Welcome to Indonesia Hebat

Website nomor 1 Indonesia
Saatnya kebaikan membawa Indonesia Hebat kembali menjadi Macan Asia bersama Jokowi-JK

Smiley face
Tampilkan postingan dengan label tokoh inspirasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh inspirasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya

Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Di bawah ini merupakan kumpulan quotes Donald Trump untuk Anda yang belum juga kaya

Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


Quotes Donald Trump Untuk Anda Yang Belum Juga Kaya


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 06 Februari 2016

Wong Fei Hung

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wong Fei Hung

Wong Fei Hung atau Huang Fei-hong (hanzi tradisional: 黃飛鴻; hanzi sederhana: 黄飞鸿; pinyin: Huáng Fēihóng; Cantonese: Wòhng Fēihùhng) dilahirkan pada tanggal 09 Juli 1847 di kota Fushan, Guangdong dan merupakan seorang Muslim dan juga praktisi ilmu bela diri Hung Ga, guru besar, tabib tradisional Cina serta seorang revolusioner yang kemudian menjadi pahlawan rakyat Cina

Sebagai anak dari keluarga Muslim, nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Kanton untuk Fais (nama Arab) dan nama Hung pada Wong Fei Hung merupakan dialek Kanton untuk Hussein (nama Arab), sehingga nama Wong Fei Hung bila di-bahasa Arab-kan ialah Faisal Hussein Wong. Meski demikian, pemerintah China seringkali berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan komunis di Cina

Pada usia 5 tahun Wong Fei Hung mulai belajar jurus Hung Ga pada ayahnya (Wong Kay Ying) yang merupakan seorang Mudlim dan juga tabib serta ahli beladiri Tiongkok (wushu dan kungfu) dan sering melakukan perjalanan bersama ayahnya dari Fushan ke Guangzhou untuk mengadakan pengobatan serta mempertunjukkan kemampuan beladiri di jalan-jalan


Wong Fei Hung
Wong Kay Ying sendiri memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Kanton (ibukota Guangdong) serta seorang ahli beladiri yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi dan dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwangtung yang kemudian diwariskan kepada Wong Fei Hung

Setelah berguru kepada ayahnya, Wong Fei Hung kemudian berguru kepada Luk Ah Choi yang juga pernah menjadi guru bela diri Wong Kay Ying. Luk Ah Choi mengajarkan dasar-dasar jurus Hung Ga yang membuat Wong Fei Hung sukses melahirkan jurus "Tendangan Tanpa Bayangan" yang legendaris

Jurus Hung Ga sendiri ditemukan dan dikembangkan oleh Hung Hei Kwun (seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan dinasti Qing pada tahun 1734) yang menjadi ilmu bela diri andalan beliau

Selain itu, Hung Hei Kwun adalah seorang pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan pemerintahan dinasti Qing, dimana jika pemerintahan dinasti Qing tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris dan Jepang), pemberontakan yang dipimpin Hung Hei Kwun tersebut akan berhasil mengusir pemerintahan dinasti Qing

Wong Fei Hung juga belajar ilmu pengobatan pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20 an tahun, sehingga akhirnya Wong Fei Hung menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Kemampuan ilmu beladiri Wong Fei Hung semakin sulit ditandingi ketika beliau berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan jurus "Cakar Macan" dan jurus "Sembilan Pukulan Khusus"

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata, dimana penduduk Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana dengan hanya bersenjatakan tongkat, Wong Fei Hung seorang diri berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyok dirinya, karena beliau membela rakyat miskin yang hendak mereka peras

Pada tahun 1863 Wong Fei Hung membuka sekolah bela diri di Shuijiao (水腳), Xiguan. Para murid perguruan tersebut sebagian besar adalah buruh logam dan pedagang kaki lima

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta keluhuran budi pekerti sebagai seorang Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu, sehingga masyarakat Kwangtung sangat menghormati dan mengidolakan keluarga Wong. Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan, namun keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu sesama dan tanpa memedulikan suku, ras serta agama

Keluarga Wong diam-diam terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan dinasti Qing yang korup dan penindas. Menurut legenda, sekitar tahun 1860 an atau 1870 an, Wong Fei Hung direkrut oleh Liu Yongfu (Komandan Pasukan Bendera Hitam) menjadi petugas medis dan pelatih ilmu beladiri untuk prajurit dan militer di Guangzhou. Beliau juga membantu Pasukan Bendera Hitam melawan invasi pasukan kekaisaran Jepang di Taiwan pada tahun 1895

Wong Fei Hung menikah empat kali, dimana setelah istri pertama Wong Fei Hung meninggal karena sakit di tahun 1871 (tiga bulan setelah pernikahan mereka berdua), Wong Fei Hung menduda selama 25 tahun dan pada tahun 1896, beliau menikahi istri kedua dan memiliki dua anak. Setelah istri kedua Wong Fei Hung meninggal karena sakit, Wong Fei Hung kembali menikahi istri ketiga pada tahun 1902 dan memiliki dua anak

Setelah istri ketiga beliau wafat karena sakit, Wong Fei Hung memutuskan untuk menduda hingga kemudian beliau bertemu dengan Mok Gwai Lan (seorang perempuan muda yang juga ahli beladiri) yang turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya dan kemudian menjadi pasangan hidup Wong Fei Hung hingga akhir hayat

Pada tahun 1912 Republik Rakyat Cina berdiri menyusul runtuhnya dinasti Qing dan dalam kekacauan di awal berdirinya Republik Rakyat Cina, banyak pengusaha tempat hiburan di Guangzhou memutuskan untuk menyewa tukang pukul untuk melindungi tempat usaha mereka. Wong Fei Hung adalah salah satu tukang pukul yang disewa oleh pengusaha tempat hiburan, karena keahlian ilmu beladiri yang dimiliki beliau


Wong Fei Hung
Pada tahun 1919, ketika Chin Woo Athletic Association membuka cabang di Guangzhou, Wong Fei Hung diundang untuk mempertunjukkan kemampuan ilmu beladiri beliau dalam upacara pembukaan

Di tahun yang sama Wong Hon Sam (salah satu putra Wong Fei Hung) yang menjadi bodyguard di kota Wuzhou, Guangxi tewas dibunuh oleh Mata Setan Leung (鬼眼梁) yang iri karena Wong Hon Sam lebih jago dalam ilmu bela diri dibanding Mata Setan Leung (鬼眼梁). Peristiwa tersebut membuat Wong Fei Hung sangat terpukul dan memutuskan untuk tidak lagi mengajarkan ilmu beladiri kepada anak-anaknya

Sekitar Agustus-Oktober 1924, Po Chi Lam (klinik medis keluarga Wong) hancur oleh pasukan Republik Nasionalis China yang memerangi pemberontakan Korps Relawan Guangzhou. Wong Fei Hung merasa sangat terpukul dan sedih akibat hancurnya Po Chi Lam, sehingga beliau depresi serta jatuh sakit dan akhirnya meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Fangbian (方便醫院) yang saat ini bernama Guangzhou First People's Hospital. Wong Fei Hung dimakamkan di kaki gunung Baiyun dan setelah kematian beliau, Mok Gwai Lan dan anak-anaknya bersama murid-muridnya, yaitu Lam Sai Wing and Dang Sai King (鄧世瓊; Deng Shiqiong) pindah ke Hong Kong membuka perguruan ilmu beladiri di sana

Wong Fei Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuat dirinya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia dengan melaksanakan salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati syahid dan masyarakat Cina, khususnya di Kwangtung dan Kanton mengenang beliau sebagai pahlawan pembela kaum tertindas yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka terhadap siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan semoga segala kebaikan beliau menjadi teladan bagi generasi yang hidup setelah beliau


Wong Fei Hung


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 14 Desember 2015

Rudy Haryanto

Tidak ada komentar:
Rudy Haryanto
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai kisah hidup Rudy Haryanto (pemilik dan pengelola blog Indonesia Hebat)

Rudy Haryanto dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1977 di Makassar, Sulawesi Selatan dan pada usia 4 hari, beliau diadopsi oleh sepasang suami istri Tionghoa yang tidak memiliki anak kandung hingga akhir hayat mereka, sehingga dalam akte kelahiran beliau, dicantumkan bahwa Rudy Haryanto dilahirkan di Jakarta dan bukan Makassar. Kakek dari keluarga mama angkat memberi beliau nama Chinese, yaitu Lay Cao Lay

Rudy Haryanto dibesarkan kedua orangtua angkatnya tersebut dan mengenyam pendidikan di SDK.Fajar Sion dari tahun 1989 hingga 1992, SMPK.Fajar Sion dari tahun 1992 hingga 1995 dan SMUN.2 dari tahun 1992 hingga 1995. Dari tahun 1995 Rudy Haryanto sebenarnya kuliah di Universitas Terbuka, namun hingga artikel ini ditulis, beliau belum menamatkan kuliah beliau

Rudy Haryanto pertama kali bekerja di PT. Bank Central Asia Tbk sebagai staf Payment Product Center (PPC) dari tahun 1997 hingga 1998, lalu menjadi staf pembukuan di sebuah money changer dari tahun 2000 hingga 2006 dan setelah itu beliau pernah melayani sepenuh waktu di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mangga Dua, sebelumnya akhirnya beliau keluar dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mangga Dua karena satu dan lain hal

Rudy Haryanto pernah menjadi pengamen di sejumlah bis dengan trayek di sekitar Grogol, Slipi, Sudirman, Gunung Sahari dan Mangga Dua selama beberapa tahun dan selama itu juga beliau tidak tinggal di rumah serta lebih memilih menjadi anak jalanan

Pada tanggal 16 Oktober 2009 sang mama angkat meninggal dunia karena menderita penyakit diabetes setelah 3 hari sebelumnya kaki sang mama angkat mendadak bengkak dan hanya dapat terbaring di kursi malas. Pada tanggal 20 Oktober 2009 (empat hari setelah sang mama angkat meninggal dunia) sang papa angkat akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah satu tahun menderita penyakit diabetes

Beberapa hari setelah sang papa meninggal dunia, Rudy Haryanto menemukan dokumen pengangkatan anak dalam salah satu lemari jati saat beliau sedang membereskan rumah dan beliau baru mengetahui bahwa dirinya diadopsi dari Rumah Sakit Adi Husada, Makassar, Sulawesi Selatan setelah dilahirkan dari rahim seorang wanita bernama Dina Datu dan tidak diketahui siapa sebenarnya papa kandung Rudy Haryanto tersebut

Dalam hal percintaan, Rudy Haryanto mengalami 5 kali kegagalan, dimana kegagalan pertama dialami beliau karena keluarga sang kekasih tidak menyetujui hubungan beliau dengan kekasihnya tersebut dan kegagalan kedua dialami beliau karena sang kekasih berselingkuh dengan pria lainnya

Kegagalan ketiga dialami Rudy Haryanto saat beliau melayani sepenuh waktu di GSJA Mangga Dua, karena diputus oleh sang kekasih yang juga melayani sepenuh waktu di GSJA Mangga Dua saat itu (saat artikel ini ditulis, mantan kekasih beliau tersebut telah menikah dan tidak lagi melayani di GSJA Mangga Dua)

Kegagalan keempat dialami Rudy Haryanto setelah beliau bertunangan dengan sang kekasih pada tahun 2011 di Tomohon, Sulawesi Utara karena satu dan lain hal yang tidak dapat diceritakan dalam artikel ini

Kegagalan kelima dialami Rudy Haryanto dialami beliau pada tahun 2015 setelah beliau memutuskan hubungan percintaan dengan sang kekasih, karena tidak sejalan. Meski demikian, Rudy Haryanto menulis dan menyanyikan dua buah lagu berjudul DINDA dan Syaviewia sewaktu beliau masih berpacaran dengan sang kekasih tersebut

Saat ini Rudy Haryanto masih menjadi jomblo dan sedang berusaha untuk menemukan seorang wanita yang mau berjuang bersama beliau dalam mewujudkan mimpi-mimpi (termasuk membeli kembali rumah milik beliau yang dijual pada tahun 2011 lalu kepada salah satu tetangga dan teman baik beliau di tahun 2017) dan mendukung gairah Rudy Haryanto dalam dunia maya lewat blog Indonesia Hebat yang dibuat pada tahun 2014 (beberapa waktu setelah kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014). Selain itu, Rudy Haryanto juga berusaha untuk menemukan seorang wanita yang mau mencintai beliau dengan sederhana seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada sang api yang menjadikannya abu

Saat artikel ini ditulis, Rudy Haryanto juga menjalankan bisnis Melia Sehat Sejahtera (produsen Melia Propolis dan Melia Biyang) dari tahun 2014 dan bisnis online travel dengan brand IDTRAVEL yang bekerjasama dengan Volution Travel Provider yang didirikan Yeheskiel Zebua (penulis buku Rocket Marketing yang berhasil menjual properti Rp 3 miliar dalam waktu 3 menit) dalam hal online system dari bulan Oktober 2015 serta bisnis properti bersama Volution Property yang didirikan oleh Yeheskiel Zebua (penulis buku Rocket Marketing yang berhasil menjual properti Rp 3 miliar dalam waktu 3 menit) bersama Ruby Herman (pakar network marketing dan host dalam talkshow Rise and Shine Indonesia) dan tiga jawara properti Indonesia lainnya pada bulan Oktober 2015, dimana blog Indonesia Hebat menjadi kendaraan dalam menjalankan ketiga bisnis tersebut

Di bawah ini merupakan foto Rudy Haryanto bersama Yeheskiel Zebua (penulis buku Rocket Marketing yang berhasil menjual properti Rp 3 miliar dalam waktu 3 menit), sertifikat Volution Pro serta sertifikat IDTRAVEL


Rudy Haryanto


Rudy Haryanto


Rudy Haryanto


Selain itu, Rudy Haryanto saat ini juga menjadi relawan Teman Ahok dan sekaligus melengkapi kiprah beliau sebagai relawan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta relawan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014

Meski Rudy Haryanto saat ini sedang menjadi seorang single dan mencari wanita calon pendamping hidup beliau, namun beliau menulis dan menyanyikan lagu IN MY LIFE yang terinspirasi dari status WhatsApp seseorang

Saat ini Rudy Haryanto juga menjadi salah satu Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan ID Card no.16-09-02714


Rudy Haryanto


Kiranya kisah hidup Rudy Haryanto tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca artikel ini dalam mewujudkan mimpi menuju puncak kesuksesan hidup

SALAM DAHSYAT !!! GBU and family always !!!

CATATAN : Di bawah ini kami tampilkan foto Rudy Haryanto bersama Ruby Herman (pakar network marketing dan host dalam talkshow Rise and Shine Indonesia) yang saat ini juga menjadi mentor Rudy Haryanto, Ryan Filbert (penulis buku-buku investment yang juga menjadi narasumber di Smart FM dan penulis artikel investment di website resmi Kompas) dan foto Rudy Haryanto bersama Andrie Wongso (Motivator nomor 1 Indonesia)


Rudy Haryanto


Rudy Haryanto


Rudy Haryanto

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 28 September 2015

Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg

Tidak ada komentar:
Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg

Sebagaimana telah diketahui bersama, situs Facebook yang dibuat Mark Zuckerberg saat ini menjadi jejaring sosial nomor satu di seluruh dunia dan memiliki lebih dari ratusan juta pengguna

Terlahir dengan nama lengkap Mark Elliot Zuckerberg pada tanggal 14 Mei 1984, Mark Zuckerberg secara iseng membuat situs Facebook dengan beberapa temannya di Harvard University, namun hasil iseng Mark Zuckerberg tersebut kini menjadi tambang uang yang mengalir terus-menerus

Ada beberapa fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg yang perlu diketahui, diantaranya:

1) Warna biru diambil sebagai background Facebook, karena Mark Zuckerberg sebenarnya buta warna dan warna yang paling mudah dideteksi beliau hanyalah warna biru


Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


2) Mark Zuckerberg mempunyai anjing yang bernama Beast dan Beast memiliki akun Facebook sendiri bernama Beast Zuckerberg, padahal dalam peraturan wajib Facebook, pengguna ataupun pemilik suatu akun di jejaring sosial tersebut (selain perusahaan, bidang bisnis ataupun komunitas) ialah manusia

Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


3) Panggilan Zuck merupakan panggilan sayang dari ibunya kepada Mark Zuckerberg

4) Mark Zuckerberg pernah belajar bahasa China pada tahun 2010 agar beliau dapat berkomunikasi dengan keluarga istrinya (Priscilla Chan) yang ada di negeri Tirai Bambu tersebut


Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


5) Facebook pernah diabadikan dalam bentuk film layar lebar, namun menurut Mark Zuckerberg, dari keseluruhan film tersebut, hanya ada satu hal yang sangat detail, yaitu pakaian yang dikenakan Mark Zuckerberg

Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


6) Mark Zuckerberg bertemu dengan Priscilla Chan yang sekarang menjadi istrinya tersebut ketika mereka berpapasan di sebuah lorong kamar mandi di Harvard University saat diadakan pesta pada tahun 2003

7) Cincin pernikahan untuk istrinya (Priscilla Chan) didesain sendiri oleh Mark Zuckerberg


Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


8) Pada saat pernikahan, banyak tamu tidak mengetahui kalau pada saat itu Mark Zuckerberg dan Priscillia Chan menikah, karena di saat yang sama, Priscillia Chan baru saja lulus dan para tamu mengira pesta tersebut untuk merayakan kelulusan Priscilla Chan

Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


9) Mark Zuckerberg merupakan salah satu orang yang memiliki banyak pengikut (circle) di Google Plus (jejaring sosial pesaing Facebook)

10) Mark Zuckerberg memiliki account Twitter dengan nama yang sangat unik yaitu @finkd


Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


11) Mark Zuckerberg pernah menolak USD 1 miliar dari Yahoo! yang saat itu ingin mengakuisisi Facebook

12) Kartu nama Mark Zuckerberg bertuliskan, "I'm CEO, Bitch"


Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


13) Akun Facebook Mark Zuckerberg tidak dapat diblokir oleh siapapun

Fakta unik dan menarik seputar Mark Zuckerberg


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Senin, 14 September 2015

Mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana Tutup Usia

Tidak ada komentar:
Mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana Tutup Usia
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana Tutup Usia

Kabar dukacita datang dari Indonesia, dimana mantan menteri keuangan era Orde Baru Ali Wardhana tutup usia pada hari Senin tanggal 14 September 2015 pukul 15.30 WIB dalam usia 87 tahun. Ali Wardhana pernah menjabat sebagai menteri keuangan selama 15 tahun dari tahun 1968 hingga 1983

"Telah meninggal, Prof Dr Ali Wardhana sekitar pukul 15.30," ungkap salah satu anggota staf Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan

Menurut rencana, almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Patra Kuningan XV Nomor 6, Jakarta Selatan dan akan dimakamkan pada Selasa (15/9/2015). Ali Wardhana lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 6 Mei 1928 dan dikaruniai empat anak. Istri Ali Wardhana yang bernama Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny meninggal di Jakarta pada tanggal 8 September 2000

Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Ali Wardhana juga pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan dari tahun 1983 hingga 1988)dan beliau merupakan salah satu sosok yang didengar sebagai penasihat ekonomi Soeharto. Ali Wardhana pernah meyakinkan Soeharto untuk menutup bea dan cukai pada tahun 1985 dengan alasan biaya tinggi di pelabuhan dan dengan harapan dapat melancarkan arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Ali Wardhana bersama menteri keuangan kala itu Radius Prawiro juga pernah melakukan kebijakan mendevaluasi nilai rupiah terhadap dollar AS hingga 45 persen, sehingga nilai tukar rupiah yang kala itu Rp 1.134,- melemah menjadi Rp 1.644,- per dollar AS

Belum lama ini gagasan-gagasan Ali Wardhana yang disunting oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas berjudul A Tribute to Ali Wardhana. Buku tersebut berisi 15 pidato di forum Bank Dunia dan IMF, empat makalah yang pernah ditulis serta pandangan dari 16 kolega Ali Wardhana dan akan dipamerkan pada Pameran Buku Frankfurt, Jerman pada tanggal 7-11 Oktober 2015

Banyak pemikiran Ali Wardhana yang relevan terhadap persoalan ekonomi terkini, dimana dalam makalah berjudul "Penyesuaian Struktur di Indonesia: Ekspor dan Ekonomi Biaya Tinggi", Ali Wardhana telah memitigasi sejumlah persoalan di bidang ekspor. Saat itu dunia mengenal Indonesia sebagai negara yang menikmati keuntungan besar sebagai pengekspor bahan mentah, namun Ali Wardhana telah mengingatkan bahwa hal tersebut tidak bisa diandalkan karena tidak akan berkelanjutan. Oleh karena itu Ali Wardhana menegaskan pentingnya diversifikasi ekspor, dimana sektor dikembangkan serta harus beragam dan setidaknya yang potensial ialah pertanian dan manufaktur

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 30 Agustus 2015

SEORANG AHOK

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai SEORANG AHOK yang ditulis oleh Denny Siregar

SEORANG AHOK
Saya tidak pernah mengerti, mengapa Tuhan mengirim seorang Ahok ?!? Sudah sekian lama, sejak era Orde Baru, sentimen anti China melekat sebagai bagian dari dinamika perkembangan di Indonesia. Kerusuhan tahunn 1946, kerusuhan tahun 1963 di ITB Bandung dan yang sangat terkenal adalah peristiwa tahun 1998. Situasi tahun 1998 lah yang terburuk dimana warga keturunan Tionghoa terutama di Jawa mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi

Banyak pendapat berbeda darimana asal sentimen anti China ini. Tapi mungkin yang terdekat adalah sebagai bagian dari propaganda Orde Baru untuk menghantam negara China dalam perseteruan antar 2 blok besar dunia yaitu barat dan timur pada masa itu

Sampai sekarang, sentimen anti China selalu dipakai untuk menekan warga keturunan Tionghoa. Sejak kecil doktrin anti China selalu diipampatkan dalam benak melalui perkataan, tindakan atas ketidak-senangan warga pribumi dan keturunan Tionghoa dan itu diwariskan turun temurun

Warga keturunan selalu digambarkan sebagai orang kaya dan pribumi orang melarat. Ini menambah ruang rapat gesekan dan menemui titik puncaknya pada peristiwa Mei 1998. Dan kesalahan ini ada pada dua pihak, terpelihara begitu lama

Disinilah saya tidak mengerti, mengapa Tuhan mengirimkan seorang Ahok ?!? Ia warga keturunan yang jelas dibenci beberapa pihak yang merasa bahwa tidak pantas seorang warga keturunan menjadi pemimpin mereka. Apalagi dia seorang Nasrani yang menyinggung perasaan sebagian orang yang begitu bangga akan agamanya dengan selalu membawa ayat-ayat tentang dilarangnya Islam dipimpin oleh seorang kafir

Kenapa Tuhan tidak mengirimkan seorang muslim pribumi untuk memimpin kota yang sebagian warganya muslim itu ?!? Kenapa malah Ahok ?!? Dalam perjalanan, barulah saya mencoba mengerti kenapa Tuhan mengirim seorang Ahok

Ahok bisa dibilang manusia fenomenal. Ia menabrak sekat-sekat yang selama ini haram dilanggar yaitu sentimen yang sudah dipelihara sejak lama. Ia menjadi seorang warga keturunan yang pemberani, menantang begitu banyak ketidakadilan hanya karena ia seorang Tionghoa, sesuatu yang bukan kesalahannya kenapa ia dilahirkan dalam lingkungan minoritas. Ia tidak canggung untuk menunjuk muka seorang yang selama ini dihorrmati oleh banyak masyarakat Betawi, membuka boroknya dan - anehnya - ia menang. Ia menjadi pahlawan dan si pahlawan betawi ini menjadi bully-an yang terkenal dalam sejarah. Ia juga berani menabok FPI, ormas ganas yang sudah pasti anti China. Ia juga mengamuk membongkar semua sistem birokrasi korup di jajarannya, memecat walikota, memberhentikan lurah-lurah dan melaporkan para pejabat Pemprov di bawahnya ke polisi untuk disidik

Ia melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan selama bertahun-tahun oleh pemimpin-pemimpin pribumi yang kenyang perutnya. Ia meletakkan kembali sesuatu pada tempatnya dan menjalankan fungsinya

Awalnya masyarakat terkaget-kaget dengan gayanya. Budaya santun dan munafik yang selama ini dipertontonkan dibenturkan dengan budaya pesisir yang keras dan vokal apa adanya. Kalau nyebut anjing ya anjing, bukan disamarkan dengan kata "binatang yang berekor dan menjulurkan lidah". Merahlah telinga sebagian orang, terutama yang muka-mukanya ditunjuk. Dan seperti biasa timbul kemarahan akibat ego yang diinjak dan terluka karena mereka dimarahi seorang China. Hal yang tidak pernah mereka bayangkan selama ini

Ahok tidak perduli dengan ke-Chinaannya dan itu ia sebut berkali-kali di media massa, "Gua memang China, tapi gua lebih Indonesia daripada para koruptor itu..." Ia malah bangga karena ia berhasil membongkar sarang lebah dan membuat ngamuk banyak diantaranya dan ia menikmatinya. Ia mengajak berantem siapa saja

Tapi ia luluh dengan rakyat kecil. Ia leleh dengan saudaranya yangg beda agama. Ia membangun dan merenovasi masjid-masjid menjadi megah. Ia membangun rusun-rusun mewah dengan semua perabotan di dalamnya untuk memanusiakan mereka. Ia kembali menerjang sekat tebal bahwa ia seorang keturunan Tionghoa dan seorang Nasrani. Ia merebut cinta mereka. Ia menari dan bahagia bersama mereka. Dan ia sangat menikmatinya

Ahok menjadi perwakilan yang baik, seorang duta besar yang mewakili semua keturunan Tionghoa di Indonesia. Mereka bangga akan dia. Kebanggaan yang sama yangg dimiliki warga pribumi muslim yang ingin memiliki pemimpin seperti dia di daerahnya. Ia meleburkan semua kebencian yang selama ini tertanam dan dipelihara begitu lama demi kepentingan, untuk membenturkan atas nama SARA. Ia merobek semua pemikiran lama dan merevolusi cara berfikir yang baru yang menekankan "apapun perbedaan kita, kita sama-sama manusia"

Mungkin untuk itulah Tuhan mengirimkan seorang Ahok. Ia adalah gula dalam pahit dan kentalnya sekat-sekat perbedaan sebagai pelajaran bagi kita. Ia menjadi guru dalam mengajarkan bagaimana menjadi seorang manusia. Ia adalah secangkir kopi untuk kita

Dan disitulah kita bisa merasakan betapa besarnya Tuhan yang sangat mengerti apa yang kita butuhkan sekarang ini


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Selasa, 02 Juni 2015

IP MAN

Tidak ada komentar:
IP MAN
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai IP MAN sebagai guru besar kungfu aliran Wing Chun dan juga guru dari Bruce Lee

Ip Man atau Ip Kai Man (Mandarin : 葉問; Pinyin: Yè Wèn) lahir di Foshan, provinsi Guandong pada tahun 1893 dalam masa pemerintahan Kaisar Guangxu (Dinasti Qing). Beliau adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang dilahirkan dari pasangan Ip Oi dan Ng Shui. Dua kakak Ip Man bernama Ip Kai Gak dan Ip Wan-mei, sedangkan adik bungsu beliau bernama Ip Wan Hum. Ip Man tumbuh dalam keluarga kaya serta menerima pendidikan China tradisional dengan standar tinggi


Ketika Ip Man berumur 7 tahun, beliau mulai belajar kungfu aliran Wing Chun dari Chan Wah Sun. Saat itu Chan Wah-Sun telah berusia 70 tahun dan Ip Man merupakan murid Chan Wah-Sun terakhir. Seiring umur Chan Wah-Sun yang bertambah tua dan juga penyakit yang diderita beliau, Ip Man lebih banyak belajar kungfu aliran Wing Chun dari Ng Chungsok yang merupakan senior kedua dalam perguruan dan setelah tiga tahun Ip Man berlatih kungfu aliran Wing Chun, Chan Wah-Sun akhirnya meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya

IP MAN
Pada umur 16 tahun, Ip Man pindah ke Hong Kong dengan bantuan temannya bernama Leung Fut Ting dan satu tahun kemudian, Ip Man melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi St. Stephen di Hong Kong yang merupakan sekolah khusus untuk keluarga kaya serta orang asing yang menetap di Hong Kong. Menurut kedua puteranya bernama Ip Ching dan Ip Chun, ketika di perguruan tinggi St. Stephen, Ip Man turut campur tangan setelah melihat seorang polisi asing memukuli seorang wanita. Petugas polisi tersebut mencoba menyerang Ip Man yang menggunakan kungfu aliran Wing Chun yang beliau pelajari selama ini untuk menjatuhkan petugas polisi tersebut dan kemudian berlari ke sekolah dengan teman sekelas beliau

Teman sekelas beliau memberitahu Ip Man bahwa ada seorang lelaki tua yang tinggal di lingkungan yang sama serta mengundang Ip Man untuk menemui beliau. Saat bertemu Ip Man, lelaki tua tersebut bertanya kepada Ip Man, "Ilmu bela diri apakah yang kamu pelajari?" dan Ip Man menjawab, "Kamu tidak akan mengerti." Ip Man ditantang lelaki tua tersebut untuk berlatih Chi Sau (bentuk latihan menyerang serta bertahan dengan kedua tangan dalam kungfu aliran Wing Chun) dan Ip Man menganggap hal tersebut merupakan kesempatan bagus untuk meningkatkan kemampuan kungfu aliran Wing Chun, namun beliau dikalahkan hanya dalam beberapa serangan


IP MAN
Ternyata lelaki tua tersebut adalah Leung Bik yang merupakan anak dari Leung Jan (guru yang mengejarkan kungfu aliran Wing Chun kepada Chan Wah-Sun (guru dari Ip Man) dan setelah kejadian tersebut, Ip Man melanjutkan latihan kungfu aliran Wing Chun dengan berguru kepada Leung Bik. Pada umur 24 tahun Ip Man kembali ke Foshan dengan keahlian kungfu aliran Wing Chun yang sangat baik dan menjadi petugas polisi

Ip Man tidak menjalankan perguruan kungfu aliran Wing Chun secara formal, namun beliau mengajarkan kungfu aliran Wing Chun kepada beberapa bawahan, teman serta relas beliau, diantaranya Chow Kwong-Yue (周光裕), Kwok Fu (郭富), Lun Kah (倫佳), Chan Chi-sun (陳志新) and Lui Ying (呂應). Diantara murid-muridnya tersebut, Chow Kwong-Yue (周光裕) merupakan murid terbaik, namun beliau akhirnya terjun ke dunia bisnis dan berhenti latihan kungfu aliran Wing Chun. Kwok Fu (郭富) dan Lun Kah (倫佳) meupakan dua murid pertama Ip Man lainnya yang kemudian juga mengajarkan kungfu aliran Wing Chun, dimana kungfu aliran Wing Chun di Foshan serta wilayah Guandong terutama berasal dari kedua murid tersebut. Chan Chi-sun (陳志新) dan Lui Ying (呂應) kemudian pergi Hong Kong, namun mereka berdua tidak mengajarkan kungfu aliran Wing Chun sama sekali

Ip Man mengungsi ke kampung halaman Kwok Fu (郭富) saat Jepang menguasai Foshan dan kembali ke Foshan setelah perang berakhir serta melanjutkan profesi beliau sebagai petugas polisi. Pada akhir tahun 1949, Partai Komunis China memenangkan perang sipil dan Ip Man yang saat itu juga menjadi pejabat dari Partai Kuomintang (lawan politik Partai Komunis China) memutuskan untuk melarikan diri ke Hong Kong tanpa membawa keluarga beliau ketika para pejabat Partai Komunis China datang ke Foshan


IP MAN
Di Hongkong, Ip Man membuka perguruan kungfu aliran Wing Chun, dimana pada awalnya bisnis perguruan tersebut tidak berjalan lancar karena murid-muridnya hanya bertahan selama beberapa bulan, sehingga beliau harus memindahkan perguruan dua kali yaitu ke jalan Hoi Tan di Sham Shui Po dan jalan Lee Tat di Yau Ta Tei. Saat itu beberapa murid beliau telah cukup mahir untuk mulai membuka perguruan kungfu aliran Wing Chun sendiri, bahkan neberapa murid Ip Man serta keturunannya melagakan kemampuan kungfu aliran Wing Chun yang mereka miliki dengan praktisi bela diri lainnya dalam banyak pertarungan dan kemenangan murid - murid beliau tersebut membantu meningkatkan reputasi Ip Man sebagai Guru Besar Wing Chun

Pada tahun 1967, Ip Man dan beberapa muridnya mendirikan Asosiasi Wing Chun di Hongkong yang dikenal dengan "Hong Kong Ving Tsun Athletic Association" (詠春體育會). Ip Man dikatakan memiliki kebiasaan menggunakan opium (candu), bahkan Duncan Leung (salah satu mantan murid Ip Man) menyatakan bahwa Ip Man menggunakan uang iuran yang dibayar murid-muridnya tersebut untuk membeli opium (candu)


IP MAN
Ip Man meninggal dunia pada tanggal 02 Desember 1972 (7 bulan sebelum kematian Bruce Lee (salah satu murid beliau yang menjadi sang legendaris)) di jalan Tung Choi, Hong Kong karena menderita kanker tenggorokan, namun kira-kira enam bulan sebelum Ip Man meninggal, beliau telah berpesan kepada kedua putera beliau (Ip Chun dan Ip Ching) serta salah seorang murid beliau bernama Lau Hon Lam untuk membuat rekaman video latihan kungfu aliran Wing Chun yang diperagakan langsung oleh beliau, dimana Ip Man memperagakan "Sil Lim Tau", "Chum Kiu" dan "Muk Ren Zhong" (The Dummy form), karena rasa sakit yang diderita beliau serta kelemahan dan ketidakstabilan kaki karena penyakit kanker yang diderita beliau. Ip Man sebenarnya ingin memperagakan Biu Gee (bentuk latihan dengan menggunakan pisau dan galah panjang), namun Ip Chun, Ip Ching dan Lau Hong Lam melarangnya karena latihan Biu Gee memerlukan energi yang besar untuk diperagakan

Ip Man mempunyai banyak murid dan khawatir mereka akan mengadopsi kungfu aliran Wing Chun yang salah dan itulah alasan utama mengapa Ip Man memfilmkan peragaan kungfu aliran Wing Chun. Murid-murid terkemuka dari Ip Man ialah Lun Gai, Kwok Fu, Leung Sheung (梁相), Lok Yiu (駱耀), Chu Shong-Tin(徐尚田), Wong Shun Leung(黃淳樑), Wang Kiu (王喬), Yip Bo Ching (葉步青), William Cheung, Hawkins Cheung, Bruce Lee, Lo Man Kam, Wong Long, Wong Chok, Law Bing, Lee Shing, Ho Kam-Ming, Moy Yat, Duncan Leung, Derek Fung Ping Bor (馮平波), Chris Chan Sing (陳成), Victor Kan, Stanley Chan, Chow Sze Chuen, Tam Lai, Lee Che Kong, Kang Sin Sin (Kwong Sun Sun)dan Leung Ting (梁挺) serta kedua putra Ip Man bernama Ip Ching dan Ip Chun


IP MAN
Salah satu praktisi kungfu aliran Wing Chun yang diturunkan Ip Man adalah Samuel Kwok, dimana beliau mempelajari kungfu aliran Wing Chun yang diturunkan dari Ip Ching dan Ip Chun serta menyebarkan kungfu aliran Wing Chun sampai ke mancanegara seperti Inggris, Amerika, Eropa, Singapura, Australia, Indonesia dan Afrika

Karena reputasi Ip Man yang sangat baik, kisah kehidupan beliau dan kungfu aliran Wing Chun diabadikan dalam beberapa film layar lebar, diantaranya Ip Man 1, Ip Man 2 dan The Legend Is Born – Ip Man yang berpedoman pada buku yang ditulis oleh Ip Ching dan Ron Heimberger serta cerita lisan dari Ip Chun dan Anda dapat menonton video-video YouTube di bawah ini




By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok

Tidak ada komentar:
Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok (Gubernur DKI Jakarta) yang beredar di dunia maya

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu walaupun saya sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan dan mujizat terjadi, Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung dan saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan

Saya selalu berdoa, "Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau." dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca, yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya keranjingan membaca Firman Tuhan dan seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, "Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga."

Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang, tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice, termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice

Berikutnya Tuhan bertanya, "Siapa yang mau Ku-utus?"

Saya menjawab, "Tuhan, utuslah aku."

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan, "God’s providential control," jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan, "Israel specially chosen," artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan, "nothing to fear," saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan, "needs to be provided," segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin:

Yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana

Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola

Yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat

Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah, karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem


Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung, tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa

Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati rakyat Indonesia

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...