK LAGUNYA PKS ?!?


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

ANIES-SANDI JIPLAK LAGU YAHUDI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai ANIES-SANDI JIPLAK LAGU YAHUDI

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini jagad maya dihebohkan dengan video lagu Anies-Sandi berjudul "Kobarkan Semangat" yang diupload ke YouTube dan beredar secara viral, namun usut punya usut, ternyata lagu Anies-Sandi tersebut merupakan jiplakan dari lagu Yahudi berjudul "Hashem Melech" yang dipopulerkan oleh Gad Elbaz (penyanyi berdarah Yahudi dari Rehovot, Israel)

Dilansir dari website Gerilya Politik, ternyata Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menjiplak lagu Yahudi tersebut lewat lagu "Kobarkan Semangat Indonesia"


ANIES-SANDI JIPLAK LAGU YAHUDI


Melodi lagu "Hashem Melech" tersebut didasarkan pada lagu C'est la Vie yang pertama kali dipopulerkan oleh Cheb Khaled yang merupakan seorang imigran Aljazair yang mengungsi ke Perancis pada tahun 1986, karena beliau memainkan musik yang sangat dibenci oleh Kelompok Islam Garis Keras Aljazair. Selain itu, Cheb (yang artinya pemuda) Khaled pernah dituduh melakukan subversif, karena membawakan lagu bule

Cheb Khaled merupakan salah seorang penggemar band The Beatles dan James Brown yang saat itu sangat dibenci di Aljazair, karena dianggap kafir. Isi lagu Cheb Khaled mengenai sosial kelas masyarakat menengah, pelacuran dan juga alkohol, sehingga tidak mengherankan bila dalam videoklip Cheb Khaled selalu ada visual cewek seksi

Singkat cerita, Cheb Khaled akhirnya sukses di Perancis melalui lagu C'est la Vie yang dirilis pada bulan Juli 2012 dan bercerita mengenai nasib imigran dan pergolakan sosial, karena Arab Spring yang memakan banyak korban sipil serta dinyanyikan dalam banyak versi, bahkan lagu C'est la Vie sangat ngetop di daratan Eropa dan juga masuk ke Billboard Amerika

Lagu yang dibawakan Cheb Khaled tersebut merupakan sebuah tamparan keras dari imigran kepada dunia Arab yang sedang kencang-kencangnya menghembuskan isu purifikasi Islam. Di Indonesia, purifikasi Islam sedang dijalankan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun ironisnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Anies-Sandi justru memakai lagu dari musuh ideologi mereka untuk berkampanye

Untuk info selengkapnya, silahkan bandingkan lagu "Hashem Melech" dengan lagu "Kobarkan Semangat" dan lagu "Kobarkan Semangat Indonesia" serta lagu C'est la Vie dalam 4 video YouTube di bawah ini










By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 05 April 2017

Pastor Gilbert Lumoindong: Rita Pendukung Anies-Sandi Bukan Pendeta, Bohong Itu Dosa

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pastor Gilbert Lumoindong: Rita Pendukung Anies-Sandi Bukan Pendeta, Bohong Itu Dosa

Sebagaimana telah diketahui bersama, pengakuan Rita Tiara Panggabean bahwa semua pendeta se DKI Jakarta mendukung pasangan Anies-Sandi membuat Pastor Gilbert Lumoindong marah besar dan kemarahan pastor kharismatik tersebut memuncak setelah mengetahui bahwa Rita Tiara Panggabean bukanlah seorang pendeta, namun mengaku dirinya pendeta

Penegasan Pastor Gilbert Lumoindong tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa Rita Tiara Panggabean hanyalah seorang tukang catut nama pendeta alias pendeta palsu. Pastor Gilbert Lumoindong meminta Rita Tiara Panggabean agar jangan membawa-bawa nama agama dan pendeta ke ranah politik, bahkan Pastor Gilbert Lumoindong juga menyentil posisi Rita Tiara Panggabean yang ternyata bukan seorang pendeta




Sebagai info tambahan, KIRA merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang menjaring aspirasi masyarakat Kristen Indonesia dan Ketua Umum KIRA saat ini ialah U.T. Murphy Hutagalung, MBA

Dalam kicauan sebelumnya, Pastor Gilbert Lumoindong mengatakan pernyataan Rita Tiara Panggabean bahwa Anies-Sandi memiliki hati seperti Yesus Kristus tersebut sungguh keterlaluan

"Stop tipu-tipu," ungkap Pastor Gilbert Lumoindong

Cuitan Pastor Gilbert Lumoindong tersebut menimpali pernyataan Aniessa Ndl dengan akun Twitter @kawanuaDKI, "Ini dia Rita Tiara Panggabean bukan pendeta, tetapi ngaku-ngakunya pendeta dan bawa nama pendeta se DKI Jakarta dukung Anies-Sandi. Bohong untuk politisasi agama."




Sebelumnya, salah seorang wanita seksi yang mengaku pengijil bernama Rita Tiara Panggabean mengaku seluruh pendeta se DKI Jakarta mendukung pasangan Anies-Sandi dengan alasan Anies Baswedan mirip Yesus Kristus

"Saya memilih Anies-Sandi karena keduanya memilih hati seperti Kristus Yesus," ungkap Rita Tiara Panggabean

Dalam video tersebut Rita Tiara Panggabean mengaku bahwa dirinya mendukung Anies-Sandi karena memiliki hati seperti Yesus Kristus, yaitu kasih

"Kasih itu lemah lembut, kasih itu murah hati, kasih itu panjang sabar," imbuh Rita Tiara Panggabean

Rita Tiara Panggabean melihat karakter dan kepribadian Anies-Sandi mirip Yesus Kristus dan tutur katanya menyejukan yang bisa menyatukan perbedaan

"Kami sebagai umat Kristen yang menginginkan agar di bawah kepemimpinan Anies-Sandi adanya kesejajaran hak kami," tutur Rita Tiara Panggabean


Pastor Gilbert Lumoindong: Rita Pendukung Anies-Sandi Bukan Pendeta, Bohong Itu Dosa


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 21 Februari 2017

Ini Sanksi Pidana Kecurangan dan Pelanggaran di TPS

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Sanksi Pidana Kecurangan dan Pelanggaran di TPS

Sebagamana telah diketahui bersama, Pilkada serentak 2017 di 101 daerah telah berlangsung pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017, namun Pilkada serentak 2017 tersebut masih menyisahkan sejumlah persoalan berupa kecurangan dan pelanggaran, baik yang dliakukan penyelenggara, peserta pilkada dan timnya maupun masyarakat sendiri

Bawaslu RI telah merilis sejumlah dugaan pelanggaran di TPS pada hari H pemungutan suara, dimana dugaan pelanggaran tersebut antara lain pemilih salah TPS, pemilih menggunakan C-6 orang lain, pemilih kehilangan hak pilih/C-6 tidak diberikan/surat suara kurang, pemilih ganda atau pemilih lebih dari satu kali, adanya intimidasi, petugas yang menyalahi prosedur pemungutan, dan petugas yang belum paham aturan

Setiap dugaan pelanggaran tentunya ada pihak yang bertanggung jawab dan kemungkinan dikenakan sanksi, termasuk sanksi pidana, sebagaimana diatur UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota (UU Pilkada yang termuat dalam Pasal 177 dan Pasal 178 UU Pilkada


Pasal 177

Pasal 177A
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memalsukan data dan daftar pemilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penyelenggara Pemilihan dan/atau saksi pasangan calon dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana maksimumnya.

Pasal 177B
Anggota PPS, anggota PPK, anggota KPU Kabupaten/Kota, dan anggota KPU Provinsi yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum tidak melakukan verifikasi dan rekapitulasi terhadap data dan daftar pemilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) dan paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Pasal 178

Pasal 178A
Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) dan paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Pasal 178B
Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu atau lebih TPS, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 108 (seratus delapan) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp 108.000.000,00 (seratus delapan juta rupiah).

Pasal 178C
(1) Setiap orang yang tidak berhak memilih yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara memberikan suaranya 1 (satu) kali atau lebih pada 1 (satu) TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2) Setiap orang yang dengan sengaja menyuruh orang yang tidak berhak memilih memberikan suaranya 1 (satu) kali atau lebih pada 1 (satu) TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp 144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah).

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh penyelenggara Pemilihan dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana maksimumnya.

Pasal 178D
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menggagalkan pemungutan suara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 108 (seratus delapan) bulan dan denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Pasal 178E
(1) Setiap orang yang dengan sengaja memberi keterangan tidak benar, mengubah, merusak, menghilangkan hasil pemungutan dan/atau hasil penghitungan suara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 48 (empat puluh delapan) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah) dan paling banyak Rp 144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah).

(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penyelenggara Pemilihan dan/atau saksi pasangan calon dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana maksimumnya.

Pasal 178F
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menggagalkan pleno penghitungan suara tahap akhir yang dilakukan di KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota pemungutan suara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 178G
Setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara mendampingi seorang pemilih yang bukan pemilih tunanetra, tunadaksa, atau yang mempunyai halangan fisik lain, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Pasal 178H
Setiap orang yang membantu pemilih untuk menggunakan hak pilih dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih kepada orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 36 (tiga puluh enam) bulan dan denda paling sedikit Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).


Ini Sanksi Pidana Kecurangan dan Pelanggaran di TPS


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Hilangkan Hak Pilih Warga, KPPS Bisa Dipidana Penjara 2 Tahun

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Hilangkan Hak Pilih Warga, KPPS Bisa Dipidana Penjara 2 Tahun

Sebagaimana telah diketahui bersaama, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengingatkan bahwa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan denda jika terbukti dengan sengaja menghilangkan hak pilih warga, karena kesengajaan menghilangkan hak pilih warga tersebut merupakan kejahatan Pilkada.

"Petugas KPPS bisa dipidana penjara dua tahun dan dena maksimal Rp 24 juta jika terbukti dengan sengaja menghilangkan hak pilih warga. Tindakan itu merupakan pelanggaran hak konstitusional warga negara untuk memilih dalam pilkada," ujar Titi Anggraini di Jakarta pada hari Minggu tanggal 19 Februari 2017

Titi Anggraini mengungkapkan bahwa hal tersebut sesuai dengan peraturan yang diatur dalam UU Pilkada, dimana pada Pasal 178 UU No 1 Tahun 2015 mengatur bahwa "Setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)."

"Untuk mencegah terjadinya spekulasi berlarut-larut di masyarakat soal pemilih yang ditengarai tidak bisa gunakan hak pilihnya akibat petugas KPPS yang tidak melayani dengan baik maka Bawaslu harus mengambil tindakan cepat untuk melakukan penyelidikan atas berbagai kejadian yang mengemuka soal ini," imbuh Titi Anggraini

Bawaslu harus menempatkan penegakan hukum secara tegas untuk memastikan apakah betul ada kesengajaan untuk menghilangkan hak pilih warga negara ataukah hal tersebut terjadi karena kelalaian atau faktor ketidaktahuan

"Kelalaian dan ketidaktahuan bisa terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman petugas atas ketentuan pemungutan suara berkaitan dengan penggunaan hak pilih oleh warga negara," tutup Titi Anggraini


Hilangkan Hak Pilih Warga, KPPS Bisa Dipidana Penjara 2 Tahun


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 19 Februari 2017

Putaran Kedua Pilkada DKI, PDI Perjuangan Minta KPU Ganti Petugas KPPS

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Putaran Kedua Pilkada DKI, PDI Perjuangan Minta KPU Ganti Petugas KPPS

Sebagaimana telah diketahui bersama, Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan masukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penyelanggaran putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017

"Kami tentu akan juga mengevaluasi yang sudah kami kerjakan termasuk masukan ke KPUD dan Panwas supaya ada sosialisasi jelas dan akan merekomendasikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) diganti semua," ungkap Trimedya Panjaitan di Cikini, Jakarta Pusat pada hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017

Menurut PDI Perjuangan, petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) terindikasi curang dan bermain dengan pengurus RT/RW. Usulan tersebut sekaligus memperbaiki penyelenggaraan pemilu, karena Pilkada DKI Jakarta dianggap menjadi barometer Pilkada lainnya

"Karena 2018 cukup banyak Pilkada di tingkat gubernur, Jabar, Jateng, Jatim. Ini adalah kantong-kantong suara bagi kontestasi Pilpres 2019. Untuk itu, kami berharap, KPUD jangan bermain-main," lanjut Trimedya Panjaitan

Sebagaimana telah diketahui bersama, PDI Perjuangan sebelumnya menemukan model baru kecurangan dalam Pilkada serentak 2017, termasuk Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu menahan surat C6 kepada pemilih, kemudian surat C6 tersebut disebarkan ke beberapa pemilih beserta barang-barang ataupun uang


Putaran Kedua Pilkada DKI, PDI Perjuangan Minta KPU Ganti Petugas KPPS


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 13 Februari 2017

Pendukung Ahok-Djarot di Luar Negeri Diminta Pulang Saat Pencoblosan

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pendukung Ahok-Djarot di Luar Negeri Diminta Pulang Saat Pencoblosan

Sebagaimana telah diketahui bersama, Prasetio Edi Marsudi selaku ketua tim pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meminta pendukung yang tinggal di luar negeri untuk pulang pada hari pencoblosan pada tanggal 15 Februari 2017, khususnya pendukung Ahok-Djarot yang berada di luar negeri dan memiliki KTP DKI Jakarta

"Anda (pendukung Ahok-Djarot yang ada di luar negeri) harus pulang ke Indonesia karena ini bukan Pilpres, ini pemilihan gubernur," ungkap Prasetio Edi Marsudi di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2017

Prasetio Edi Marsudi menjelaskan bahwa mekanisme pencoblosan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 berbeda dengan Pilpres, dimana saat Pilpres telah disiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiap konsulat, sementara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS)

"Apapun ceritanya, kalau sayang sama Ahok, ya pulanglah," jelas Prasetio Edi Marsudi

Prasetio Edi Marsudi juga berharap penyandang disabilitas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat untuk menggunakan hak pilih, karena penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga lainnya

"Beliau-beliau (para penyandang disabilitas) ini juga harus sampai ke TPS," lanjut Prasetio Edi Marsudi

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga berharap Ahok-Djarot dapat memenangkan kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 dalam satu putaran

"Jadi Bapak-Ibu tanggal 15 Februari jangan lupa ya siapkan makan yang cukup, terus coblos nomor 2. Jangan salah ya, teman-teman enggak usah takut," tutup Prasetio Edi Marsudi


Pendukung Ahok-Djarot di Luar Negeri Diminta Pulang Saat Pencoblosan


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Polda Metro Jaya Bentuk Tim OTT Politik Uang Jelang Pencoblosan

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polda Metro Jaya Bentuk Tim OTT Politik Uang Jelang Pencoblosan

Sebagaimana telah diketahui bersama, Polda Metro Jaya mencium adanya indikasi money politics (politik uang) menjelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 dan untuk mengantisipasi hal tersebut Polda Metro Jaya membentuk tim untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) money politics (politik uang) tersebut

"Money politics, kami mendengar ada informasi. Sebab itu, kami membentuk tim operasi tangkap tangan money politics, dan undang-undang mengatur demikian," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan di Kodam Jaya, Jl Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur pada hari Senin tanggal 13 Februari 2017

Irjen Pol Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya praktik money politics (politik uang) menjelang pencoblosan tersebut, namun hal tersebut tetap diantisipasi oleh aparat kepolisian

"Belum ada. Ada indikasi, tetapi belum tentu ada, baru indikasi," imbuh Irjen Pol Mochamad Iriawan

Kerawanan lainnya yang diantisipasi polisi dan TNI ialah adanya pidana pemilu dan di sisi lain, polisi mengingatkan kepada kelompok-kelompok untuk tidak mengintimidasi pemilih dalam memilih pasangan calon tertentu

"Tidak boleh ada pemaksaan dari orang per orang atau kelompok untuk memilih pasangan calon tertentu," tutup Irjen Pol Mochamad Iriawan


Polda Metro Jaya Bentuk Tim OTT Politik Uang Jelang Pencoblosan


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 10 Februari 2017

INI KERUGIAN WARGA DKI JAKARTA JIKA TIDAK MEMILIH BASUKI-DJAROT

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai INI KERUGIAN WARGA DKI JAKARTA JIKA TIDAK MEMILIH BASUKI-DJAROT

Ini KERUGIAN YANG AKAN DIALAMI WARGA DKI JAKARTA jika TIDAK MEMILIH Basuki-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, diantaranya:


1) Pajak Bumi Bangunan (PBB) tidak lagi gratis

2) Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak akan dibagi dengan lancar

3) Pasukan oranye, hijau, biru dan ungu tidak akan bekerja dengan giat

4) Pelayanan di kelurahan, kecamatan dan kantor-kantor untuk kepentingan publik tidak akan ON TIME dan RAMAH serta MEMUDAHKAN

5) Kartu Jakarta Sehat (KJS) akan dipersulit

6) Taksi online akan dihapus, karena salah satu paslon sebelah merupakan pemilik salah satu taksi non online

7) APBD DKI Jakarta tidak lagi transparan pengeluarannya

8) Tidak ada program umroh gratis bagi para marbot

9) Warga rusun tidak akan diperhatikan kebutuhan-kebutuhannya

10) Pembangunan infrastruktur akan macet dan tidak lagi selancar jaman Ahok

11) Aplikasi Qlue akan menjadi APLIKASI TANPA SOLUSI, karena gubernurnya gengsi dan tidak mau menggunakan aplikasi buatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

12) Pembuatan ijin-ijin akan kembali ke jaman dulu yang berliku dan bercalo

13) Pegawai Pemprov DKI Jakarta akan bermalas-malasanan lagi seperti zaman dulu. Terbukti saat ini jam 9 pagi kantor kelurahan belum buka, jam 2 PNS sudah keluyuran

14) PUNGLI kembali merajalela

15) Anak-anak sekolah akan kembali mengalami masa-masa sulit, karena pungutan liar oleh guru-guru dengan berbagai alasan

16) Balai Kota DKI Jakarta menjadi tempat eksklusif, dimana warga DKI Jakarta tidak dapat datang mengadu. Kalaupun boleh datang, akan dipersulit dalam mengadukan hal-hal sensitif dan permasalahan warga menjadi TANPA SOLUSI

17) Puskesmas akan dimintai biaya mahal, karena peralatannya telh dipercanggih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga menjadi lahan basah bagi Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk pemasukan mereka

18) Proyek-proyek DKI Jakarta hanya akan bergulir di sekitar pejabat-pejabat Pemprov DKI Jakarta, baik pejabat-pejabat di kegubernuran maupun DPRD DKI Jakarta. Budaya lama kembali lagi dan mencekik warga DKI Jakarta

19) Agama Islam tidak bertambah baik dengan disingkirkannya gubernur yg dituduh menistakan islam, malah Islam menjadi semakin rendah oleh tumbuh suburnya kelakuan-kelakuan pejabat MALING

20) Sungai-sungai akan dipenuhi sampah dan penyakit

21) Penataan kota menjadi kacau

22) Kemacetan bertambah parah

23) Proyek-proyek transportasi umum, seperti LRT dan MRT menjadi terhambat

24) Transjakarta akan buruk pelayanannya dan pemeliharaannya, sehingga tidak lagi nyaman, murah dan gratis bagi pihak-pihak yg semula digratiskan

25) Gubernurnya akan sulit ditemui, jumawa dan mengeruk sebanyak-banyaknya uang dari APBD DKI Jakarta


Saya tidak mau mau rugi, saya pilih yang telah terbukti dan teruji

JANGAN LUPA SHARE ke teman-teman Facebook, BBM, WhatsApp, LINE, Path, Instagram dan media sosial lainnya utk mewujudkan JAKARTA BARU yang BERSIH, TRANSPARAN dan PROFESIONAL

Basuki-Djarot KERJA !!!

SALAM DUA JARI


INI KERUGIAN WARGA DKI JAKARTA JIKA TIDAK MEMILIH BASUKI-DJAROT


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kamis, 09 Februari 2017

Jabatan Ahok Dikembalikan Setelah Masa Kampanye Usai

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Jabatan Ahok Dikembalikan Setelah Masa Kampanye Usai

Sebagaimana telah diketahui bersama, masa cuti Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017 akan berakhir pada tanggal 11 Februari 2017 bertepatan dengan selesainya kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, karena masa tenang Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung pada tanggal 12-14 Februari 2017

"Undang-undang hanya mengatakan izin cuti hanya sampai kampanye selesai. Ya saya kembalikan kepada pejabat itu (Ahok)," ungkap Tjahjo Kumolo sebelum rapat di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat pada hari Senin tanggal 06 Februari 2017

Tjahjo Kumolo menjelaskan bahwa untuk memberhentikan sementara jabatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus ada tuntutan jaksa penuntut umum yang menyatakan dihukum di atas 5 tahun penjara, karena Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama

"Saya tetap berpegang pada aturan yang ada. Kami nunggu tuntutan jaksa setelah saksi-saksi ini. Kalau tuntutannya di atas 5 tahun, pasti saya akan berhentikan sementara," jelas Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo menuturkan bahwa Kemendagri mengikuti tuntutan JPU agar tidak ada yang menyalahkan keputusannya, terlebih kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut memang menjadi sorotan banyak pihak

"Makanya supaya saya enggak salah. Kami menunggu tuntutan jaksa," tegas Tjahjo Kumolo

Sebagai info tambahan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini telah menyandang status terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama dan disangkakan Pasal 156 atau 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pasal 156 mengatur pidana penjara paling lama empat tahun, sedangkan masa pidana penjara dalam Pasal 156 a maksimal adalah lima tahun

Mengacu ke Pasal 83 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah atau wakil kepala daerah dapat diberhentikan sementara jika menjadi terdakwa dalam suatu tindak kejahatan dan aturan tersebut berlaku untuk kepala daerah yang terancam hukuman pidana penjara minimal lima tahun


Jabatan Ahok Dikembalikan Setelah Masa Kampanye Usai


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 07 Februari 2017

Polda Metro Jaya Larang Aksi 11 Februari 2017

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polda Metro Jaya Larang Aksi 11 Februari 2017

Sebagaimana telah diketahui bersama, rencana aksi 11 Februari 2017 tampaknya pupus setelah Polda Metro Jaya melarang adanya aksi menjelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 tersebut

"Kami sampaikan bahwa kami Polda Metro Jaya melarang kegiatan long march tersebut. Sekali lagi kami Polda Metro Jaya melarang," tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada hari Selasa tanggal 07 Februari 2017

Rencananya, aksi 11 Februari 2017 tersebut akan diisi dengan jalan bersama dari Masjid Istiqlal menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) melewati Jalan Thamrin dan Sudirman, kemudian kembali lagi ke Istiqlal melewati Monas, namun Irjen Pol Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa banyak aturan yang dilanggar bila aksi 11 Februari 2017 tersebut tetap dijalankan, dimana ada UU No. 9 Tahun 1998 Pasal 6 yang menyebutkan bahwa warga negara yang akan menyampaikan pendapat di muka umum harus memenuhi hak dan kebebasan orang lain. Menurut Irjen Pol Mochamad Iriawan, massa aksi memang bebas berjalan, namun mengganggu orang lain dengan melaksanakan long march dalam jumlah massa yang besar

"Itu ada kegiatan sekolah, mau beribadah, mau ke kantor, dan lain sebagainya ada yang sakit sehingga nanti terhambat," ungkap Irjen Pol Mochamad Iriawan

Aksi 11 Februari 2017 tersebut juga dinilai dapat mengganggu keamaman dan ketertiban umum. Selain itu, Peraturan Gubernur juga tidak memperbolehkan adanya aksi di lokasi tersebut

"Kami tegaskan kembali tanggal 11 bulan 2 kami melarang kegiatan tersebut. Apalagi itu menjelang kampanye terakhir, sehingga kami minta kepada elemen massa yang akan turun tanggal 11 untuk tidak melakukan kegiatan tersebut," tegas Irjen Pol Mochamad Iriawan

Menanggapi larangan aksi 11 Februari 2017 tersebut, Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin memberi alasan bahwa pemilihan tanggal tersebut (aksi 11 Februari 2017) dikarenakan memang mengincar akhir pekan sebelum memasuki masa tenang

"Kita mengambil tanggal 11 karena itu bukan masa tenang, mengambil momen hari libur (Sabtu). Mungkin mereka (massa) ini kan kalau Jumat mengganggu jalan hari kerja, ya kita coba ini hari Sabtu," ungkap Novel Bamukmin di Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 07 Februari 2017

Novel Bamukmin mengungkapkan bahwa aksi 11 Februari 2017 murni dan benar-benar damai. Aksi 11 Februari 2017 yang berkonsep jalan santai tersebut dimulai dari pagi hingga menjelang siang atau sebelum waktu salat Zuhur sekitar pukul 12:00 WIB

"Mulai jam 7 pagi sampai sebelum Zuhur. Karena kita momennya bukan aksi (11 Februari) ibadah kan, ini momennya jalan santai. Artinya ajang silaturahmi yang betul-betul kita aksi super, super, super damai," jelas Novel Bamukmin


Polda Metro Jaya Larang Aksi 11 Februari 2017


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Orang yang Halangi Pemilih Gunakan Hak Pilih Bisa Dipidana

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Orang yang Halangi Pemilih Gunakan Hak Pilih Bisa Dipidana

Sebagaimana telah diketahui bersama, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengingatkan semua pihak untuk tidak menghalangi para pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 dan orang yang terbukti menghalangi pemilih dapat dikenakan sanksi pidana yang tercantum dalam Pasal 182A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada

"Pasal 182A itu kumulatif, menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan, dan menghalangi," ungkap Mimah Susanti di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Sunter Agung, Jakarta Utara pada hari Selasa tanggal 07 Februari 2017

Pasal 182A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan dan menghalang-halangi seseorang yang akan melakukan haknya untuk memilih, dipidana dengan pidana penjara 24-72 bulan dan denda Rp 24 juta - Rp 72 juta

Mimah Susanti menjelaskan bahwa selain bisa dikenai sanksi pidana pemilu, orang yang menghalangi pemilih menggunakan hak pilihnya tersebut juga dapat dikenakan pidana umum, namun pemilih yang dihalangi haknya tersebut harus melaporkan hal tersebut

"Kalau terbukti dianggap menghalang-halangi, kalau ada yang terhalangi, kan ada caranya, intimidasi, bisa terkait pidana umum juga. Silakan lapor, delik aduan, bisa kena pidana umum," jelas Mimah Susanti

Sebagai info tambahan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan sebelumnya juga menghimbau semua pihak untuk tidak mengintervensi para pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 serta meminta agar tidak ada satu pun pihak yang menghalangi para pemilih dalam menggunakan hak suaranya pada tanggal 15 Februari 2017

"Kami ingatkan, pada saat pencoblosan dimohon tidak ada yang menghalang-halangi pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya atau memaksa memilih pilihan paslon tertentu atau money politics atau tindakan lainnya," ungkap Mochamad Iriawan di Kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 07 Februari 2017

Penyelenggara pemilu, Pemprov DKI Jakarta, polisi dan TNI berharap semua pihak turut menjaga Pilkada DKI Jakarta 2017 agar berjalan dengan kondusif, aman, nyaman dan damai


Orang yang Halangi Pemilih Gunakan Hak Pilih Bisa Dipidana


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 11 Januari 2017

KOMITMEN AHY MANA YANG BENAR, TIDAK MENGGUSUR ATAU MENGUSUR NANTINYA ?!?

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai KOMITMEN AHY MANA YANG BENAR, TIDAK MENGGUSUR ATAU MENGUSUR NANTINYA ?!?

Sebagaimana telah diketahui bersama, pemilik akun Twitter Teddy Gusnaidi mengkritik Agus Harimurti Yudhoyono terkait masalah penggusuran dalam kultwit yang ditulis pada tanggal 09 Januari 2017 pukul 11:20 WIB

Dalam kultwit tersebut pemilik akun Twitter Teddy Gusnaidi mempertanyakan komitmen Agus Harimurti Yudhoyono yang menyatakan bahwa jika penggusuran dilakukan tanpa manusiawi itu bukan membangun tapi menyengsarakan. Hal tersebut berarti jika menggusur dengan cara manusiawi, hal tersebut membangun dan tidak menyengsarakan (sama dengan yang dimaksud Sylviana Murni), padahal sebelumnya (tepatnya pada tanggal 05 Januari 2017) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan bahwa Jakarta harus dipimpin oleh orang yang tak main gusur

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit di bawah ini





KOMITMEN AHY MANA YANG BENAR, TIDAK MENGGUSUR ATAU MENGUSUR NANTINYA ?!?


SUMBER : "Jadi Komitmen AHY Mana Yang Benar, Tidak Menggusur Atau Menggusur Nantinya?" by @Stone_Cobain

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Jumat, 06 Januari 2017

Polisi Amankan 2 Orang yang Mencoba Hadang Kampanye Ahok

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Polisi Amankan 2 Orang yang Mencoba Hadang Kampanye Ahok

Sebagaimana telah diketahui bersama, dua orang warga yang menolak kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di jalan Pepaya, Jagakarsa, Jakarta Selatan diamankan polisi, dimana mereka adalah 2 dari 4 orang yang mencoba menghadang kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di wilayah tersebut

Meski demikian, aksi keempat warga yang membawa bendera warna hijau tersebut tidak sampai mengganggu kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sebelum sempat menganggu kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), polisi serta tim pemenangan pasangan nomor urut 2 tersebut telah mengamankan 4 orang tersebut

Saat hendak diamankan, satu dari empat orang tersebut mengaku hanya ingin mengetahui program kerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur

"Saya cuma mau tanya program," ungkap warga tersebut

Meski demikian, sejumlah warga jjalan Pepaya, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku tidak mengenal 4 orang yang diamankan tersebut

"Dia bukan warga sini," ungkap warga lainnya

Polisi membawa 2 dari 4 orang tersebut ke kantor Polsek Jagakarsa dan salah satu warga yang dibawa polisi bernama Subhan yang mengaku bahwa dirinya memang menolak kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

"Iya saya menolak kampanye Ahok," tegas Subhan sesaat sebelum naik ke mobil polisi

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sendiri tidak mengetahui insiden tersebut, karena saat itu beliau tengah melihat kondisi Kali Ciliwung yang berada di Jagakarsa


Polisi Amankan 2 Orang yang Mencoba Hadang Kampanye Ahok


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Berawal Debat Twitter, 3 Relawan Cagub-Cawagub DKI Akan Twitwars

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Berawal Debat Twitter, 3 Relawan Cagub-Cawagub DKI Akan Twitwars

Sebagaimana telah diketahui bersama, debat menjelang pemilihan kepala daerah rupanya tidak hanya terjadi antar kandidat yang akan bertarung, dimana berawal dari adu argumen di Twitter, tiga relawan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sepakat untuk menggelar debat terbuka di dunia nyata, yaitu dalam sebuah acara Twitwars yang akan digelar pada hari Sabtu tanggal 07 Januari 2017 sore dan mengambil tema "Tudingan Kedekatan Paslon dengan Radikalisme"

Mereka yang akan menjalani debat tersebut adalah Rachland Nashidik (relawan Agus-Sylviana), Budiman Sudjatmiko (relawan Ahok-Djarot) dan Indra Jaya Piliang (relawan Anies-Sandi) yang merupakan para pegiat di media sosial yang cukup berpengaruh

Digagas oleh Budiman Sujatmiko, acara Twitwars tersebut berawal dari Budiman Sujatmiko yang terlibat diskusi dengan Rachland Nashidik di Twitter dan karena merasa tidak puas diskusi dengan maksimal 140 karakter di Twitter tersebut, politikus PDI Perjuangan tersebut mengajak debat di ranah offline alias dunia nyata

"Kita ingin menggali beberapa isu. Di Twitter tak cukup karena hanya 140 karakter. Kemudian saya usulkan dibawalah ke forum debat offline," ungkap Budiman Sujatmiko pada hari Kamis tanggal 05 Januari 2017

Menurut Budiman Sujatmiko, debat yang akan digelar tersebut bukan atas nama tim pemenangan pasangan cagub dan cawagub

"Ini tidak resmi mewakili Timses. Ini adalah cara mengklarifikasi isu yang menyangkut masing-masing calon oleh relawan pendukung," papar Budiman Sujatmiko

Budiman Sujatmiko kemudian mengusulkan agar Indra Jaya Piliang yang merupakan relawan pendukung pasangan Anies-Sandi untuk dilibatkan dalam debat tersebut dan Indra Jaya Piliang pun menyanggupi ajakan tersebut

Menurut Indra Jaya Piliang, debat relawan dari Twitter ke dunia nyata tersebut sangat positif untuk mengklarifikasi sejumlah isu hoax

"Ini boleh dikatakan sebagai era baru dalam demokrasi. Saya kira ini (debat antar relawan) sangat positif untuk memerangi hoax," ungkap Indra Jaya Piliang, "Ini adalah ukhuwah yang bisa dinikmati dari matangnya pohon demokrasi. Ini buah yang sangat positif."


Berawal Debat Twitter, 3 Relawan Cagub-Cawagub DKI Akan Twitwars


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

BUKTI-BUKTI FPI DUKUNG AGUS-SYLVI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai BUKTI-BUKTI FPI DUKUNG AGUS-SYLVI

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini terungkap sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) adalah operator politik Agus-Sylviana, yaitu berupa status-status Facebook Front Pembela Islam (FPI) yang memberikan dukungan kepada pasangan Agus-Sylviana, sebagaimana dapat dilihat di bawah ini

1) Dalam salah satu status yang dimuat Facebook Front Pembela Islam (FPI), ada video mengenai visi dan misi yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai Indonesia abad 21

"[Video] Inilah Visi Misi Keren Agus Yudhoyono tentang Indonesia abad 21. Menyaksikan video presentasi luar biasa anak muda yang baru berusia 38 tahun ini rakyat menjadi yakin bahwa Agus bukan sekedar calon pemimpin Jakarta tapi pantas menjadi calon pemimpin Republik Indonesia! SAKSIKANLAH DAN SHARE SELUAS-LUASNYA!" demikian keterangan dalam video yang dimuat Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 30 September 2016




2) Status yang dimuat Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 11 Oktober 2016 berisi foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama President of Nanyang Technological University (NTU) Bertil Andersson dan Minister for Culture Community and Youth of Singapore Lawrence Wong ketika Agus menerima Nanyang Outstanding Young Alumni Award tahun 2013



3) Pada tanggal 16 Oktober 2016 Facebook Front Pembela Islam (FPI) memuat profil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang sebagai calon Gubernur Muslim untuk Jakarta (GMJ)



4) Pada tanggal 28 Oktober 2016 (bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda) salah satu video berisi pidato yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI)

"[Video] Pidato Dahsyat Agus Yudhoyono Seusai Mendapat Nomor Urut 1 Mempesona Warga Jakarta. Sungguh luar biasa sosok Agus Harimurti Yudhoyono. Walau masih berusia muda, namun menampilkan sosok kedewasaan dan kematangan yang luar biasa dalam berpolitik, seperti yang beliau tunjukkan seusai mendapat nomor urut 1 untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 Di JI Expo Kemayoran, Selasa 25 Oktober 2016," demikian keterangan dalam video tersebut


5) Hasil polling versi RMOL-TVONE juga dimuat Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 27 September 2016



6) Jadwal blusukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 19 Oktober 2016



7) Pada tanggal 18 Oktober 2016 Facebook Front Pembela Islam (FPI) memuat foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berseragam TNI bersama anak-anak sekolah

"Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono, sosok muda cerdas berprestasi yang rela mengorbankan karier militernya demi untuk membangun Jakarta. Saatnya generasi muda memimpin Jakarta," demi8kian keterangan yang tertulis dalam foto tersebut




8) Pada tanggal 18 Oktober 2016 Facebook Front Pembela Islam (FPI) menampilkan foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sungkeman dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

"Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapat pendidikan politik dari ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang seorang pribumi asli dan dipercaya rakyat sampai dua kali untuk memimpin negeri ini. Sehingga nasionalisme mas Agus sangat tinggi selain ia juga merupakan sosok yang religius. Yang kita khawatirkan adalah pemimpin yang tidak jelas juntrungannya dan siapa guru politiknya jadi bisa saja ia merupakan agen dari negara lain," demikian keterangan yang tertulis dalam foto tersebut




9) Pada tanggal 31 Oktober 2016 Facebook Front Pembela Islam (FPI) memuat foto Agus-Sylviana dan juga keterangan berisi 10 program unggulan Agus-Sylviana



10) Hasil akhir polling resmi Suara Islam Online mengenai pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017 dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 30 September 2016



11) Pada tanggal 17 Oktober 2016 Facebook Front Pembela Islam (FPI) menampilkan foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang melakukan salam komando dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

"Saatnya Orang Pintar Memimpin Jakarta! ZULKIFLI HASAN YAKIN KECERDASAN AGUS YUDHOYONO YANG MERAIH TIGA GELAR MASTER ATAU S-2 DI TIGA KAMPUS KELAS DUNIA AKAN SANGAT BERMANFAAT UNTUK MEMAJUKAN JAKARTA," demikian sebagian keterangan yang ditulis dalam foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang melakukan salam komando dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang kjuga merupakan politisi PAN




12) Foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sedang bercengkerama dengan ibu penjual gorengan pun dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 09 Oktober 2016

"Beredar foto Calon Gubernur termuda DKI Jakarta yang namanya sedang meroket menjadi idola baru warga Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono sedang makan gorengan sambil ngobrol dengan seorang ibu-ibu," demikian sebagian keterangan yang ditulis dalam foto tersebut




13) Foto kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Luar Batang dan disambut meriah oleh warga Luar Batang juga dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 23 Oktober 2016



14) Pada tanggal 31 Oktober 2016 foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan sang putri juga dimuat di Facebook Front Pembela Islam (FPI)

"Agus Harimurti Yudhoyono bersama Aira sang putri tercinta. Warga Jakarta berhak menerima perlakuan yang manusiawi dan mengayomi dari pemimpinnya dan Agus-Sylvi insya Allah siap memberikan itu semua. #JakartaUntukRakyat," demikian keterangan dalam foto sang ayah dan sang putri tersebut




Demikian sebagian bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) mendukung Agus-Sylviana dan kita akan melihat hasil dukungan Front Pembela Islam (FPI) untuk Agus-Sylviana tersebut pada tanggal 15 Februari 2017

BUKTI-BUKTI FPI DUKUNG AGUS-SYLVI


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...